Januari–Mei 2025 KAI Catat Angkutan Barang 27,73 Juta Ton, Perkuat Peran Strategis dalam Sistem Logistik Nasional - Koran Mandalika

Januari–Mei 2025 KAI Catat Angkutan Barang 27,73 Juta Ton, Perkuat Peran Strategis dalam Sistem Logistik Nasional

Minggu, 8 Juni 2025 - 18:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan pertumbuhan positif pada layanan angkutan barang selama periode Januari hingga Mei 2025 dengan total volume sebesar 27.731.631 ton, atau meningkat 3% dibandingkan capaian tahun sebelumnya yang berjumlah 27.013.457 ton. Peningkatan ini mencerminkan kinerja yang konsisten dan adaptif dalam menjawab kebutuhan logistik nasional, sekaligus memperkuat kesiapan KAI menghadapi implementasi penuh kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada tahun 2026 mendatang.

“Peningkatan volume angkutan ini menegaskan peran strategis KAI dalam mendukung ketahanan energi nasional, efisiensi distribusi logistik, serta pembangunan ekonomi daerah,” ujar Vice President Public Relations KAI Anne Purba.

Untuk memperkuat peran tersebut, KAI telah menyusun proyeksi pertumbuhan dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) hingga 2029, di mana total volume angkutan batu bara ditargetkan mencapai 111,2 juta ton, dan komoditas non-batu bara sebesar 10,9 juta ton. Kawasan Sumatera bagian selatan diperkirakan menjadi kontributor utama dengan potensi tambahan volume sebesar 27,8 juta ton, sementara pengembangan Terminal Tarahan II ditargetkan menyerap hingga 18 juta ton. Selain itu, ekspansi fasilitas operasional di Kertapati juga diproyeksikan memberikan kontribusi tambahan sebesar 7 juta ton, sehingga secara keseluruhan, pertumbuhan angkutan barang KAI diproyeksikan meningkat hingga 15% pada tahun 2029.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertumbuhan ini didukung oleh sejumlah keunggulan moda kereta api dibanding angkutan jalan raya, terutama dalam konteks kebijakan ODOL. Dari sisi kapasitas, kereta api mampu mengangkut muatan dalam skala besar secara efisien. Di Pulau Jawa, satu rangkaian kereta barang dapat membawa hingga 30 gerbong datar, masing-masing berkapasitas 42 ton. Sementara di Sumatera Selatan, efisiensi lebih maksimal dengan satu rangkaian kereta batu bara yang mampu menarik hingga 61 gerbong dalam satu perjalanan,” tambah Anne.

Baca Juga :  Bitcoin Sentuh Rekor Tertinggi! Apakah Bull Run Baru Sudah Dimulai?

Keunggulan lainnya adalah ketepatan waktu. Kereta api beroperasi berdasarkan jadwal yang pasti dan melintas di jalur khusus rel, sehingga bebas dari hambatan lalu lintas yang kerap mempengaruhi moda transportasi jalan raya. Hal ini memberikan kepastian waktu tempuh bagi para pelanggan, khususnya pelaku industri yang sangat bergantung pada keandalan pengiriman barang dalam menjaga stabilitas rantai pasok.

“KAI juga menempatkan standar tinggi dalam aspek keselamatan dan keandalan layanan. Seluruh operasional dijalankan oleh sumber daya manusia bersertifikat dari Kementerian Perhubungan, didukung dengan inspeksi berkala terhadap sarana dan prasarana. Jalur rel yang eksklusif turut meminimalkan potensi gangguan dari luar, termasuk pungutan liar yang masih menjadi kendala dalam sistem logistik berbasis jalan raya,” tukas Anne.

Tren positif kinerja angkutan barang semakin terlihat pada capaian Mei 2025, di mana KAI membukukan volume sebesar 6.102.072 ton, naik 1,7% dibandingkan Mei 2024 yang mencapai 6.000.604 ton. Dari keseluruhan angkutan selama lima bulan pertama, batu bara masih mendominasi dengan kontribusi 23.010.266 ton, atau 82,97% dari total volume. Komoditas ini menjadi tulang punggung dalam mendukung pasokan pembangkit listrik, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Baca Juga :  Trio Go Through: Kisah 3 Mahasiswa Ubah Tantangan Desa Leuwimalang Menjadi Inovasi Pengembangan Literasi Digital

Tak hanya itu, pertumbuhan signifikan juga tercermin pada komoditas pupuk. Selama Januari hingga Mei 2025, KAI mencatat angkutan pupuk sebesar 13.230 ton, meningkat tajam hingga 94% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 6.810 ton. Secara khusus, pada bulan Mei 2025 saja, volume pupuk yang diangkut mencapai 4.110 ton, naik 26,85% dibandingkan 3.240 ton pada Mei 2024. Peningkatan ini menjadi bagian penting dari dukungan KAI terhadap agenda ketahanan pangan nasional, melalui optimalisasi pengiriman pupuk ke sentra-sentra pertanian.

Sementara itu, layanan logistik retail seperti Barang Hantaran Paket (BHP) dan Parcel juga menunjukkan kinerja positif. Volume pengiriman melalui komoditi ini tercatat sebesar 97.889 ton sepanjang Januari–Mei 2025, tumbuh 16% dari capaian tahun sebelumnya yang berjumlah 84.391 ton. Lonjakan ini mengindikasikan meningkatnya kepercayaan masyarakat, khususnya pelaku UMKM, terhadap layanan logistik kereta api yang terbukti cepat, aman, dan kompetitif untuk pengiriman antarwilayah.

“Dengan capaian kinerja yang solid dan kesiapan menghadapi implementasi penuh kebijakan Zero ODOL 2026, KAI akan terus memperkuat peran sebagai enabler logistik nasional yang andal untuk mendorong distribusi energi, pangan, dan komoditas strategis secara merata hingga ke pelosok negeri,” tutup Anne.

ImageImage

Berita Terkait

Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global
60% Investor Kripto RI Usia Muda, Gen Z Paling Agresif Bertransaksi
BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan
Dari FX hingga Obligasi, Ini Kunci OCBC Jadi Rising Star
Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia
Bangkit dari Trauma Scam, Pria Ini Buktikan 7 Tahun Trading Aman di HSB Investasi
KAI Logistik Perluas Portofolio Layanan Bisnis melalui Angkutan CPO di Sumatera Utara
Experience Japan Through Sake: byFood and KOKUBU Launch Exclusive Brewery Journey for International Travelers

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 13:00

Indonesia–India Perkuat Aliansi Tekstil, Diplomasi dan Industri Bersatu Hadapi Tantangan Global

Rabu, 15 April 2026 - 12:00

60% Investor Kripto RI Usia Muda, Gen Z Paling Agresif Bertransaksi

Rabu, 15 April 2026 - 12:00

BRI Finance Bukukan Laba Rp91 Miliar di Tengah Dinamika Industri Pembiayaan

Rabu, 15 April 2026 - 12:00

Dari FX hingga Obligasi, Ini Kunci OCBC Jadi Rising Star

Rabu, 15 April 2026 - 11:00

Dari Bauksit ke Baterai EV, MIND ID Bangun Rantai Hilirisasi Menuju Industri Masa Depan Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 11:00

KAI Logistik Perluas Portofolio Layanan Bisnis melalui Angkutan CPO di Sumatera Utara

Rabu, 15 April 2026 - 11:00

Experience Japan Through Sake: byFood and KOKUBU Launch Exclusive Brewery Journey for International Travelers

Rabu, 15 April 2026 - 10:00

Bianka: Angklung Otomatis yang Bawa Budaya Indonesia ke Level Teknologi

Berita Terbaru