53 Hari Tanpa Pulang, The MIND Journey Menyusuri Indonesia dan Cerita Manusia di Balik Tambang - Koran Mandalika

53 Hari Tanpa Pulang, The MIND Journey Menyusuri Indonesia dan Cerita Manusia di Balik Tambang

Minggu, 5 April 2026 - 21:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

53 Hari, 19.000 KM, Satu Misi: Menyingkap Sisi Lain Tambang Indonesia

Jakarta — Selama 53 hari, Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen meninggalkan rumah dan menempuh perjalanan sejauh 19.000 kilometer, menyusuri Indonesia dari Sumatera hingga Papua.

Perjalanan tersebut bukan sekadar proses produksi film dokumenter, melainkan eksplorasi panjang yang mempertemukan mereka dengan wajah Indonesia yang jarang terlihat—cerita masyarakat, harapan, serta kehidupan di sekitar wilayah pertambangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui dokumenter The MIND Journey: For Indonesia and the World, keduanya menjelajahi berbagai wilayah dengan kondisi ekstrem, dari dataran rendah hingga ketinggian 4.285 meter di atas permukaan laut. Dalam perjalanan tersebut, Ari dan Nia melihat langsung operasional tambang seluruh anggota Grup MIND ID, mulai dari ANTAM, Bukit Asam, Freeport Indonesia, INALUM, Timah, Vale Indonesia.

Aktor sekaligus produser dokumenter, Ari Sihasale, mengungkapkan perjalanan ini menjadi pengalaman yang membuka perspektif baru tentang Indonesia dan industri pertambangan.

“Jadi perjalanan kami selama 53 hari, 19.000 km yang kita tempuh. Lalu bagaimana? 1.272 jam nggak pulang-pulang dari Sumatera sampai tanah Papua. Dari 0 sampai 4.285 MDPL. Jadi di sini kita bisa melihat bagaimana Indonesia sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan tambang tidak hanya mengambil, tetapi juga memberikan manfaat kepada masyarakatnya,” ujar Ari dalam penayangan film The MIND Journey di Jakarta, Rabu (1/4).

Perjalanan dimulai dari wilayah barat Indonesia hingga timur, menyusuri daerah-daerah yang selama ini hanya mereka dengar namanya. Mulai dari Tanah Jawa, Sumatera, Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi, Halmahera, hingga Papua.

Namun bukan hanya medan yang berat yang menjadi tantangan. Jadwal yang padat dan minim waktu istirahat membuat kebersamaan tim menjadi kunci selama perjalanan berlangsung.

Baca Juga :  EVOS dan itel Bersiap Menggebrak Dunia Gaming di Indonesia dengan Ultimate ROAR!

“Pertama kalau dari kami adalah kebersamaan itu penting. Apapun itu kebersamaan itu penting. Jadi kita bisa saling mengingatkan, kita saling peduli. Syutingnya setiap hari soalnya, perpindahannya setiap hari dan tidak ada istirahat, istirahat adalah ketika perpindahan,” kata Ari.

Perubahan suhu ekstrem juga menjadi pengalaman yang tak terlupakan. Dari panas menyengat di Timika, tim harus langsung menuju wilayah dengan ketinggian lebih dari 4.000 meter menyusuri kawasan tambang Grasberg pada hari berikutnya.

“Memang berat ketika kita semua panas, tapi ketika sampai di Timika itu panas sekali kemudian besoknya kita harus naik ke 4000-an. Nah di situlah aklimatisasinya tidak terlalu lama tapi itu kita selalu memperhatikan “vitamin” itu dengan cara kita saling support,” ujarnya.

Bagi Nia Sihasale, perjalanan tersebut bukan hanya proses produksi dokumenter, tetapi juga perjalanan batin yang membuka banyak perspektif baru tentang Indonesia, khususnya terkait kehidupan masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Ia mengaku, selama perjalanan dari Sumatera hingga Papua, tim menemukan banyak hal terkait pertambangan yang tidak pernah mereka ketahui sebelumnya, bahkan untuk wilayah yang relatif dekat dengan tempat tinggalnya.

“Kayak apa ya, tapi yang lain kan kami belum tahu, artinya mungkin satu hal kecil saja bahwa kami tinggal di Jakarta, ya kan di Jakarta Selatan kami. Tiba-tiba ada tambang Pongkor di Bogor kita baru tahu sampai seumur hidup ini,” katanya.

Yang paling membekas bagi Nia adalah pertemuan dengan masyarakat di sekitar wilayah tambang. Ia melihat langsung bagaimana aktivitas pertambangan membuka peluang ekonomi baru, menciptakan usaha masyarakat, hingga memperkuat hubungan sosial di sekitar wilayah operasional.

