Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed terhadap Inflasi dan Dolar AS - Koran Mandalika

Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed terhadap Inflasi dan Dolar AS

Senin, 21 Juli 2025 - 17:46

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kenaikan suku bunga The Fed dapat menekan inflasi dengan mengurangi pengeluaran dan investasi, sementara dolar AS menguat karena imbal hasil lebih tinggi. Hal ini mempengaruhi pasar global, sehingga penting bagi investor untuk memahami dampak kebijakan suku bunga terhadap ekonomi dan nilai tukar.

Kebijakan suku bunga yang diterapkan oleh Federal Reserve (The Fed) memiliki dampak besar terhadap ekonomi global, termasuk inflasi dan nilai tukar dolar AS. Dalam upaya mengendalikan inflasi, The Fed sering kali memutuskan untuk menaikkan suku bunga, yang pada gilirannya dapat memengaruhi pasar keuangan dan perekonomian secara keseluruhan.

1. Dampak Kenaikan Suku Bunga terhadap Inflasi

Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menekan inflasi. Ketika The Fed menaikkan suku bunga, biaya pinjaman menjadi lebih mahal, yang pada gilirannya mengurangi pengeluaran konsumen dan investasi bisnis. Penurunan permintaan ini dapat memperlambat tekanan inflasi dan menstabilkan harga barang dan jasa di pasar.

Namun, meskipun suku bunga yang lebih tinggi dapat menekan inflasi, jika kebijakan tersebut diterapkan secara berlebihan atau terlalu cepat, dapat menyebabkan resesi ekonomi. Oleh karena itu, The Fed harus berhati-hati dalam menetapkan kebijakan suku bunga untuk memastikan bahwa inflasi dapat dikendalikan tanpa merusak pertumbuhan ekonomi.

2. Dampak Kenaikan Suku Bunga terhadap Dolar AS

Kenaikan suku bunga The Fed juga memiliki dampak signifikan terhadap nilai tukar dolar AS. Ketika The Fed menaikkan suku bunga, investor cenderung tertarik untuk membeli dolar AS karena imbal hasil yang lebih tinggi, yang membuat permintaan dolar meningkat. Akibatnya, dolar AS menguat terhadap mata uang lainnya.

Dolar yang lebih kuat memiliki dampak beragam. Di satu sisi, penguatan dolar dapat menurunkan harga impor dan mengurangi tekanan inflasi dari luar negeri. Namun, dolar yang kuat juga dapat membuat ekspor Amerika lebih mahal, yang dapat merugikan perusahaan-perusahaan yang bergantung pada pasar internasional.

Baca Juga :  Harga Emas Tertekan Usai Pengangkatan Scott Bessent Sebagai Menkeu AS

Baca Juga: Saham yang Naik Saat Inflasi Tinggi dan Dolar AS Menguat

3. Implikasi untuk Investor dan Trader

Perubahan suku bunga The Fed sering kali memicu volatilitas di pasar saham, forex, dan komoditas. Investor dan trader yang dapat memprediksi dampak kenaikan suku bunga pada inflasi dan dolar AS dapat memanfaatkan peluang ini untuk meraih keuntungan. Memahami hubungan antara kebijakan suku bunga, inflasi, dan nilai tukar dolar AS sangat penting untuk membuat keputusan investasi yang cerdas.

Trading dengan Platform Teregulasi dan Aman

Untuk memanfaatkan peluang dari fluktuasi inflasi dan dolar AS, penting bagi trader untuk menggunakan platform yang cepat, teregulasi, dan aman. KVB Futures Indonesia menyediakan akses trading yang efisien dengan eksekusi cepat dan analisis teknikal lengkap untuk mendukung strategi investasi yang lebih baik.

Register Sekarang dan mulai trading di platform teregulasi yang mendukung keputusan investasi Anda dengan teknologi terbaik dari KVB.

Berita Terkait

Blossom Symphony: Perayaan Imlek Penuh Harmoni di Hublife
PTPN I Catat Produksi 32 Juta Liter Bioetanol, Perkuat Peran Holding Perkebunanan Nusantara dalam Transisi Energi
Reska Catering Suguhkan Layanan Profesional di Rapim UO Kemhan 2026
FLOQ Circle: Sisterhood Hadirkan Ruang Aman bagi Perempuan untuk Mengenal Aset Kripto
Danantara Indonesia Serentak Resmikan 6 Proyek Hilirisasi Fase-I dengan Total Nilai Investasi Hingga US$ 7 Miliar
Cara Trader Pemula Mengelola Risiko dengan Trading Plan
Luminous Spring di PIK Avenue Hadirkan Path of Light
Analisis Teknikal Dasar untuk Membaca Arah Pergerakan Harga

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 02:22

MyRepublic Indonesia Resmi Buka Pra-Registrasi Internet FWA: MyRepublic Air

Kamis, 12 Februari 2026 - 00:49

Bersiap Menghadapi Masa Angleb, KAI Services Terus Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kebersihan

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:49

Dukung Infrastruktur Pendidikan Tinggi, PTPP Rampungkan Gedung FISIP UPN Veteran Jawa Timur

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:37

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

Selasa, 10 Februari 2026 - 09:06

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

Selasa, 10 Februari 2026 - 08:38

Konektivitas Meningkat, Penumpang KAI Bandara Yogyakarta Tembus 239 Ribu di Januari 2026

Senin, 9 Februari 2026 - 21:27

Hubungan Krisis Ekonomi, Inflasi, dan Volatilitas Pasar

Senin, 9 Februari 2026 - 17:13

Media X Space Menempati Ruang Publik Untuk Desain dan Seni Asia

Berita Terbaru