Dari Gagal Mengelola ke Mengelola Tanpa Gagal: Transformasi Josshhua Sutanto Membangun Properti dengan Sistem - Koran Mandalika

Dari Gagal Mengelola ke Mengelola Tanpa Gagal: Transformasi Josshhua Sutanto Membangun Properti dengan Sistem

Kamis, 3 Juli 2025 - 11:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat banyak orang lari dari industri properti karena merasa terlalu kompleks, mahal, atau melelahkan, Josshhua Abraham Sutanto justru melangkah lebih dalam. Bukan karena ia tak pernah gagal, justru karena ia pernah jatuh begitu dalam, dan menemukan satu hal yang tak banyak orang sadari:
“Bukan propertinya yang salah, tapi cara kita mengelolanya,” jelasnya dalam dokumenter bersama Sekali Seumur Hidup.

Bukan Kurang Aset, Tapi Kurang Sistem

Beberapa tahun lalu, Josshhua merasa telah berada di puncak. Ia punya beberapa properti bernilai tinggi. Namun, ketika butuh likuiditas dan mengajukan pinjaman, bank menolak.

Kenapa?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena tidak ada arus kas harian. Tidak ada bukti sistem berjalan. Asetnya besar, tapi tak hidup. Itulah momen titik balik: ia menyadari bahwa yang dibutuhkan bukan sekadar punya properti, tapi mengelola agar properti juga bisa jadi aset yang likuid.

Dan dari kegagalan itu, lahirlah tekad baru: membangun properti yang bisa jalan sendiri, menghasilkan cashflow konsisten, dan tidak mematikan waktu hidup pemiliknya.

Dari Tekanan Datang Sistem: Lahirnya AutoScale

Di masa sulit, Josshhua mencoba berbagai pendekatan. Ia pernah rugi karena propertinya dikelola oleh orang yang tidak jujur, juga pernah kelimpungan karena semua data masih manua dan stress karena semuanya tergantung pada dirinya sendiri.

Baca Juga :  BINUS UNIVERSITY Perguruan Tinggi Swasta Nomor 1 di Indonesia Yang Berkontribusi Dalam Riset Lintas Disiplin

Akan tetapi, dari berbagai tekanan itu, justru lahirlah sistem yang menjawab semua pernasalahan yang ia temui.

Satu demi satu komponen ia rapikan, lalu disusun ulang. Ia tak lagi berpikir “gimana caranya saya kontrol semua ini?”, tapi “gimana caranya ini tetap jalan tanpa saya?”

Inilah awal dari sistem yang ia sebut AutoScale Growth. Sebuah pola kerja properti yang membuat aset tetap tumbuh dan mengalirkan keuntungan tanpa membuat pemiliknya terjebak dalam operasional harian.

5D: Framework yang Lahir dari Krisis

Sistem ini tidak muncul dari ruang seminar, tapi dari ruang kegagalan. Josshhua merumuskan ulang segalanya ke dalam framework 5D:

Dream – Tetapkan tujuan besar, jangan sekadar ‘punya properti’.

Delete – Singkirkan semua yang bikin bocor waktu & uang.

Digitize – Ubah semua jadi sistematis dan otomatis.

Delegate – Bagi peran, biar bisnis nggak berhenti karena 1 orang.

Distinctive – Jadikan properti punya keunikan agar dicari, bukan dicari-cari.

Framework ini bukan teori kosong. Ia telah mempraktikkannya sendiri, dan kini mengajarkan ke banyak pemilik properti di berbagai kota lewat program Property AutoScale Mastery.

Otomasi Bukan Tools, Tapi Filosofi

Salah satu hal yang paling sering Josshhua tekankan: “Automation is not software. It’s mindset.”

Banyak orang mengira sistem otomatis berarti beli aplikasi mahal. Padahal, kalau cara pikir dan alurnya masih berantakan, teknologi hanya memperbesar kekacauan.

Baca Juga :  EVP KAI Daop 8 Surabaya Tinjau Tiga Stasiun, Pastikan Layanan dan Antisipasi Hujan

Bagi Josshhua, otomasi berarti menciptakan properti yang bekerja untuk kita, bukan sebaliknya.

Saatnya Ubah Cara Pandang

Dalam banyak kelasnya, Josshhua sering bertemu pemilik properti yang lelah. Punya banyak unit, tapi justru terjebak dalam pengelolaan yang serampangan. Punya passive income, tapi tak benar-benar bisa istirahat karena disibukkan oleh perawatan properti. Karena itu, ia membawa satu pesan utama:

“Properti bukan soal besar-kecil aset, tapi soal bagaimana ia berdampak pada hidupmu: apakah kamu masih punya waktu dan ketenangan?”

Hari ini, ia tidak sekadar membangun properti. Ia membangun cara berpikir baru, cara bekerja baru, dan sistem yang bisa diwariskan. Karena ia percaya, keberhasilan dalam properti bukan diukur dari jumlah unit, tapi dari seberapa besar aset itu memberimu hidup yang lebih baik.

“Mungkin yang perlu diubah bukan asetnya, tapi sistemnya.”

Josshhua pernah ada di titik itu, dan kini ia membantu orang lain membenahi manajemen, menata ulang cashflow, dan membangun sistem yang bisa bertahan bahkan saat pemiliknya sedang istirahat.

Bukan tentang “gimana punya banyak”, tapi “gimana yang kita punya bisa benar-benar bekerja”.

Kalau kamu ingin belajar cara properti bisa bekerja sendiri tanpa kamu jadi karyawan di dalamnya, mungkin inilah saatnya bertemu Josshhua.

Berita Terkait

Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:22

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:49

Bersiap Menghadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:49

Dukung Infrastruktur Pendidikan Tinggi, PTPP Rampungkan Gedung FISIP UPN Veteran Jawa Timur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:27

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

Senin, 9 Februari 2026 - 17:13

Media X Space Menempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia

Berita Terbaru