Lewat film dokumenter ini, kata Nia, tim berupaya menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai industri pertambangan yang dijalankan oleh Grup MIND ID, sekaligus menjawab berbagai stigma yang berkembang di masyarakat. Seluruh cerita ditampilkan secara natural tanpa skenario.

Baca Juga :  Promosikan Pembiayaan Terjangkau, BRI Finance Ramaikan Prambanan Jazz 2025

“Kita ingin membuka mata dan hati yang menonton, bukan bermaksud menggurui tapi supaya ini loh yang benar kalau pertambangan yang dikelola dengan baik bertanggung jawab, kalian bisa bertanya sendiri manfaatnya untuk masyarakat. Dan itu bukan kami yang menjawab, tidak ada skripnya, jadi murni jawaban dari hati masyarakat,” kata Nia.

Pengalaman tersebut juga menghadirkan momen emosional bagi tim selama perjalanan. Nia mengaku beberapa kali terharu ketika melihat langsung dampak yang dirasakan masyarakat.

“Kadang kita ikut nangis dan saya juga kadang ikut berkaca-kaca karena ternyata buat masyarakat sekitar dampaknya sangat besar sekali buat keluarga mereka,” ujarnya.

Pengalaman tersebut juga menumbuhkan rasa bangga terhadap Indonesia yang begitu luas dan kaya.

“Kita jadi lebih bersyukur dan kita jadi lebih bangga jadi orang Indonesia. Gila ya Indonesia luar biasa banget gitu kita baru, iya kita baru lihat Halmahera, baru lihat Ternate gitu,” kata Nia.

Dokumenter The MIND Journey: For Indonesia and the World yang dibintangi Ari Sihasale dan Nia Sihasale Zulkarnaen ini akan menampilkan perjalanan lintas Indonesia serta kisah masyarakat di sekitar wilayah pertambangan.

Program ini akan tayang mulai 4 April 2026, setiap Sabtu pukul 15.00 WIB di Metro TV, dalam 13 episode yang menyuguhkan perjalanan dari Sumatera hingga Papua—membawa penonton melihat Indonesia dari sudut pandang yang lebih dekat, lebih manusiawi, dan penuh cerita.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Cara Merawat Kucing Kampung agar Sehat, Aktif dan Gemuk
PTPN IV PalmCo, Subholding PTPN III (Persero) Salurkan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi 550 Pekerja Rentan Kalbar
Sanct Sudah Tersedia di App Store, Hadir di Indonesia 29 September, Sambil Tayangkan Film Keempat “I remember.”
PTPN Group Perkuat Ekosistem Kepemimpinan Perempuan di Industri Perkebunan
Tantangan dan Tips dalam Menabung Emas
Yamaha NMAX “TURBO” Jadi Perbincangan, Skutik Premium yang Padukan Kenyamanan dan Performa
Akselerasi Inovasi Teknologi Bisnis, Sanggabiz Resmi Terpilih Sebagai Penerima Hibah UGM Startup Grant 2026 Batch II
Pajak Kripto Indonesia Tembus Rp2,15 Triliun, Apa Artinya bagi Industri?

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 06:21

Fahmi Basam Kuasai Race 2 National Sport 150cc MRS Round 4, Aldiaz Wakili NTB Finis Keempat

Minggu, 20 September 2026 - 16:58

Sebelum MotoGP Mengaspal, MRS Round 4 Jadi Ajang MGPA ‘Check-Up’ Sirkuit Mandalika

Sabtu, 19 September 2026 - 19:48

Fahmi Basam Kuasai Race 1 MRS Round 4, Pembalap NTB Aldiaz Finis Posisi 8

Sabtu, 19 September 2026 - 17:53

MRS Round 4 Perketat Regulasi, Jadi Jalan Pembalap Muda Menuju Level Internasional

Sabtu, 19 September 2026 - 12:58

108 Starter Ramaikan Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Putaran Keempat

Jumat, 18 September 2026 - 19:48

InJourney Siapkan Camping Ground dan 66 Extra Flight, Akomodasi Lombok Nyaris Penuh Jelang MotoGP

Jumat, 18 September 2026 - 08:40

Jelang MotoGP 2026, Mandalika Bersolek, NTB Bersiap Menyambut Dunia

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

27.620 Batang Rokok Diduga Ilegal Disikat, Satpol PP Lombok Tengah Gencarkan Operasi

Berita Terbaru

Teknologi

Cara Merawat Kucing Kampung agar Sehat, Aktif dan Gemuk

Rabu, 23 Sep 2026 - 08:02

NTB Terkini

Dari Lombok Timur ke Amerika, Tuna NTB Kian Mendunia

Selasa, 22 Sep 2026 - 21:58