Sudah Beriklan, Tapi Kok Bisnisku Masih Sepi Pelanggan? - Koran Mandalika

Sudah Beriklan, Tapi Kok Bisnisku Masih Sepi Pelanggan?

Senin, 17 Maret 2025 - 14:25

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sudah pasang iklan tapi pelanggan masih sepi? Kamu butuh strategi marketing paralel! Mari pelajari selengkapnya di artikel ini.

Banyak bisnis berharap bahwa begitu mereka mulai beriklan di platform digital — seperti Google Ads atau Meta Ads — pelanggan akan langsung berdatangan.

Sayangnya, realita tidak sesederhana itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beriklan di Google, Instagram, ataupun TikTok memang bisa meningkatkan visibilitas bisnis, tetapi iklan hanyalah satu bagian dari strategi pemasaran yang lebih besar.

Menurut laporan Statista, pengeluaran bisnis untuk iklan digital di Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan mencapai Rp64,8 triliun, dengan pertumbuhan pesat terutama pada iklan media sosial dan pencarian Google.

Meskipun angka ini menunjukkan semakin banyak bisnis yang mengandalkan iklan digital, hasilnya tetap bergantung pada banyak faktor lain.

Pelanggan saat ini tidak langsung membeli hanya karena melihat satu iklan.

Mereka mungkin membutuhkan lebih banyak interaksi, mencari ulasan, atau sekadar menunggu momen yang tepat sebelum akhirnya akan membuat keputusan.

Dalam strategi pemasaran digital, iklan sebaiknya tidak bekerja sendirian.

Supaya setiap peser uang yang kamu keluarkan bisa memberikan hasil optimal, berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sambil menjalankan iklan.

(Untuk semua poin-poin pembahasan di bawah ini, freelancer di Sribu siap membantu jika kamu tidak memiliki skill yang dibutuhkan!)

1. Persiapkan Landing Page Semaksimal Mungkin

Contoh salah satu landing page 

Banyak bisnis menghabiskan dana besar untuk beriklan, tetapi melupakan hal paling mendasar:

Ke mana calon pelanggan diarahkan setelah mereka mengklik iklan?

Sebagian besar iklan digital mengarahkan pelanggan ke sebuah landing page (LP)—halaman yang dirancang khusus untuk mengonversi pengunjung menjadi pelanggan.

Jika LP ini tidak menarik, sulit dinavigasi, atau terlalu lambat dimuat, maka pengunjung akan langsung pergi tanpa melakukan apa pun.

Menurut riset dari Unbounce, rata-rata 49% – 70% pengunjung meninggalkan sebuah LP tanpa melakukan interaksi.

Hal ini bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti desain yang kurang menarik, CTA (call-to-action) yang tidak jelas, atau sekadar halaman yang terasa membingungkan.

Baca Juga :  Metropolitan Mall Bekasi & Grand Metropolitan Sukses Gelar 5K Vertical Fun Run Pertama di Bekasi

Solusinya adalah dengan memastikan LP memiliki struktur yang jelas dan langsung mengarah ke tujuan yang kamu inginkan, baik itu pembelian, pendaftaran, atau sekadar mengumpulkan leads.

2. Perkuat Kredibilitas Lewat Konten

Foto ilustrasi dari Pexels

Banyak pelanggan tidak akan langsung membeli produk setelah melihat iklan pertama kali.

Biasanya, mereka ingin menggali lebih banyak informasi terlebih dahulu mengenai brand ataupun produk.

Apakah produk ini memang bagus? Apa kata orang-orang yang sudah mencobanya? Bagaimana pengalaman pelanggan lain?

Seorang calon pelanggan yang tertarik dengan sebuah produk skincare, misalnya, tidak akan serta-merta membeli setelah melihat iklan.

Mereka mungkin akan mencari review di YouTube, membaca artikel di blog, atau melihat testimoni di Instagram sebelum mengambil keputusan.

Artinya, jika bisnismu tidak memiliki kehadiran digital yang kuat, mereka bisa dengan mudah berpaling ke kompetitor yang lebih aktif membangun kepercayaan melalui konten.

Karena itu, sambil menjalankan iklan, pastikan kamu juga membangun strategi konten yang kuat.

Ini bisa dilakukan dalam bentuk video edukatif di media sosial, artikel blog yang membahas manfaat produk, atau bahkan kolaborasi dengan influencer yang memberikan ulasan jujur.

3. Jalankan Kampanye Retargeting

Foto ilustrasi dari Pexels

Sebuah studi menunjukkan bahwa hanya sekitar 2% pelanggan yang benar-benar membeli di kunjungan pertama.

Dengan kata lain, 98% lainnya mungkin masih ragu, ingin membandingkan produk, atau belum siap untuk membeli.

