300 Pendidik Siap Integrasikan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran - Koran Mandalika

300 Pendidik Siap Integrasikan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran

Jumat, 27 September 2024 - 13:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

300 Pendidik Siap Integrasikan Artificial Intelligence dalam Pembelajaran

PT Reformasi Generasi Indonesia (REFO) menggelar Indonesia Future of Learning Summit (IFLS) 2024. Menghadirkan tujuh pembicara yang merupakan pakar dan praktisi dalam bidang teknologi, dari Indonesia, Singapura, Britania Raya, dan Kanada. Acara ini dihadiri oleh sekitar 300 peserta yang penuh antusiasme mengikuti setiap sesinya. Para peserta ini datang dari berbagai daerah di Indonesia, dari DKI Jakarta hingga Kalimantan Timur. IFLS 2024 diadakan pada Sabtu, 21 September 2024 di VIVERE Hotel, Gading Serpong.

Tangerang, September 2024 – PT Reformasi Generasi Indonesia (REFO)
menggelar Indonesia Future of Learning
Summit (IFLS) 2024. Menghadirkan tujuh
pembicara yang merupakan pakar dan praktisi dalam bidang teknologi, dari
Indonesia, Singapura, Britania Raya, dan Kanada. Acara ini dihadiri oleh
sekitar 300 peserta yang penuh
antusiasme mengikuti setiap sesinya. Para peserta ini datang dari berbagai
daerah di Indonesia, dari DKI Jakarta
hingga Kalimantan Timur. IFLS 2024 diadakan pada Sabtu, 21 September 2024 di VIVERE Hotel, Gading Serpong.

Artificial Intelligence (AI) terus berkembang
dengan pesat dan mengubah lanskap pendidikan secara signifikan. Kehadirannya
membawa peluang dan risiko. Institusi pendidikan harus pintar-pintar memilih,
memetakan, dan mengintegrasikan berbagai macam alat bertenaga AI ini, agar
dapat menyempurnakan proses pembelajaran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diskusi serius tentang AI, terutama dalam
pendidikan, belum jamak terjadi di Indonesia. Padahal mau tidak mau, AI telah
menjadi bagian integral di bidang ini. Jika institusi pendidikan tidak cepat
menanggapinya, pemanfaatan AI dalam pendidikan, terutama oleh siswa, berpotensi
menjadi liar. Oleh karenanya, institusi pendidikan harus dapat membuat “pagar”
tentang bagaimana AI dapat digunakan dalam pembelajaran. Untuk itu, perlu
adanya kebijakan dan regulasi seputar AI, paling tidak dalam tingkat kelembagaan.

“Di Indonesia ini belum banyak konten yang
secara mendalam mengulas tentang AI dalam pendidikan. Bagaimana kebijakan dan
regulasinya, bagaimana kita memilih AI yang tepat. Itu belum banyak dibahas.
Padahal, manfaat AI tidak hanya sekedar sebagai ‘asisten pribadi’, tetapi AI
juga bisa membantu kita untuk menyelesaikan masalah-masalah yang difficult dan complicated dalam educational
setting
,” ungkap Pepita Gunawan, Pendiri dan Direktur Pelaksana REFO.

Baca Juga :  Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen

Pepita menambahkan, “AI bisa membantu kita
untuk mempersonalisasi pembelajaran, sehingga bisa menaikkan student engagement. Dan bahkan, AI juga
bisa membantu kita menjaga mental
well-being
murid-murid, dan memberikan support
yang dibutuhkan para pendidik.”

IFLS
2024 mendatangkan Keynote Speaker yang
merupakan pakar AI, seperti Dr. Égo Obi
dari Britania Raya, mantan eksekutif Google dengan pengalaman lebih dari 20
tahun dalam bidang etika AI dan pendidikan. Dalam sesinya, Égo berbagi wawasan
dalam menavigasi kompleksitas etika AI dalam pendidikan serta langkah-langkah
praktis integrasi AI dalam pendidikan.

IFLS 2024 menghadirkan tiga Keynote Speaker lain
yang juga merupakan pakar dalam bidang teknologi pendidikan, terutama AI.

Noudhy
Valdryno, seorang veteran dalam bidang kebijakan pemerintah dan publik
yang juga merupakan co-founder ACE
Edventure Indonesia. Ryno membawa diskusi mengenai tata kelola dan kesiapan AI
di Indonesia, menyoroti pentingnya mempersiapkan infrastruktur dan kebijakan
yang tepat untuk mendukung integrasi AI di dunia pendidikan.

Jeff
Lee dari Singapura, CEO dan Pendiri Zoala,
sebuah platform AI untuk kesehatan mental remaja. Dengan pengalaman lebih dari
20 tahun di bidang teknologi dan kesehatan mental, Jeff berbagi bagaimana AI
dapat meningkatkan literasi kesehatan mental dalam pendidikan dan implementasi
teknologi AI terkait kesehatan mental untuk meningkatkan pengalaman pengajaran
dan pembelajaran.

