Menteri PU Perkuat Infrastruktur Permukiman : Sasar Kawasan Kumuh, Destinasi Wisata, dan Pengentasan Kemiskinan - Koran Mandalika

Menteri PU Perkuat Infrastruktur Permukiman : Sasar Kawasan Kumuh, Destinasi Wisata, dan Pengentasan Kemiskinan

Rabu, 29 Oktober 2025 - 21:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat pembangunan infrastruktur permukiman di berbagai daerah. Fokus utamanya adalah mendukung penataan kawasan kumuh, pengembangan destinasi pariwisata, serta pengentasan kemiskinan.

Program ini juga menjadi bagian penting dari pelaksanaan Asta Cita Presiden Prabowo, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi yang merata. Sepanjang tahun 2025 ini, Kementerian PU fokus mengerjakan penataan di tujuh lokasi strategis sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur permukiman ini bukan cuma soal memperbaiki lingkungan fisik. Menurutnya, ini adalah instrumen sosial ekonomi untuk memperkuat ketahanan masyarakat.

“Melalui penataan kawasan, kita memastikan layanan dasar seperti air minum, sanitasi, dan ruang publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Menteri Dody.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pembangunan ini juga membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan,” lanjutnya.

Ketujuh lokasi yang tengah digarap mencerminkan fokus yang beragam. Ketujuhnya meliputi: Penataan Kawasan Medan Belawan Bahari (Kota Medan), Penataan Kawasan Permukiman Pulau Penyengat (Kota Tanjungpinang), Pembangunan Infrastruktur Permukiman Kawasan Tanjung Banun (Kota Batam), Optimalisasi Penataan Kawasan Panjunan (Kota Cirebon), Pembangunan Infrastruktur Mendukung Hunian Relokasi Bencana Gunung Ruang (Sulawesi Utara), Penataan Kawasan Bahodopi (Kabupaten Morowali), serta Penataan Kawasan Lelilef Waibulan (Kabupaten Halmahera Tengah).

“Melalui penataan kawasan, kita memastikan layanan dasar seperti air minum, sanitasi, dan ruang publik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pembangunan ini juga membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan kualitas hidup, dan mendukung agenda nasional pengentasan kemiskinan,” kata Menteri Dody. Lanjut Menteri Dody, pembangunan infrastruktur permukiman tidak hanya berfungsi untuk memperbaiki lingkungan fisik, tetapi juga menjadi instrumen sosial ekonomi yang memperkuat ketahanan masyarakat.

Baca Juga :  Halo Robotics Sukses Gelar Drone Talks @ The Mulia, Dorong Inovasi Keamanan dengan Otomasi & AI

Untuk mendukung destinasi pariwisata, misalnya, Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menata Kawasan Pulau Penyengat di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Kawasan cagar budaya nasional ini dipercantik dengan investasi senilai Rp36,98 miliar, meliputi perbaikan jalan lingkungan, drainase, hingga pembangunan plaza penyambut dan pelataran balai adat, serta memperindah kawasan dengan lansekap dan karya seni (storytelling dan artworks).

Sementara itu, untuk penanganan kawasan kumuh, Kementerian PU menggarap Penataan Kawasan Medan Belawan Bahari di Sumatera Utara. Dengan anggaran Rp18,89 miliar, program penataan ini ditujukan untuk mengurangi dampak genangan dan memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat pesisir. Fokusnya adalah pengendalian banjir rob dan normalisasi drainase, pembangunan reservoir air minum, serta penyediaan ruang terbuka publik.

Optimalisasi juga dilakukan di Kawasan Panjunan, Cirebon, senilai Rp4,67 miliar untuk memperkuat struktur tanah dan memperindah pedestrian di kawasan yang sebelumnya kumuh. Optimalisasi Penataan Kawasan Panjunan merupakan kegiatan peningkatan stabilitas tanah menggunakan CCSP (Corrugated Concrete Sheet Pile) dan timbunan pilihan di area kawasan Panjunan yang ditargetkan tuntas Desember 2025.

