Seruan Hari Bumi untuk Pelestarian: Permata Alam Tersembunyi di Indonesia - Koran Mandalika

Seruan Hari Bumi untuk Pelestarian: Permata Alam Tersembunyi di Indonesia

Selasa, 22 April 2025 - 11:01

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Earth Day atau Hari Bumi menjadi pengingat penting akan tanggung jawab kita untuk menjaga dan merawat kekayaan alam planet ini. Hari ini menjadi momen refleksi untuk mempererat hubungan dengan Bumi dan menginspirasi generasi mendatang untuk terus merawat tempat tinggal kita bersama

Sebagai negara kepulauan yang kaya akan keindahan alam, Indonesia memiliki keanekaragaman hayati luar biasa dan ekosistem yang kaya. Beberapa destinasi wisata Indonesia yang telah populer di telinga turis international, seperti Danau Toba di Sumatera Utara, Pulau Komodo di Labuan Bajo, dan Nusa Penida di Bali.  Untuk itu, lebih dari sekadar mengagumi keindahan alam dari destinasi-destinasi ini, tetapi juga penting untuk melindungi dan melestarikannya.

Permata Alam Tersembunyi di Indonesia yang Layak Dilestarikan

<img style="width: 100%;" src="https://imagedelivery.net/H6_s_Eb_ylTWnSEV3HlmYQ/bbd83c1c-29f0-4c07-0273-6929a1d32e00/public" alt="Taman Nasional Wakatobi, Sulawesi Tenggara” />

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di luar dari destinasi populer, Indonesia menyimpan banyak permata alam tersembunyi yang masih jarang terjamah. Tempat-tempat ini menawarkan keindahan alam yang memukau sekaligus memiliki nilai konservasi yang sangat penting. Dalam momen perayaan Hari Bumi 2025, mari kita eksplorasi beberapa destinasi tersembunyi di Indonesia yang tidak hanya memanjakan mata, namun juga membutuhkan perhatian kita untuk dijaga kelestariannya. Banyak dari destinasi berikut mengedepankan konsep pariwisata berkelanjutan. 

Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Kepulauan yang terletak di perairan Sulawesi Tenggara ini boleh jadi adalah surganya para penyelam. Ini dilihat dari sumber daya terumbu karang dan ekosistem bawah laut Kepulauan Wakatobi yang kaya. Selain keindahan lautnya, masyarakat lokal menjaga tradisi mereka dengan hidup di rumah panggung dan melestarikan adat istiadat yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Baca Juga :  Hisense Tampilkan Kekuatan Teknologi AI Lewat Pesan “AI YOUR LIFE” di FIFA Club World Cup 2025™

Tanjung Ringgit, Lombok Tenggara

Di Lombok Tenggara, Tanjung Ringgit memikat dengan pantai-pantainya yang asri, tebing kapur yang menjulang megah, dan pasir merah muda yang terbentuk dari hasil ekosistem karang yang terjaga. Dengan hanya 10% wilayah yang dikembangkan, kawasan ini fokus pada ekowisata, sementara sisanya didedikasikan untuk pelestarian lingkungan, pertanian, dan kehutanan.

Tangkahan, Pengalaman Ekowisata

Tangkahan, sebuah destinasi ekowisata di Langkat, Sumatera Utara, yang berada di pertemuan Sungai Buluh dan Batang. Tangkahan ini dikelilingi Taman Nasional Gunung Leuser.  Selain dikenal dengan populasi gajah Sumatera yang diselamatkan dari konflik manusia-satwa, tempat ini juga menyuguhkan hutan hujan lebat, air terjun, gua, pemandian air panas, serta satwa liar seperti orangutan. Gajah-gajah di sini turut berperan dalam patroli hutan sebagai bagian dari upaya konservasi.

Danau Labuan Cermin, Kalimantan Timur

Danau dengan pemandangan airnya yang begitu jernih dan memukau ini berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Danau ini terkenal akan kejernihan airnya, sehingga bisa memantulkan pemandangan di sekitarnya lewat permukaan air. Danau Labuan Cermin memiliki dua lapisan air, yaitu air tawar dan air asin, yang menciptakan pengalaman unik di lingkungan yang masih alami.  

Air Terjun Sipiso Piso

Di atas Danau Toba, Sumatera Utara, Air Terjun Sipiso Piso menjulang setinggi 120 meter. Air terjun ini menjatuhkan airnya ke lembah hijau yang ada di bawahnya. Pemandangan panoramanya yang menawan, memberikan pengalaman tenang sekaligus menjadi akses menuju keajaiban alam di sekitarnya.

Baca Juga :  Lebih dari 4.500 Mahasiswa UPN Veteran Jakarta Belajar Berpikir Kritis di Era AI

Mengapa Penting Melindungi Destinasi Alam?

Image

Industri pariwisata memang memberikan kontribusi besar bagi perekonomian lokal. Misalnya, seperti di Bali, pariwisata menyumbang 61% dari pendapatan daerah. Namun, sisi gelapnya, pariwisata juga berkontribusi sebesar 8% hingga 11% pada emisi gas rumah kaca global setiap tahun.

Maka, pelestarian dari destinasi-destinasi alam ini bukan hanya untuk melindungi keindahan alam, tetapi juga mendukung kesejahteraan masyarakat lokal yang bergantung pada kelestarian dari lingkungan tempat tinggalnya.

Tips Perjalanan Ramah Bumi

Image

1. Pilih Akomodasi Ramah Lingkungan: cari tempat menginap dan operator tur yang mengutamakan keberlanjutan.

2. Kurangi Limbah: gunakan barang-barang yang dapat digunakan ulang seperti botol minum dan tas belanja.

3. Hormati Adat dan Alam Lokal: ikuti pedoman lokal dan jangan mengganggu satwa liar atau habitat alami.

4. Dukung Komunitas Lokal: belilah produk buatan lokal dan ikuti kegiatan yang melibatkan masyarakat setempat.

5. Nikmati Perjalanan: nikmati perjalanan dengan fokus pada kualitas pengalaman, bukan kuantitas.

Pada Hari Bumi ini, mari kita ambil langkah nyata untuk melestarikan permata alam tersembunyi Indonesia. Keindahan alam ini adalah warisan yang harus kita jaga dengan penuh tanggung jawab. Dengan menerapkan praktik perjalanan berkelanjutan, mendukung komunitas lokal, dan menghormati alam, kita dapat memastikan keajaiban ini tetap lestari untuk generasi mendatang.

Berita Terkait

Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga
Sambut Mudik Lebaran 2026, 16 Ribuan Tiket KA Reguler Keberangkatan Daop 4 Semarang Telah Terjual
KAI Daop 4 Semarang Perkuat Layanan Kesehatan Pegawai melalui Kolaborasi dengan Primaya Hospital

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:22

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:49

Bersiap Menghadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:07

Antara by Sleeping Lion: Hunian Mewah di Dataran Tinggi

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:27

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

Senin, 9 Februari 2026 - 17:13

Media X Space Menempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia

Berita Terbaru