Di sinilah strategi retargeting menjadi sangat penting!

Dengan retargeting, kamu bisa menampilkan ulang iklan kepada orang-orang yang sebelumnya sudah berinteraksi dengan bisnismu.

Misalnya, jika seseorang sudah melihat halaman produk tetapi belum melakukan pembelian, mereka bisa diberikan iklan khusus dengan penawaran yang lebih menarik, seperti diskon untuk pembelian pertama atau testimoni dari pelanggan lain yang sudah puas.

Strategi ini jauh lebih efektif daripada terus menargetkan audiens baru yang belum familiar dengan brand-mu.

Baca Juga :  ICP Chain Fusion Hacker House Bali, Gebrakan Pada Dunia Teknologi Indonesia

4. Perkuat Hubungan Dengan Pelanggan Melalui Email Marketing

Foto ilustrasi dari Unsplash

Saat seseorang mengunjungi LP dan meninggalkan informasi kontak mereka, itu adalah peluang besar untuk terus berinteraksi hingga mereka siap membeli.

Salah satu cara terbaik untuk melakukan ini adalah melalui email marketing.

Email di sini bukan hanya sekadar alat promosi, tapi juga bisa menjadi sarana untuk memberikan edukasi tentang produk, membangun hubungan dengan pelanggan, dan menawarkan promo eksklusif.

Sebagai contoh, pelanggan yang belum menyelesaikan transaksi bisa dikirimkan email pengingat dengan insentif tambahan, seperti diskon atau bonus spesial.

Sedangkan pelanggan yang sudah membeli bisa diberikan rekomendasi produk lain yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Strategi seperti ini akan membantu meningkatkan loyalitas pelanggan, yang pada akhirnya akan membuat mereka melakukan pembelian berulang tanpa perlu terus-menerus mengeluarkan biaya untuk iklan baru.

5. Ambil Pelajaran Dari Data

Ilustrasi dari Pixabay

Menurut Google, 80% bisnis yang menggunakan strategi berbasis data mengalami pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang hanya mengandalkan insting saja.

Dengan menganalisis data, kamu akan bisa melihat iklan mana yang paling efektif, siapa audiens yang paling responsif, dan konten seperti apa yang mendapatkan engagement tertinggi.

Dari sini, strategi pemasaran kamu bisa terus disempurnakan untuk memberikan hasil yang lebih maksimal.

Kesimpulan

Iklan online memang penting untuk menarik pelanggan, tapi jika hanya mengandalkan iklan tanpa strategi pendukung/paralel, hasilnya akan jauh dari optimal.

Jadi, pastikan iklan yang kamu jalankan didukung oleh landing page yang siap menangkap konversi, strategi konten yang membangun kepercayaan, retargeting yang menyasar pelanggan potensial, email marketing yang menjaga hubungan, serta analisis data yang terus memperbaiki strategi pemasaran.

Kalau kamu merasa kesulitan mengelola semua ini sendiri, Sribu.com punya banyak freelancer digital marketing yang siap membantumu mengoptimalkan strategi bisnis dengan cara yang lebih efisien.

Jangan biarkan anggaran iklan terbuang sia-sia—gunakan strategi marketing paralel yang tepat agar penjualan bisa terus meningkat!

Berita Terkait

Sambut Lebaran, BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Mobil Baru untuk Perjalanan yang Lebih Berkualitas
Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran, Pastikan Arus Logistik & Penumpang Lancar
Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master
Pemantauan Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan dengan DJI Dock 3
Distribusi Material Konstruksi ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100
Deteksi Anomali Termal pada Aset Transmisi Listrik dengan Kamera Hikmicro
Distribusi Pupuk dan Agrokimia ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100
Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 11:00

Sambut Lebaran, BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Mobil Baru untuk Perjalanan yang Lebih Berkualitas

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:00

Pelindo Multi Terminal Siaga Lebaran, Pastikan Arus Logistik & Penumpang Lancar

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:00

Inspeksi Aset Bawah Laut di Fasilitas Migas dengan FIFISH E-Master

Jumat, 20 Maret 2026 - 02:00

Pemantauan Keamanan Hutan dan Deteksi Kebakaran Lahan dengan DJI Dock 3

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Distribusi Material Konstruksi ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Distribusi Pupuk dan Agrokimia ke Area Terpencil dengan DJI FlyCart 100

Jumat, 20 Maret 2026 - 01:00

Kuantifikasi Emisi Metana di Fasilitas Migas dengan Sensor SeekOps

Jumat, 20 Maret 2026 - 00:00

Mengatasi Ancaman Drone Tidak Sah dengan Anti Drone LZ Tech

Berita Terbaru