Tarik Ulur Gedung Putih dan The Fed Pengaruhi Arah Emas - Koran Mandalika

Tarik Ulur Gedung Putih dan The Fed Pengaruhi Arah Emas

Kamis, 28 Agustus 2025 - 10:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pergerakan harga emas (XAUUSD) kembali menunjukkan stabilitas pada perdagangan Rabu lalu (27/8). Meskipun Dolar AS sempat mencoba bangkit dari pelemahan sebelumnya, logam mulia tetap bertahan di jalur aman di tengah memanasnya isu independensi Federal Reserve (The Fed). Ketidakpastian hubungan antara Gedung Putih dan bank sentral terbesar dunia itu membuat emas tetap diminati sebagai aset lindung nilai. Saat berita ini ditulis, XAU/USD berada di level $3.397, naik tipis 0,12% dibandingkan hari sebelumnya.

Menurut Andy Nugraha, Analis Dupoin Futures Indonesia, tren emas saat ini masih cenderung bullish. Analisis teknikal yang menggabungkan pola candlestick dengan indikator Moving Average memperlihatkan peluang penguatan lanjutan. “Selama tekanan beli masih dominan, emas berpotensi menuju $3.407. Namun, jika momentum melemah, area $3.376 akan menjadi support terdekat yang perlu diperhatikan,” ujarnya.

Secara teknikal, emas menghadapi tantangan besar di area psikologis $3.400. Level ini menjadi penentu apakah harga bisa melanjutkan kenaikan ke puncak pertengahan Juni yang berada di kisaran $3.452, atau justru kembali terkoreksi.

Selain teknikal, faktor fundamental juga ikut memainkan peran penting. Perseteruan politik antara Gedung Putih dan The Fed mengenai independensi kebijakan moneter menciptakan ketidakpastian pasar. Kondisi ini mendorong investor untuk kembali mengamankan portofolio mereka ke dalam emas. Meski begitu, tanpa penembusan kuat di atas $3.400, pergerakan emas masih rentan terhadap aksi ambil untung dalam jangka pendek.

Pernyataan dari John Williams, Presiden The Fed New York, juga menambah bumbu sentimen pasar. Dalam wawancara dengan CNBC, Williams menegaskan bahwa penurunan suku bunga tetap ada kemungkinan, tetapi keputusan hanya akan diambil berdasarkan data ekonomi terkini. Ia menilai saat ini risiko inflasi dan ketenagakerjaan berada dalam posisi yang lebih seimbang, sehingga The Fed memiliki ruang untuk tetap fleksibel.

Pasar kini menanti pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 16–17 September. Sebelum tanggal tersebut, sejumlah data penting akan dirilis: laporan ketenagakerjaan, Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (PCE) untuk Juli, serta Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk Agustus. Semua indikator ini akan sangat menentukan arah kebijakan suku bunga berikutnya.

Baca Juga :  8 Pelabuhan di Indonesia Kini Punya Tenaga Kerja Bongkar Muat Bersertifikasi BNSP: Ini Peran Penting Port Academy

Menurut alat probabilitas suku bunga Prime Market Terminal, peluang The Fed memangkas suku bunga pada September mencapai 90%. Sementara itu, analis JP Morgan menilai pelemahan dolar bisa menjadi faktor penting yang menopang emas, meskipun fokus pasar kini lebih tertuju pada apakah harga emas mampu keluar dari fase konsolidasi panjang.

Selain data inflasi, pelaku pasar emas pekan ini juga mencermati rilis Produk Domestik Bruto (PDB) AS serta klaim tunjangan pengangguran awal. Sementara itu, komentar Presiden The Fed Richmond, Tomas Barkin, yang melihat adanya “penyesuaian moderat” pada kebijakan suku bunga, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral akan mengambil langkah hati-hati.

Secara keseluruhan, tren emas hari ini masih condong ke arah bullish. Namun, pasar tetap menunggu apakah level psikologis $3.400 dapat ditembus dengan meyakinkan. Jika berhasil, ruang kenaikan menuju level yang lebih tinggi akan terbuka lebar.

Berita Terkait

PT Rohto Laboratories Indonesia hadirkan kembali kegiatan ROHTO PEDULI – “Joy of Seeing – A Healthy Future for All” dengan membagikan 1.500 kacamata gratis bagi siswa SD dan SMP serta 500 kacamata gratis bagi para lansia & operator pabrik.
JELANG WAJIB HALAL 18 OKTOBER, FONDASI INDUSTRI HALAL TELAH SIAP
Telkom Akselerasi Program Streamlining, Pastikan Portofolio TelkomGroup Fokus pada Bisnis Inti
Triwulan III 2026, KA Sangkuriang Jadi Favorit Pengguna Jasa dengan Okupansi 240,53%
Bitcoin Tertekan Ketidakpastian Ekonomi Global, Ini Faktor yang Perlu Dicermati Investor
Beyond Borders: Dari Indonesia, Membawa Kapabilitas PLN NPC ke Dunia
Bank Mandiri Taspen Raih Dua Penghargaan Terbaik 1 Kinerja Pembayaran Pensiunan
PLUS Diskonnya dari neobank Plus: Ada Promo QRIS, Diskon Merchant, hingga Top Up E-Wallet

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:02

Resmi Kenalkan Ketua Baru, PAN NTB Langsung Bidik Target Besar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:44

MotoGP Mandalika: Kerugian Perusahaan dan Dampak Ekonomi adalah Dua Hal Berbeda

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:21

275 PMI NTB Dideportasi, Muazzim Akbar Ungkap 3 Penyebab Utama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:35

Hotel Penuh, UMKM Ketiban Rezeki! Ini Dampak MotoGP Mandalika bagi NTB

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:48

Iqbal dan Dinda Satu Suara: Marquez! Sembeq Sasak Ikut Mengiringi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:30

Bale Kita Hadir di BIZAM, Kerajinan NTB Makin Mendunia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:10

Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:32

Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram

Berita Terbaru