RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON) dan Siemens Healthineers Indonesia Menyusun Masa Depan Pelayanan Gawat Darurat Stroke - Koran Mandalika

RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON) dan Siemens Healthineers Indonesia Menyusun Masa Depan Pelayanan Gawat Darurat Stroke

Kamis, 17 Juli 2025 - 17:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON) dan Siemens Healthineers Indonesia telah berhasil menyelesaikan studi kelayakan yang komprehensif untuk Mobile Stroke Unit (MSU) — sebuah terobosan baru yang dapat mengubah penanganan gawat darurat stroke di Indonesia.

(Dari kiri ke kanan) dr. Adin Nulkhasanah Sp.S, MARS, Direktur Utama RS PON, Alfred Fahringer, Presiden Direktur Siemens Healthineers Indonesia, dan dr. Obrin Parulian, M. Kes. Direktur Pelayanan Klinis, pada acara Serah Terima Studi Kelayakan Mobile Stroke Unit (MSU) di Hotel The St. Regis, Jakarta, pada 15 Juli 2025.

Stroke masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas di Indonesia. Penanganan yang tepat waktu — terutama untuk stroke iskemik akut — sangat penting untuk mencegah kerusakan jaringan otak permanen atau kematian. Menyadari kebutuhan mendesak akan penanganan stroke yang lebih cepat, RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono (RSPON) dan Siemens Healthineers Indonesia telah berhasil menyelesaikan studi kelayakan yang komprehensif untuk Mobile Stroke Unit (MSU) — sebuah terobosan baru yang dapat mengubah penanganan gawat darurat stroke di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Studi ini menilai kelayakan secara klinis, teknis, operasional, kebijakan, serta finansial dari penggunaan Mobile Stroke Unit di Jakarta. Tidak seperti ambulans tradisional, MSU dirancang sebagai kendaraan medis berkapasitas tinggi yang dilengkapi dengan CT scan portabel, sistem telemedicine, serta tim spesialis yang mampu mendiagnosis dan memulai perawatan langsung di lokasi darurat–jauh sebelum pasien tiba di rumah sakit.

Baca Juga :  TREELOGY: AN INDONESIAN BRAND REDEFINING REGENERATIVE WELLNESS

Diskusi panel mengenai studi kelayakan Mobile Stroke Unit, sebuah terobosan baru yang dapat mengubah penanganan gawat darurat stroke di Indonesia dan mengoptimalkan penanganan pasien pada masa Golden Hour. Narasumber dari kiri ke kanan: dr. Reza Aditya Arpandy, Sp.N, Subsp. NIOO(K) sebagai Lead Investigator, dr. Adin Nulkhasanah Sp.S, MARS sebagai Direktur Utama RS PON, dr. Obrin Parulian, M. Kes. sebagai Direktur Pelayanan Klinis, Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dipandu oleh moderator dari Siemens Healthineers Indonesia.

Berdasarkan temuan penelitian studi kelayakan ini, MSU (Mobile Stroke Unit) berpotensi meningkatkan hasil penanganan stroke secara signifikan di Jakarta. MSU dapat mengurangi waktu door-to-needle (penghitungan waktu ketika pasien tiba di Rumah Sakit hingga mendapatkan penanganan stroke yang tepat) sebesar 38,8% dan waktu door-to-CT (penghitungan waktu ketika pasien tiba di Rumah Sakit menuju fasilitas CT) sebesar 34,9%, sehingga memungkinkan intervensi yang lebih cepat pada saat awal serangan stroke yang kritis dan krusial. Percepatan perawatan ini diharapkan dapat meningkatkan proporsi pasien yang mencapai kemandirian fungsional dalam tiga bulan setelah perawatan. Studi menunjukkan bahwa penggunaan MSU dapat meningkatkan tingkat kemandirian pasien hingga 70,3%, dibandingkan 62,4% dengan penanganan konvensional.

Selain itu, dengan meminimalkan disabilitas jangka panjang, MSU dapat membantu mengurangi biaya perawatan kesehatan secara keseluruhan hingga 20% per tahun. Cakupan wilayahnya – hingga radius 20 km – juga menjanjikan peningkatan akses terhadap diagnosis dan pengobatan stroke yang tepat waktu di beberapa wilayah terpadat di Jakarta.

