Bersiap untuk Rally Besar? Ini Alasan Mengapa Ethereum Bisa Tembus $9.000 di 2025 - Koran Mandalika

Bersiap untuk Rally Besar? Ini Alasan Mengapa Ethereum Bisa Tembus $9.000 di 2025

Minggu, 23 Maret 2025 - 19:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Ethereum (ETH) kembali jadi perbincangan hangat setelah investor institusi dan whale kripto menunjukkan akumulasi besar-besaran dalam beberapa bulan terakhir. 

Salah satu pemicu utama datang dari BlackRock, raksasa pengelola aset global, yang kini memegang lebih dari $1 miliar dalam bentuk ETH melalui dana BUIDL miliknya. Selain itu, tren teknikal juga menunjukkan bahwa Ethereum tengah menyentuh zona support krusial yang sebelumnya menjadi titik awal dua lonjakan besar.

Gabungan antara minat institusi, kepercayaan investor besar, dan indikator teknikal yang kuat menjadi alasan mengapa banyak analis mulai percaya bahwa Ethereum berpeluang menembus harga $9.000 pada 2025.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

BlackRock Pegang Lebih dari $1 Miliar ETH lewat Dana BUIDL

BlackRock, melalui dana tokenisasi bernama BUIDL Fund, tercatat telah mengelola Ethereum senilai lebih dari $1,145 miliar per 23 Maret 2025.

Sumber: Token Terminal

Angka ini naik tajam dari sekitar $990 juta hanya dalam waktu seminggu. Dana tersebut sebagian besar difokuskan ke Ethereum, meskipun memiliki eksposur juga di jaringan lain seperti Avalanche, Polygon, Arbitrum, Aptos, dan Optimism.

Fokus utama pada Ethereum menunjukkan kepercayaan kuat terhadap jaringan ini sebagai infrastruktur utama dalam pengembangan tokenisasi aset dunia nyata (Real World Assets/RWA), sebuah tren yang terus berkembang di sektor keuangan global.

Whale Ethereum Lakukan Akumulasi Besar-Besaran

Tak hanya dari institusi, data blockchain juga memperlihatkan pergerakan signifikan dari kelompok investor besar. 

Menurut platform analitik Nansen, jumlah dompet Ethereum yang menyimpan antara 1.000 hingga 10.000 ETH meningkat 5,65% sejak Maret 2024. Sementara itu, dompet dengan kepemilikan 10.000 hingga 100.000 ETH tumbuh lebih besar lagi, mencapai 28,73%.

Baca Juga :  Beli USDT di P2P: Opsi Praktis dan Cepat untuk Pengguna Crypto di Indonesia

Sumber: Nansen

Pertumbuhan ini mencerminkan akumulasi strategis oleh para whale—investor besar yang biasanya masuk lebih awal sebelum pergerakan harga yang signifikan terjadi. Ini menjadi sinyal penting bahwa pasar melihat prospek jangka panjang Ethereum sebagai positif.

Sinyal Teknikal Mengindikasikan Potensi Rebound Besar

Dari sisi teknikal, Ethereum saat ini sedang menguji kembali garis tren naik jangka panjang yang telah terbentuk sejak era krisis COVID-19. 

Menariknya, garis tren ini sudah dua kali menjadi titik pantul dari penurunan besar: saat krisis LUNA dan peretasan Bybit, yang masing-masing diikuti oleh kenaikan harga ETH sebesar 1.400% dan 270%.

Kondisi saat ini menunjukkan pola yang serupa. Jika Ethereum kembali bangkit dari garis tren tersebut, target harga yang berpotensi dicapai dalam jangka menengah adalah $3.438, sebelum melanjutkan ke $7.543, dan bahkan $11.648 berdasarkan analisis Fibonacci. 

Namun, banyak analis menyebut angka $9.000 sebagai target yang paling masuk akal untuk 2025. Saat artikel ini ditulis, harga ETH USDT di market Bittime berada di level $2010,44, naik 0.87% dalam semalam. 