Kementerian PU juga bergerak cepat dalam penanganan dampak bencana dan relokasi yang berkaitan erat dengan pengentasan kemiskinan. Salah satunya adalah pembangunan Hunian Relokasi Bencana Gunung Ruang di Sulawesi Utara. Di atas lahan 11,85 hektar, dibangun 287 unit hunian tetap lengkap dengan fasilitas sosial, sekolah, dan tempat ibadah senilai Rp115,92 miliar.

Baca Juga :  Dari Jepang ke Dunia: Skincare "Seduce", Hadir di Lebih dari 200 Negara — Memberikan Perawatan Lembut dan Terpercaya untuk Segala Masalah Kulit

Di Kota Batam, penataan Kawasan Tanjung Banun disiapkan untuk relokasi masyarakat terdampak proyek Rempang Eco City. Kementerian PU membangun infrastruktur dasar seluas 36,77 hektar dengan anggaran Ditjen Cipta Karya sebesar Rp164,78 miliar, untuk pembangunan jalan lingkungan, air bersih, ruang publik, sanitasi (TPS-3R), hingga Puskesmas pembantu.

Dukungan infrastruktur permukiman juga diarahkan untuk menopang kawasan industri strategis. Ini terlihat pada Penataan Kawasan Bahodopi di Kabupaten Morowali dan Penataan Kawasan Lelilef Waibulan di Halmahera Tengah. Keduanya ditujukan untuk mendukung kawasan industri nikel, demi menjaga keseimbangan antara pertumbuhan industri dan kualitas hidup warga di sekitarnya.

Ketujuh proyek yang tersebar dari Medan hingga Halmahera ini menegaskan komitmen Kementerian PU untuk terus memperkuat pembangunan infrastruktur permukiman. Langkah ini dipastikan tidak hanya menata kawasan kumuh, tetapi juga menyentuh langsung denyut pariwisata dan upaya pengentasan kemiskinan di berbagai daerah.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.

 

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Sektor Tambang Nasional Buktikan Program Pengolahan Limbah Dukung Kelestarian Lingkungan
Dirut PTPN III Ajak Generasi Muda Kembangkan Industri Perkebunan
Supergirl Adventure Station, Petualangan Seru di PIK Avenue
BRI Finance Perkuat Kehadiran di Sumatera Barat, Hadirkan Promo Pembiayaan Kendaraan Bunga 0%
Minat Mobil Bekas Meningkat, BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 169 Persen
Apresiasi Garda Terdepan Distribusi Energi, Elnusa Petrofin Berikan Penghargaan bagi Awak Mobil Tangki Berprestasi Dari Sumatra Hingga Papua
Rà Hospitality Perkenalkan Rà Signature Komodo Labuan Bajo, Destinasi Tropical Elegant Stay Terbaru di Jantung Labuan Bajo
Mimin Gandeng Alcatel-Lucent Enterprise, Hadirkan Komunikasi Tamu Berbasis AI di Industri Perhotelan APAC

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00

Sektor Tambang Nasional Buktikan Program Pengolahan Limbah Dukung Kelestarian Lingkungan

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00

Dirut PTPN III Ajak Generasi Muda Kembangkan Industri Perkebunan

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00

Supergirl Adventure Station, Petualangan Seru di PIK Avenue

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00

BRI Finance Perkuat Kehadiran di Sumatera Barat, Hadirkan Promo Pembiayaan Kendaraan Bunga 0%

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:00

Minat Mobil Bekas Meningkat, BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan 169 Persen

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:00

Rà Hospitality Perkenalkan Rà Signature Komodo Labuan Bajo, Destinasi Tropical Elegant Stay Terbaru di Jantung Labuan Bajo

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:00

Mimin Gandeng Alcatel-Lucent Enterprise, Hadirkan Komunikasi Tamu Berbasis AI di Industri Perhotelan APAC

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:00

Dibangun PTPP, RSUD KH. Muhammad Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo

Berita Terbaru