Wow! Anak-Anak Ini Bisa Bikin Website dan Presentasi Pakai Bahasa Inggris! - Koran Mandalika

Wow! Anak-Anak Ini Bisa Bikin Website dan Presentasi Pakai Bahasa Inggris!

Kamis, 24 Juli 2025 - 14:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – Perkembangan teknologi yang semakin cepat membuat tantangan pendidikan anak di Indonesia kian kompleks. Berdasarkan laporan World Economic Forum, sebanyak 65% anak usia sekolah dasar diperkirakan akan bekerja di bidang yang belum pernah ada sebelumnya.

Kondisi tersebut mendorong LEAP English & Digital Class, lembaga pelatihan yang berbasis di Surabaya, untuk meluncurkan LEAP CODING CLASS, program pembelajaran digital berbasis proyek yang menggabungkan coding dan penguasaan Bahasa Inggris dalam satu kelas.

Program ini ditujukan untuk siswa SD hingga SMP yang ingin membangun keterampilan digital sejak dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Program ini bukan sekadar belajar coding. Anak-anak kami latih untuk membangun proyek digital dan mempresentasikan hasilnya dalam Bahasa Inggris. Ini bekal penting menghadapi dunia global,” ujar Ika Asriani Yadin, Kepala Lembaga LEAP, saat ditemui di sela pelaksanaan sesi pelatihan di Surabaya, Juni 2025.

Pelatihan Bertahap dan Berstandar Internasional

LEAP CODING CLASS terdiri atas tiga level bertahap: Basic, Intermediate, dan Advanced. Pada level Basic, siswa dikenalkan dengan HTML, CSS, dan JavaScript untuk membangun situs sederhana. Level Intermediate fokus pada pembuatan game berbasis web, sedangkan pada level Advanced, siswa mulai mempelajari konsep Artificial Intelligence seperti image recognition dan digital art generator.

Seluruh materi dikembangkan bersama institusi pendidikan asal Hong Kong yang telah digunakan di lebih dari 20 negara.

“Materinya tidak hanya praktis tapi juga mengikuti standar global. Setiap proyek bisa langsung dibagikan ke publik lewat QR code atau URL, jadi anak-anak sudah mulai punya portofolio sejak sekarang,” jelas Ika.

Bahasa Inggris Jadi Bagian dari Proses

Yang menarik, program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis digital, tetapi juga kemampuan komunikasi internasional. Siswa dilatih menyampaikan gagasan dan menjelaskan proyek mereka dalam Bahasa Inggris, baik secara tertulis maupun lisan.

Baca Juga :  Sambut Natal dan Tahun Baru, Pelindo Multi Terminal Siap Melayani Sepenuh Hati

“Anak saya jadi lebih percaya diri dan mulai tertarik menjelaskan ide coding-nya ke keluarga di rumah,” cerita Feni, orang tua peserta dari Jakarta.

Mengutip kata-kata Najelaa Shihab, pemerhati pendidikan dan pendiri Sekolah Cikal yang ditulis media Kompas, anak-anak perlu dibekali keterampilan yang relevan dengan tantangan abad 21.

“Anak-anak harus belajar menjadi pembelajar seumur hidup, memiliki keterampilan untuk beradaptasi, memecahkan masalah, dan berkolaborasi lintas budaya,” ungkap Najelaa dalam wawancara bersama media nasional.

(Sumber: Kompas.com – 26 September 2019)

Diminati Peserta dari Berbagai Kota

Sejak dibuka awal tahun ini, LEAP CODING CLASS telah diikuti oleh lebih dari 120 siswa dari 8 kota di Indonesia dan Asia. Sebanyak 87% siswa mampu menyelesaikan proyek pertamanya secara mandiri dalam waktu kurang dari dua jam.

“Saya suka karena bisa buat sendiri dan lihat hasilnya langsung,” ujar salah satu peserta dari Surabaya.

Kebijakan Nasional tentang Integrasi Koding dan AI dalam Kurikulum

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024 tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, serta Naskah Akademik Pembelajaran KODINGKA Pendidikan Dasar dan Menengah, memuat arahan baru terkait pentingnya pengenalan Koding dan Kecerdasan Artifisial (AI) sejak dini.

