MELIHAT PELUANG DARI BISNIS “KERING” : BAGAIMANA JOSSHHUA DAPATKAN MILYARAN DARI PROPERTI? - Koran Mandalika

MELIHAT PELUANG DARI BISNIS “KERING” : BAGAIMANA JOSSHHUA DAPATKAN MILYARAN DARI PROPERTI?

Kamis, 22 Mei 2025 - 16:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah banyaknya narasi bahwa bisnis properti mulai ditinggalkan karena mahal, kompleks, dan menyita waktu, Josshhua Abraham Sutanto justru menemukan arah berbeda. Bukannya menjauh, ia malah menyelaminya lebih dalam.
Perjalanannya puluhan tahun bergelut dengan bisnis properti membawanya pada penemuan sistem yang membuat properti terus bertumbuh dan bekerja untuk kita secara otomatis, bukan sebaliknya.

Dari Uang Besar ke Arus Kecil yang Konsisten

Josshhua memulai kariernya dari dunia IT dan akuntansi, lalu beralih ke bisnis teknologi dan properti. Secara angka, bisnisnya sempat mencetak miliaran, tetapi ketika ia mengajukan pinjaman ke bank, ia ditolak. Kenapa? Karena tidak ada cash flow harian.

“Uangnya besar, tapi datang sesekali. Bank nggak bisa analisa,” kenangnya. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari situ, Josshhua menyadari bahwa stabilitas arus kas lebih penting daripada ledakan sesaat. Ia mulai mengalihkan fokus dari pendapatan besar ke pendapatan kecil yang konsisten. Dari situ pula lahirlah konsep yang ia perjuangkan sampai hari ini: “passive cash profit”.

Bukan Sekadar Passive Income

Passive income belum tentu artinya bebas. Josshhua belajar itu dari pengalaman pribadi. Meski punya income pasif, kalau sistemnya tidak tertata, waktu dan tenaganya tetap terkuras. Maka lahirlah evolusi doanya: dari “passive income,” menjadi “passive profit,” lalu disempurnakan menjadi “my passive cash profit.”

Baca Juga :  Rayakan Semangat Hari Anak, LRT Jabodebek Gelar Lomba Dongeng Bertema Transportasi Publik

Sebuah sistem yang bukan hanya mendatangkan uang, tapi membebaskan waktu, energi, dan mental. Sesuatu yang membuatmu tidur nyenyak, tanpa perlu khawatir dengan arus kas yang terus berjalan otomatis.

Sistem yang “Mengobati” Masalah

Tak sedikit luka yang ia alami datang dari properti juga: dari pengelola kos yang berbuat curang hingga operator harian yang memanipulasi data. Alih-alih terpuruk, Josshhua selalu menganggap masalah yang ia temui dalam bisnis sebagai bahan bakar pembelajaran. Dari kegagalan itu, Josshhua menciptakan sistem cashless untuk memetakan arus kas, hingga akhirnya membangun framework 5D:

1. Dream (berani bermimpi besar)

2. Delete (hapus atau singkirkan masalah inefektivitas)

3. Digitize (otomatisasi sistem)

4. Delegate (delegasikan tugas ketika sistem sudah siap)

5. Distinctive (jadikan model bisnis Anda berbeda dari yang lain)

Framework ini ia gunakan untuk membantu orang lain mengelola aset, bisnis, dan keuangan, terutama yang ingin tetap berkutat di properti tapi tanpa repot.

Sistem yang Josshhua perkenalkan ini, ia sebut sebagai “Autoscale Growth” yang memastikan pertumbuhan properti dan sistem digital yang membuat investasi properti berjalan secara otomatis. Automation di sini bukan sekadar teknologi, tapi cara berpikir. Sebelum otomasi, sistem sudah harus efisien terlebih dahulu.

Baca Juga :  ZAP Hadirkan Deteksi Kulit Berbasis AI, Bantu Rekomendasikan Perawatan Terpersonalisasi

“Kalau sistem kamu belum efisien, automation hanya akan menggandakan kekacauan,” ujarnya.

Josshhua membagikan mindset dan teknik ini kepada lebih banyak orang melalui program webinar dan seminar Property Autoscale Growth Mastery yang telah diikuti ratusan property owner di Indonesia.

Hari ini, ia bukan hanya pengusaha, tapi juga mentor dan pembicara. Bukan karena paling benar, tapi karena pernah salah dan akhirnya bangkit dan memperbaiki.

Saatnya Berhenti Mengejar Uang, dan Membuat Uang Mengejarmu

Dengan pembawaan humoris dan aura positif yang menular, Josshhua kerap membuat orang lupa bahwa ia adalah seseorang yang sudah berkali-kali jatuh dalam bisnisnya. Tapi justru dari kegagalan-kegagalan itulah ia menemukan celah tak terduga: bahwa yang perlu diubah bukan model bisnisnya, melainkan mindset dan sistemnya.

Kisah Josshhua mengajak kita berpikir ulang soal properti. Bukan tentang punya aset banyak, tapi apa aset itu bekerja untuk kita atau sebaliknya. Bisnis ini belum mati, hanya butuh cara pandang baru.

Dan bagi mereka yang siap mendengar, Josshhua hadir bukan sebagai jawaban, tetapi sebagai penunjuk arah yang pernah tersesat. Selalu ada jalan keluar selalu ada bagi yang mau belajar dan bertumbuh.

Berita Terkait

Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya
FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau
Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah
CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis
JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan
Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures
Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO
Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:02

Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Berita Terbaru