Miklos
Sunario, pemuda brilian berusia 20 tahun yang merupakan CEO dan co-founder EduBeyond, sebuah startup AI
berbasis di Kanada, yang menggunakan model MRAFE untuk mempersonalisasi
pembelajaran dan mengatasi kesenjangan pendidikan.

Jeff Lee mengungkapkan bahwa hal terpenting
adalah kesamaan visi tentang bagaimana AI dapat mentransformasi pendidikan,
tidak hanya dengan meningkatkan hasil pembelajaran, tetapi juga berfokus pada
perkembangan siswa secara holistik, termasuk kesejahteraan mental dan emosional
mereka. “Ketika kita merangkul AI, sangat AI, sangat penting untuk
memprioritaskan pertimbangan etika dan kesiapan, memastikan bahwa para pendidik
kita didukung dan kesejahteraan siswa tetap menjadi pusat dari semua aplikasi
AI,” ujar Jeff, sebagaimana dikutip dari laman LinkedIn-nya.

Baca Juga :  Sambut Grand Opening Mitra10 Kendari, Terlengkap untuk Renovasi dan Dekorasi Rumah

Selain Keynote Session, IFLS 2024 juga
menghadirkan sesi “Ter AI AI” di
mana tiga praktisi teknologi pendidikan, yaitu Steven Sutantro, Devi Yulianty, dan Adi Iskandar, mendemonstrasikan
implementasi pemanfaatan AI di ruang kelas sehingga meningkatkan keterlibatan
siswa.

Kurang-lebih 300 peserta juga terlihat
antusias dan aktif mengikuti setiap sesi. Banyak pertanyaan yang diajukan
kepada semua pembicara.

“Kedalaman materi terlebih dengan memaparkan
berbagai studi kasus. Para pembicara sangat menguasai bidang masing-masing,”
kata Winda Veronica Silalahi, peserta dari Nanyang Zhi Hui School Medan.

“Acara ini meyakinkan saya bahwa AI dapat
diimplementasikan di sekolah dengan batasan batasan, sesuai misi dan nilai
sekolah. Juga memberikan informasi hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
implementasi AI di lingkungan sekolah,” kata Ferri Chandra, salah satu pimpinan
Yayasan BPK PENABUR yang hadir dalam IFLS 2024.

“Penjelasan dan ide-ide yang dibagikan
mungkin tampak sangat sederhana, tetapi sebenarnya itulah yang penting.
Penggunaan studi kasus works really well
bagi kita untuk belajar lebih banyak. Hal ini sangat membantu saya dalam
memberikan masukan kepada sekolah saya tentang bagaimana membuat kebijakan AI,
poin-poin penting apa saja yang perlu diperhatikan, dan langkah-langkah untuk
melakukannya,” ujar Melissa Setyawan, peserta dari Sekolah Ciputra Surabaya.

Melalui kegiatan ini, REFO bertujuan
menciptakan masa depan pendidikan yang lebih inklusif dan berkualitas melalui
pemanfaatan teknologi, terutama AI. Dengan berkembangnya AI dan alat digital
lainnya, peserta didik di Indonesia dapat memiliki akses yang lebih luas ke
materi belajar yang personal dan disesuaikan dengan kebutuhan. REFO juga
mendorong adopsi teknologi AI dalam sistem pendidikan Indonesia, dan
mempersiapkan generasi masa depan yang siap menghadapi tantangan global.

Pepita Gunawan menyatakan bahwa IFLS
merupakan langkah nyata untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam pendidikan di
Indonesia. “Kami percaya bahwa AI memiliki potensi besar untuk
meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita, dan acara ini adalah
kesempatan untuk mengembangkan strategi serta kemitraan baru yang akan
mendorong perubahan positif,” terang Pepita lagi.

Berita Terkait

Antisipasi Perubahan Musim, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Pengawasan Jalur KA untuk Jaga Keselamatan Perjalanan
Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Bittime Soroti Peluang dan Risiko di Tengah Volatilitas
CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Hadirkan Diskusi Industri serta Merek Vietnam, Tinh Mộc, ke IFFINA+ 2026
5 Hal yang Bisa Membuat Perjalanan Batal, Sudah Siap Mengantisipasinya?
Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global
KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%
KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun
KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:02

Antisipasi Perubahan Musim, KAI Daop 2 Bandung Perkuat Pengawasan Jalur KA untuk Jaga Keselamatan Perjalanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:02

Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Bittime Soroti Peluang dan Risiko di Tengah Volatilitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:02

CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Hadirkan Diskusi Industri serta Merek Vietnam, Tinh Mộc, ke IFFINA+ 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:02

5 Hal yang Bisa Membuat Perjalanan Batal, Sudah Siap Mengantisipasinya?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Berita Terbaru