Baca Juga :  Squidl Tampil Sebagai Finalis ETHGlobal Singapore 2024, Bawa Nama Indonesia di Kancah Hackathon Global

“Kami bangga dapat menyelesaikan studi kelayakan yang penting ini, yang menandai awal dari perjalanan transformatif dalam perawatan stroke. Mobile Stroke Unit, setelah diimplementasikan, dapat secara signifikan mengurangi disabilitas jangka panjang, meningkatkan tingkat kelangsungan hidup, dan menghadirkan layanan spesialis lebih dekat kepada mereka yang membutuhkan penanganan segera,” tutur dr Adin Nulkhasanah Sp.S, MARS, Direktur RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono.

Meskipun MSU belum beroperasi, selesainya studi kelayakan ini memberikan dasar yang kuat untuk bergerak menuju implementasi percontohan – yang dimulai di Jakarta. Inisiatif ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi multi-sektor yang melibatkan penyedia layanan kesehatan, layanan gawat darurat, otoritas kesehatan, dan mitra teknologi.

“Penelitian ini menegaskan kembali keyakinan kami bahwa teknologi, ketika dipandu oleh wawasan klinis dan prioritas kesehatan masyarakat, dapat mendorong perubahan yang berdampak besar. Mobile Stroke Unit tidak hanya layak secara teknis, tetapi juga memiliki potensi untuk mendefinisikan ulang perawatan darurat di Indonesia. Siemens Healthineers merasa terhormat untuk mendukung terobosan ini,” pungkas Alfred Fahringer, Presiden Direktur Siemens Healthineers Indonesia.

Berita Terkait

Sajiva Residence Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Sukamakmur
Jumat Berkah RTD X DIAMOND Fair di BRI Region 6, Dorong Transaksi Digital melalui BRImo dan QRIS
BRI Region 6 Ikuti Puncak Peringatan HUT SP BRI Secara Daring, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan
Pengajian Rutin Jumat BRI Region 6 Angkat Tema Sholat Sunah, Tingkatkan Keimanan dan Kualitas Ibadah Pekerja
Di Tengah Gejolak Harga Sawit, Holding Perkebunan Nusantara Konsisten Serap TBS Petani
SP BRI Region 6 Gelar MCU untuk 100 Pekerja dalam Rangkaian HUT SP BRI
Selain Lovina: Tempat Menginap Terbaik di Bali Utara untuk Setiap Jenis Wisatawan
Narendra Modi Akan Kunjungi Indonesia, Tandai Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00

Sajiva Residence Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Pergeseran Tanah di Sukamakmur

Senin, 15 Juni 2026 - 15:00

Jumat Berkah RTD X DIAMOND Fair di BRI Region 6, Dorong Transaksi Digital melalui BRImo dan QRIS

Senin, 15 Juni 2026 - 14:00

BRI Region 6 Ikuti Puncak Peringatan HUT SP BRI Secara Daring, Perkuat Sinergi dan Kebersamaan

Senin, 15 Juni 2026 - 14:00

Pengajian Rutin Jumat BRI Region 6 Angkat Tema Sholat Sunah, Tingkatkan Keimanan dan Kualitas Ibadah Pekerja

Senin, 15 Juni 2026 - 14:00

Di Tengah Gejolak Harga Sawit, Holding Perkebunan Nusantara Konsisten Serap TBS Petani

Senin, 15 Juni 2026 - 12:00

Selain Lovina: Tempat Menginap Terbaik di Bali Utara untuk Setiap Jenis Wisatawan

Senin, 15 Juni 2026 - 12:00

Narendra Modi Akan Kunjungi Indonesia, Tandai Babak Baru Kemitraan Strategis Indonesia dan India

Senin, 15 Juni 2026 - 11:00

BRI Finance Hadirkan Mini Expo Kendaraan dengan Promo Spesial bagi Karyawan dan Nasabah BRI

Berita Terbaru