Dalam dokumen tersebut, Koding dan AI masuk sebagai mata pelajaran pilihan yang dapat mulai diterapkan sejak kelas 5 SD. Implementasinya dirancang berlangsung secara bertahap mulai tahun ajaran 2025/2026. Pemerintah turut menyoroti pentingnya pelatihan guru, pengembangan kemitraan multipihak, dan penyediaan infrastruktur digital sebagai pilar pendukung pembelajaran abad ke-21.

Baca Juga :  Tantangan Pembangunan Dermaga Apung di Lokasi Berarus Deras

LEAP Adakan Pelatihan Dasar Guru KODINGKA untuk Dukung Implementasi Kurikulum Baru Berbasis Teknologi

Sebagai respons terhadap kebijakan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, muncul tantangan baru bagi satuan pendidikan untuk mengintegrasikan materi koding dan AI ke dalam kurikulum sekolah secara efektif. Salah satu tantangan terbesar adalah memastikan kesiapan guru dalam memahami dan menyampaikan materi ini dengan pendekatan yang sesuai dengan prinsip pembelajaran abad ke-21.

Untuk itu, Leap English & Digital Class, dengan dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Surabaya, menyelenggarakan program Pelatihan Dasar Guru KODINGKA. Kegiatan ini merupakan bentuk partisipasi aktif LEAP dalam mendukung transisi dan transformasi pembelajaran digital di lingkungan sekolah dasar.

Pelatihan ini dirancang khusus untuk membekali guru-guru sekolah dasar dengan keterampilan dasar dalam literasi digital, koding, dan AI, dengan pendekatan deep learning dan pedagogi berbasis teknologi. Peserta pelatihan akan mendapatkan materi praktis dan media ajar siap pakai yang dapat langsung diimplementasikan di kelas.

Bagian dari Ekosistem Digital LEAP

LEAP sendiri bukan nama baru di dunia pelatihan. Berdiri sejak tahun 2006, lembaga ini telah melayani lebih dari 28.000 siswa dari berbagai usia dan latar belakang. Selain program Coding, LEAP juga menjalankan program General English, Podcastpedia, serta berbagai workshop teknologi dan literasi digital.

LEAP CODING CLASS tersedia dalam format online dan offline, terbuka untuk sekolah mitra maupun peserta umum dengan menggunakan kurikulum internasional yang telah dipakai di lebih dari 20 negara di dunia.

“Kami ingin menjadi jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja digital. Harapannya, anak-anak Indonesia bisa tidak hanya adaptif, tapi juga produktif dan inovatif,” pungkas Ika.

Berita Terkait

PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang
KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman
KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang hingga Agustus 2026, KA Srilelawangsa Tumbuh Positif
Wawancara dengan PAS FM, RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis
Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit
Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?
Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia
Chat dari Iklan WhatsApp Bisa Gratis 72 Jam, Ini Cara Maksimalkannya

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

PTPN Group Dukung Kesejahteraan dan Pendidikan Anak Panti Asuhan di Semarang

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

KA Srilelawangsa Tertemper Kendaraan di Perlintasan Resmi Terjaga Binjai, Perjalanan Kereta Tetap Aman

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

KAI Bandara Catat Pertumbuhan Penumpang hingga Agustus 2026, KA Srilelawangsa Tumbuh Positif

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

Wawancara dengan PAS FM, RevComm Indonesia Ungkap Cara AI Ubah Percakapan Jadi Insight Bisnis

Selasa, 22 September 2026 - 11:02

Menteri PKP Pimpin Rapat Percepatan Realisasi FLPP 2026, BP Tapera Siapkan Akad Massal 71.000 Unit

Selasa, 22 September 2026 - 10:02

Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia

Selasa, 22 September 2026 - 09:02

Chat dari Iklan WhatsApp Bisa Gratis 72 Jam, Ini Cara Maksimalkannya

Selasa, 22 September 2026 - 09:02

Tampil di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Besutan Founder Indonesia Temui 78 Pengunjung dan Buka Pembicaraan Kolaborasi dengan Komunitas Kesehatan Mental

Berita Terbaru