Ciri Mobil Menurut jualmobilmu.id yang Tidak Lulus Uji Emisi dan Penyebabnya - Koran Mandalika

Ciri Mobil Menurut jualmobilmu.id yang Tidak Lulus Uji Emisi dan Penyebabnya

Selasa, 4 Maret 2025 - 15:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Uji emisi menjadi salah satu syarat penting bagi kendaraan bermotor, terutama di kota-kota besar yang mulai menerapkan aturan ketat terkait polusi udara.

Tidak hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi, lulus uji emisi juga menandakan bahwa kendaraan dalam kondisi optimal dan ramah lingkungan. Namun, banyak pemilik mobil yang tidak menyadari bahwa kendaraan mereka mungkin tidak memenuhi standar emisi yang ditetapkan.

Kondisi mesin yang kurang terawat, bahan bakar yang tidak sesuai, hingga usia kendaraan yang sudah tua bisa menjadi beberapa penyebab utama mobil gagal dalam uji emisi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jika hal ini terjadi, pemilik mobil bisa terkena sanksi, seperti denda atau pembatasan dalam perpanjangan pajak kendaraan.

Maka dari itu, penting untuk mengenali tanda-tanda sejak dini agar mobil tetap lolos uji emisi dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Dalam artikel ini, kita akan membahas ciri-ciri mobil yang tidak lulus uji emisi, mulai dari asap knalpot yang mencurigakan hingga konsumsi bahan bakar yang boros.

Dengan mengetahui gejalanya lebih awal, Anda bisa segera melakukan perbaikan dan memastikan kendaraan tetap dalam kondisi terbaik. Simak selengkapnya di bawah ini!

Ini Dia Ciri-Ciri Mobil yang Tidak Lulus Uji Emisi

Agar kendaraan dapat lulus uji emisi, semua sistem pembakaran dan pembuangan harus bekerja dengan optimal.

Sayangnya, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan kegagalan dalam uji emisi, yang sering kali tidak disadari oleh pemilik kendaraan.

Baca Juga :  Membangun Armada, Menegakkan Kedaulatan

Knalpot Bocor

Salah satu penyebab utama meningkatnya kadar emisi gas buang adalah kondisi knalpot yang bocor atau keropos. Knalpot berfungsi sebagai saluran pembuangan sisa pembakaran mesin.

Jika terjadi kebocoran, tekanan sirkulasi gas buang menjadi tidak stabil, sehingga kinerja mesin terganggu. Hal ini berdampak pada peningkatan emisi kendaraan secara drastis.

Penggunaan Oli yang Tidak Sesuai

Oli mesin memiliki berbagai tingkat kekentalan atau SAE yang harus disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan. Jika oli yang digunakan tidak sesuai atau jarang diganti, proses pembakaran dalam mesin menjadi kurang sempurna.

Akibatnya, emisi yang dihasilkan meningkat dan berisiko melewati batas standar uji emisi. Oleh karena itu, pastikan untuk mengganti oli secara rutin sesuai rekomendasi pabrikan.

Penyumbatan pada Injector

Injector memiliki peran penting dalam menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang pembakaran. Jika injektor tersumbat oleh kotoran, seperti sulfur dari bahan bakar, performa mesin bisa terganggu.

Kondisi ini menyebabkan pembakaran tidak sempurna, boros bahan bakar, dan menghasilkan asap hitam yang meningkatkan kadar emisi kendaraan.

Pemilihan Bahan Bakar yang Tidak Tepat

Menggunakan bahan bakar yang tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin dapat meningkatkan kadar HC (hidrokarbon), NOx (oksida nitrogen), dan CO (karbon monoksida) dalam gas buang.

Mesin dengan kompresi tinggi membutuhkan bahan bakar beroktan tinggi agar pembakaran lebih efisien. Jika bahan bakar yang digunakan terlalu rendah oktannya, maka risiko pembakaran tidak sempurna akan semakin tinggi.

Baca Juga :  Kasus KA Tertemper Meningkat, KAI Daop 1 Jakarta Ingatkan Masyarakat Tertib di Perlintasan Sebidang & Jalur KA

Proses Pembakaran yang Tidak Sempurna

Salah satu penyebab utama gagalnya kendaraan dalam uji emisi adalah pembakaran yang tidak sempurna. Misalnya, jika mesin dengan rasio kompresi diatas 10:1 menggunakan bahan bakar beroktan rendah (sekitar 88), maka bahan bakar dapat terbakar lebih cepat sebelum waktunya.

Fenomena ini dikenal sebagai knocking, yang menyebabkan putaran mesin tidak stabil. Selain itu, knocking juga bisa meningkatkan timbunan karbon dalam ruang bakar, yang berkontribusi terhadap tingginya kadar emisi kendaraan.

Agar kendaraan tetap dalam kondisi prima dan lolos uji emisi, perawatan rutin adalah kunci utama. Pastikan penggunaan bahan bakar dan oli sesuai spesifikasi, serta lakukan pengecekan berkala pada sistem pembakaran dan pembuangan.

Dengan begitu, mobil tidak hanya lebih ramah lingkungan, tetapi juga lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar.

Jika Anda sedang mencari mobil bekas berkualitas yang sudah terjamin keandalannya, jualmobilmu.id adalah pilihan yang tepat!

Setiap pembelian mobil di jualmobilmu.id dilengkapi dengan garansi 1 tahun GRATIS, yang mencakup mesin, transmisi, AC, kaki-kaki, sistem pengereman, hingga layanan free towing darurat. Jadi, Anda bisa memiliki mobil impian tanpa rasa khawatir!

Yuk, temukan mobil terbaik untuk Anda sekarang juga di jualmobilmu.id dan nikmati pengalaman berkendara yang nyaman dan aman!

Berita Terkait

Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang
BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan
Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat
OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:02

Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02

FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Berita Terbaru