Reli Emas Masih Berlanjut, Pasar Tunggu Data NFP AS - Koran Mandalika

Reli Emas Masih Berlanjut, Pasar Tunggu Data NFP AS

Kamis, 4 September 2025 - 10:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas (XAU/USD) terus menunjukkan penguatan seiring dengan melemahnya kondisi pasar tenaga kerja Amerika Serikat serta meningkatnya harapan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera menurunkan suku bunga. Pada perdagangan Kamis (4/8), logam mulia ini sempat diperdagangkan di kisaran $3.450 per troy ounce dan diproyeksikan masih berpeluang menembus rekor tertinggi baru.

Analis Dupoin Futures Indonesia, Andy Nugraha, menegaskan bahwa tren emas saat ini masih bullish. Menurutnya, pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan sinyal kenaikan yang solid. Jika dorongan ini berlanjut, harga emas berpotensi menuju level $3.600 per troy ounce. Meski demikian, apabila terjadi koreksi, area $3.527 akan menjadi titik support penting yang patut diperhatikan.

Kenaikan harga emas ini juga ditopang oleh data ekonomi Amerika Serikat yang melemah. Laporan Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) mencatat penurunan signifikan jumlah lowongan pekerjaan. Walaupun pesanan pabrik sedikit meningkat, gambaran umum menunjukkan perlambatan ekonomi yang semakin nyata. Kondisi ini memperbesar peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada pertemuan September, sebuah faktor yang biasanya sangat mendukung harga emas.

Dari sisi teknikal, investor tetap perlu berhati-hati karena indikator osilator menandakan emas sudah berada di area jenuh beli. Artinya, ada potensi terjadi konsolidasi atau aksi ambil untung sebelum tren naik berlanjut. Bagi trader yang sudah memegang posisi beli, kondisi ini masih menguntungkan, namun pelaku baru disarankan menunggu konfirmasi arah berikutnya.

Fokus pasar kini beralih ke rilis data ketenagakerjaan penting, yaitu Nonfarm Payrolls (NFP) Agustus yang akan diumumkan Jumat mendatang. Sebelum itu, laporan klaim pengangguran mingguan dan data ADP Employment Change menjadi perhatian karena dapat memberi gambaran awal tentang kondisi tenaga kerja. Jika hasil data semakin menegaskan pelemahan, peluang penurunan suku bunga The Fed akan semakin besar dan mendorong reli emas berlanjut.

Sementara itu, pandangan pejabat The Fed masih terpecah. Neel Kashkari dari Minneapolis dan Raphael Bostic dari Atlanta menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga, meskipun mengakui pasar tenaga kerja mulai menunjukkan pelemahan. Bostic memperkirakan ada satu kali pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin tahun ini. Di sisi lain, Alberto Musalem dari St. Louis cenderung tetap pada kebijakan ketat, sedangkan Christopher Waller justru mendukung penurunan suku bunga pada September.

Baca Juga :  Kesalahan Umum Menurut jualmobilmu.id Saat Menjual Mobil dan Cara Menghindarinya

Faktor tambahan yang memperkuat emas adalah pelemahan dolar AS. Indeks Dolar (DXY) turun 0,20% ke posisi 98,11, sementara imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun juga melemah lebih dari lima basis poin ke 4,211%. Imbal hasil riil AS tercatat menurun ke 1,803%. Kombinasi faktor-faktor ini membuat emas semakin diminati sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Secara keseluruhan, Andy Nugraha menilai emas masih berada dalam tren bullish jangka pendek dengan target utama di $3.600 per troy ounce. Meski demikian, peluang koreksi tetap ada, terutama jika aksi ambil untung meningkat. Keputusan arah selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh data ketenagakerjaan AS, yang menjadi penentu utama ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed

Berita Terkait

Investasi Pertama di Usia 20-an: Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mulai
Partners in Purpose: Global Stockist Stories – Craftlab Menemukan Dunia Baru untuk Fuguku
Anugerah Fervent Global Love of Lives Award dari Taiwan untuk Filantropis Indonesia
Tiga Catatan dari Hangzhou: Pendiri Sanct Social soal Dukungan Tiongkok untuk Startup, Pembagian Peran Antarkota, dan Malam Bulan Purnama yang Menggerakkan Satu Kota
neobank Plus Resmi Hadir: PLUS Gratisnya, PLUS Diskonnya, PLUS Bunganya
Rilis Sanggabright Berkonsep #TERIMABERES, Sanggabiz Hadirkan Solusi Analitik Mandiri untuk Akselerasi Bisnis UMKM
Gubernur Lemhannas RI: Kesadaran Geopolitik, Bukan Sekadar Milik Diplomat Saja
BRI Insurance Bersama PNM Perkuat Pemulihan Warga Terdampak Kebakaran Desa Adat Sade-NTB

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:02

Investasi Pertama di Usia 20-an: Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Mulai

Kamis, 8 Oktober 2026 - 23:02

Partners in Purpose: Global Stockist Stories – Craftlab Menemukan Dunia Baru untuk Fuguku

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:02

Tiga Catatan dari Hangzhou: Pendiri Sanct Social soal Dukungan Tiongkok untuk Startup, Pembagian Peran Antarkota, dan Malam Bulan Purnama yang Menggerakkan Satu Kota

Kamis, 8 Oktober 2026 - 19:02

neobank Plus Resmi Hadir: PLUS Gratisnya, PLUS Diskonnya, PLUS Bunganya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:02

Rilis Sanggabright Berkonsep #TERIMABERES, Sanggabiz Hadirkan Solusi Analitik Mandiri untuk Akselerasi Bisnis UMKM

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:02

Gubernur Lemhannas RI: Kesadaran Geopolitik, Bukan Sekadar Milik Diplomat Saja

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:02

BRI Insurance Bersama PNM Perkuat Pemulihan Warga Terdampak Kebakaran Desa Adat Sade-NTB

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:02

Kinerja 2025 Diakui, Bank Mandiri Taspen Raih Yearly Excellent Performance 2026

Berita Terbaru