Pentingnya Interpretasi Model Machine Learning di Era Digital - Koran Mandalika

Pentingnya Interpretasi Model Machine Learning di Era Digital

Rabu, 23 Juli 2025 - 06:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah era digital yang berkembang pesat, kemampuan memahami dan menafsirkan model Machine Learning menjadi keterampilan yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor. Model Machine Learning kini tidak hanya diterapkan di bidang teknologi informasi, tetapi juga di industri kesehatan, keuangan, hingga pendidikan.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, BINUS Book Review kembali mengadakan acara bertajuk “Dasar-Dasar Menafsirkan Model Machine Learning dan Implementasinya Menggunakan Python.” Acara yang digelar pada 16 Juli 2025 ini berlangsung secara hybrid di BINUS @Kemanggisan Kampus Anggrek, Recreation Room LKC. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Knowledge Management Innovation, Library & Knowledge Center, BINUS Publishing, dan BINUS Research (BINUS Press), dengan tujuan memperkaya wawasan mahasiswa, dosen, dan praktisi tentang pentingnya interpretabilitas dalam model Machine Learning.

Buku yang diulas kali ini berjudul “Dasar-Dasar Menafsirkan Model Machine Learning dan Implementasinya Menggunakan Python” yang ditulis oleh Dr. Ir. Yaya Heryadi, M.Sc. CDS, Dr. Ir. Ilvico Sonata, S.T., M.M., M.T., IPM., ASEAN Eng, dan Dr. Ir. Haryono Soeparno, M.Sc., CDACS. Buku ini secara sistematis membahas konsep interpretabilitas dalam Machine Learning yang menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab.

Image

Acara diawali dengan sambutan dari Hanny Juwitasary, S.E., S.Kom., M.MSI., CBDMP selaku Library & Knowledge Center Manager yang menyampaikan pentingnya penguasaan teknologi yang etis dan transparan di era AI. Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan pemaparan mendalam oleh penulis buku. Dr. Ir. Yaya Heryadi, M.Sc. CDS menjelaskan bahwa interpretabilitas model menjadi krusial terutama ketika model digunakan untuk mengambil keputusan penting yang berdampak pada masyarakat luas.

“Menafsirkan hasil model tidak hanya soal memahami akurasi, tetapi juga memastikan keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam algoritma yang kita kembangkan,” ujarnya.

Image

Dr. Ir. Yaya Heryadi, M.Sc. juga menekankan peran bukunya: “Buku ini membahas dasar metode bagaimana menginterpretasikan Machine Learning. Ini penting karena dalam 10 tahun terakhir, kemajuan teknologi Machine Learning sudah sedemikian tinggi menghasilkan model-model yang sangat akurat, tetapi karena memiliki arsitektur yang kompleks, banyak pertanyaan tidak bisa langsung dijawab dengan hanya melihat model. Maka dari itu, buku ini saya susun dengan bahasa yang sederhana dengan tujuan agar bisa dimanfaatkan oleh banyak pihak, terutama mahasiswa, praktisi, maupun akademisi yang memang mempunyai minat terhadap pengembangan dari model Machine Learning.”

Baca Juga :  Sepanjang Tahun 2025, 1.377 Wisatawan Mancanegara Gunakan Kereta Api di Sumsel

Diskusi dalam sesi book review ini berlangsung sangat interaktif. Peserta diberikan ruang untuk bertanya dan berdiskusi tentang tantangan yang mereka hadapi dalam menginterpretasikan model yang mereka kembangkan. Beberapa peserta dari kalangan industri juga berbagi pengalaman mereka dalam menerapkan interpretabilitas model di dunia nyata, khususnya dalam pengambilan keputusan bisnis.

Kegiatan BINUS Book Review ini tidak hanya menjadi forum perkenalan buku, tetapi juga sebagai sarana membangun kesadaran akan pentingnya tanggung jawab etis dalam pengembangan Machine Learning. Diharapkan, buku ini dapat menjadi referensi utama bagi mahasiswa, peneliti, dan praktisi untuk mengembangkan solusi teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui kegiatan ini, BINUS turut membina dan memberdayakan serta mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi yang beretika dan berkelanjutan di Indonesia.

Berita Terkait

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik
Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya
Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh
Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini
Drone as First Responder: Cara Baru Merespons Keadaan Darurat Hadir di Indonesia
“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban
7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha
SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 01:02

Pandai Gadai: Hadirkan Extra Pinjaman hingga Rp100.000 untuk Gadai Elektronik

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:02

Mengapa Limit Pinjaman yang Kamu Dapat Bisa Berbeda? Ini Penjelasannya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:36

Dulu Diajarkan Menabung, Kini Saatnya Belajar Membuat Uang Bertumbuh

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02

Inspiraya Goes to Campus Gunadarma, Bank Raya Ajak Mahasiswa Cerdas Kelola Cash Flow dan Mulai Berinvestasi Sejak Dini

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:01

“DNA” Presiden Menandai Bangkitnya Diplomasi Peradaban

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:02

7 Ide Usaha Kreatif untuk Pemula yang Ingin Memulai Usaha

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

SUCOFINDO – HCETS PERKUAT SINERGI BILATERAL DORONG SOLUSI WASTE TO ENERGY YANG BERKELANJUTAN

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:02

BINUS @Malang Perkuat Kolaborasi dengan Orang Tua melalui Parents Day BINUSIAN B2030

Berita Terbaru

NTB Terkini

Diduga Cemari Laut, DLHK NTB Periksa Tambak Udang di KLU

Selasa, 18 Agu 2026 - 19:52