Sumber: harga ETH/USDT di Market Bittime

Fundamental Ethereum Makin Kuat, Dukungan Layer 2 Ikut Dorong Momentum

Selain sinyal teknikal, kekuatan fundamental Ethereum juga tak bisa diabaikan. Jaringan ini terus menjadi pilihan utama dalam pengembangan aplikasi terdesentralisasi, DeFi, dan tokenisasi aset. Ekosistem Layer 2 seperti Arbitrum dan Optimism juga ikut memperkuat skalabilitas Ethereum dengan biaya transaksi yang lebih efisien.

Baca Juga :  Mengapa Menginvestasikan dalam Sistem Penjadwalan Ruang Adalah Kunci untuk Efisiensi Kantor

Di sisi lain, ETF spot Ethereum yang masih dalam proses persetujuan di Amerika Serikat bisa menjadi katalis tambahan untuk lonjakan harga, karena akan membuka pintu bagi lebih banyak investor institusional untuk masuk secara legal dan aman.

Kesimpulan

Kombinasi antara kepemilikan besar oleh BlackRock, akumulasi whale, kekuatan teknikal, dan fundamental yang solid membuat Ethereum berada di posisi strategis untuk mengalami lonjakan harga berikutnya.

Jika tren ini berlanjut, Ethereum bukan hanya akan menembus $3.000-an seperti saat ini, tetapi sangat mungkin mencapai $9.000 di tahun 2025.

Bagi investor ritel yang tidak ingin tertinggal momentum ini, memantau pergerakan Ethereum dan altcoin lainnya bisa dilakukan dengan mudah melalui Bittime. Bittime adalah aplikasi investasi kripto yang menyediakan akses, edukasi, dan keamanan untuk pengguna dari berbagai level pengalaman. Dengan fitur lengkap dan user interface yang ramah, Bittime menjadi tempat yang tepat untuk memulai atau memperluas strategi investasi kripto kamu.

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Berita Terkait

Perkuat Harkamtibmas dan Bangun Kepercayaan Publik, Kepemimpinan Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Dapat Apresiasi Komisi III DPR RI
Pengalaman Study Abroad Mahasiswa BINUS UNIVERSITY di Dua Universitas Jepang
Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Krekot Layani Nasabah dengan Mengenakan Pakaian Nasional
PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia
Bittime Catatkan Lonjakan Swap USDT/IDR Hingga 57% Di Tengah Tekanan Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS
Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global
Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan
Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 09:00

Perkuat Harkamtibmas dan Bangun Kepercayaan Publik, Kepemimpinan Kapolda NTT Irjen Rudi Darmoko Dapat Apresiasi Komisi III DPR RI

Kamis, 23 April 2026 - 09:00

Pengalaman Study Abroad Mahasiswa BINUS UNIVERSITY di Dua Universitas Jepang

Kamis, 23 April 2026 - 09:00

Peringati Hari Kartini, Frontliner BRI Branch Office Krekot Layani Nasabah dengan Mengenakan Pakaian Nasional

Rabu, 22 April 2026 - 20:00

PTPN I, Subholding Perkebunan Nusantara Dorong Mitra Binaan Tembus Kompetisi Kopi Dunia

Rabu, 22 April 2026 - 18:00

Pelindo Terminal Petikemas Tunjukkan Kinerja Positif di Tengah Gejolak Global

Rabu, 22 April 2026 - 17:00

Tembaga Punya Peran Krusial, Ini 3 Sektor Paling Membutuhkan

Rabu, 22 April 2026 - 17:00

Telkom AI Center Makassar dan GDGoC UNM Latih 20 Talenta Muda di Bidang Robotics dan IoT

Rabu, 22 April 2026 - 16:00

Telkom AI Center Usung Human-in-the-Loop dalam Penguatan Talenta AI melalui Workshop METC

Berita Terbaru

NTB Terkini

Satu JCH Lombok Tengah Gagal Berangkat ke Tanah Suci

Kamis, 23 Apr 2026 - 06:46