Transaksi Kripto di Indonesia Melonjak 4 Kali Lipat, Sentuh Rp650,61 Triliun di Tahun 2024 - Koran Mandalika

Transaksi Kripto di Indonesia Melonjak 4 Kali Lipat, Sentuh Rp650,61 Triliun di Tahun 2024

Kamis, 30 Januari 2025 - 11:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 30 Januari 2025 – Industri aset kripto di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data terbaru Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), nilai transaksi kripto di Indonesia mengalami lonjakan drastis hingga mencapai Rp650,61 triliun. 

Angka ini meningkat hampir empat kali lipat dibandingkan tahun 2023 yang mencatatkan transaksi sebesar Rp149,25 triliun. Kenaikan ini juga jauh melampaui volume transaksi tahun 2022 yang sebesar Rp306,4 triliun, meski belum mampu melampaui rekor tertinggi di tahun 2021 yang mencapai Rp859,4 triliun.

Selain itu, jumlah pelanggan aset kripto juga mengalami pertumbuhan yang signifikan, mencapai 22,91 juta pelanggan. Pertumbuhan ini mencerminkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap investasi kripto seiring dengan meningkatnya pemahaman serta peluang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Faktor Pendukung Lonjakan Transaksi

Menurut CMO Tokocrypto, Wan Iqbal, pertumbuhan nilai transaksi yang signifikan sepanjang tahun 2024 ini didorong oleh berbagai faktor, baik dari dalam maupun luar negeri. Nilai transaksi di Tokocrypto sepanjang tahun 2024 pun melonjak mencapai $9,3 triliun atau sekitar Rp151 triliun, jumlah tersebut setara dengan 23,21% dari total transaksi kripto secara nasional.

Baca Juga :  VRITIMES dan Bontangku.com Jalin Kerjasama Strategis untuk Memperkuat Distribusi Informasi di Kalimantan Timur

“Kondisi pasar global turut memainkan peran besar dalam meningkatnya minat investasi kripto di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, menjelang akhir tahun lalu, eksposur positif terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya semakin meningkat. Beberapa faktor yang mendorong hal ini adalah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS), persetujuan ETF berbasis kripto, serta meningkatnya adopsi kripto oleh institusi keuangan besar,” ujar Iqbal.

Wakil Ketua Komite Tetap Aset Kripto KADIN dan CMO Tokocrypto, Wan Iqbal. Sumber: Tokocrypto.

Di sisi lain, faktor domestik juga tidak kalah penting. Regulasi yang semakin matang dan upaya pemerintah dalam mendukung perkembangan industri aset digital telah menciptakan iklim investasi yang lebih stabil dan menarik bagi para investor.

Mendorong Inovasi dan Daya Saing

Lebih lanjut, Iqbal menyoroti pentingnya inovasi dalam industri kripto untuk mempertahankan momentum pertumbuhan yang telah terjadi.

Baca Juga :  Topremit Kembali Raih Award "Penyedia Jasa Transfer Terbaik 2025" dari BI

“Industri kripto di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang lebih baik lagi. Namun, inovasi harus menjadi fokus utama, baik dari segi produk, regulasi, aset digital, maupun ekosistem yang lebih inklusif. Dengan inovasi yang berkelanjutan, industri ini bisa menjadi lebih matang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” tambahnya.

Selain berfokus pada inovasi, daya saing industri kripto juga menjadi faktor krusial. “Agar industri kripto dalam negeri semakin kompetitif, baik di tingkat regional maupun global, diperlukan insentif serta produk-produk inovatif. Langkah ini dapat mendorong investor domestik untuk bertransaksi di platform lokal,” ujarnya.

Dengan pertumbuhan yang sangat positif ini, masa depan industri kripto di Indonesia terlihat semakin optimis. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku industri, dan investor, menjadi kunci untuk mendorong perkembangan lebih lanjut di sektor ini.

Berita Terkait

BRI Region 6/Jakarta 1 Laksanakan Roll Out BCM Tools dan TOT Implementasi BCM K3
Antusiasme Mudik Mulai Meningkat, KAI Daop 9 Jember Catat Puluhan Ribu Tiket Terjual dan Hadirkan Fitur Connecting Train
Pasar Aset Bitcoin Tetap Kokoh, Mengapa Penurunan Pasar Dapat jadi Sinyal Positif bagi Investor?
Telkom AI Center Makassar Bekali Mahasiswa Bangun Web Portfolio AI untuk Hadapi Gig Economy
Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 16:27

BRI Region 6/Jakarta 1 Laksanakan Roll Out BCM Tools dan TOT Implementasi BCM K3

Kamis, 12 Februari 2026 - 15:17

Antusiasme Mudik Mulai Meningkat, KAI Daop 9 Jember Catat Puluhan Ribu Tiket Terjual dan Hadirkan Fitur Connecting Train

Kamis, 12 Februari 2026 - 14:34

Pasar Aset Bitcoin Tetap Kokoh, Mengapa Penurunan Pasar Dapat jadi Sinyal Positif bagi Investor?

Kamis, 12 Februari 2026 - 09:09

Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife

Kamis, 12 Februari 2026 - 06:53

PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi

Kamis, 12 Februari 2026 - 01:58

Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 23:57

FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:47

Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar

Berita Terbaru