Kementerian PU Kebut Pembangunan Huntara di 3 Provinsi Terdampak Pascabencana, 7 Blok di Aceh Tamiang - Koran Mandalika

Kementerian PU Kebut Pembangunan Huntara di 3 Provinsi Terdampak Pascabencana, 7 Blok di Aceh Tamiang

Selasa, 6 Januari 2026 - 08:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, 30 Desember 2025 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di tiga provinsi terdampak bencana alam, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkah ini diambil sebagai respons cepat fase tanggap darurat guna memenuhi kebutuhan tempat tinggal layak bagi masyarakat.

Fokus percepatan saat ini berada di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Kementerian PU menargetkan tujuh blok Huntara yang mampu menampung 336 jiwa dapat berdiri sepenuhnya pada Januari 2026.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur pascabencana ini dilaksanakan melalui sinergi dengan BUMN Karya dan berkoordinasi penuh dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelaksanaan huntara yang kami jalankan sesuai dengan arahan BNPB. Prioritas saat ini berada di Aceh Tamiang karena kesiapan lahan sudah terpenuhi. Dalam dua hari terakhir telah kami kerjakan pematangan lahan, dan hari ini satu blok contoh huntara sudah dapat berdiri,” ujar Menteri Dody saat memimpin rapat koordinasi pemulihan bencana di Aceh, Selasa (30/12/2025).

Baca Juga :  Inovatif dan Visioner, Strategi Binusian Bawa Pulang Gelar Juara Business Case Competition

Berdasarkan data lapangan per 30 Desember 2025, pembangunan di lokasi Kompleks DPRK–Kantor Bupati Aceh Tamiang menunjukkan progres signifikan. Satu blok Huntara yang terdiri dari 12 unit modular telah menyelesaikan tahap pengerjaan rangka (frame), dan kini memasuki proses erection atap serta pemasangan panel dinding.

Sementara itu, pekerjaan pondasi umpak untuk blok kedua telah rampung, disusul dengan persiapan konstruksi blok ketiga. Pembangunan ini menggunakan sistem modular dengan rangka baja ringan, dinding papan semen, dan atap zincalume. Teknologi ini dipilih untuk memastikan proses konstruksi yang cepat namun tetap kokoh, aman, dan nyaman bagi pengungsi.

Setiap lokasi Huntara juga akan dilengkapi fasilitas pendukung sanitasi, dapur umum, area cuci, dan musala.

Secara keseluruhan, data Kementerian PU mencatat total 47.149 unit rumah rusak berat akibat banjir bandang dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut. Strategi penanganan dibagi menjadi dua skema: pembangunan fisik Huntara (62,7%) dan bantuan Dana Tunggu Hunian atau DTH (37,3%).

Berikut rincian penanganan per provinsi yaitu Provinsi Aceh: Dari 38.169 rumah rusak berat, sebanyak 28.236 unit (74%) ditangani melalui pembangunan Huntara, sementara sisanya mendapatkan DTH. Provinsi Sumatera Utara: Dari 6.322 rumah rusak berat, sebanyak 876 unit (14%) dibangunkan Huntara, dan 4.833 unit dibantu melalui DTH. Dan Provinsi Sumatera Barat: Dari 2.658 rumah rusak berat, sebanyak 430 unit (16%) direncanakan untuk pembangunan Huntara, sedangkan 2.228 unit memperoleh DTH.

Baca Juga :  Halo Robotics Tingkatkan Akurasi dan Efisiensi Inspeksi dengan Drone NDT

Percepatan pembangunan di wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat terus didorong seiring dengan proses pematangan lahan dan dukungan logistik yang masif di lapangan.

Program kerja ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Tentang Biro Komunikasi Kementerian Pekerjaan Umum

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) merupakan kementerian negara dalam Kabinet Merah Putih di Pemerintah Republik Indonesia. Kementerian ini bertugas dalam urusan pekerjaan umum, yaitu: bertugas dan bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan infrastruktur di Indonesia, termasuk jalan raya, jembatan, pengelolaan air. Kementerian Pekerjaan Umum bertanggung jawab kepada Presiden. Sejak tanggal 21 Oktober 2024, kementerian dipimpin Dody Hanggodo.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES.

Berita Terkait

Sekarang ke Bandara Internasional Soekarno – Hatta Bisa dari Grand Metropolitan Bekasi
VIETNAM WEDDING WEEK 2026 MEMBUKA “THE LOVE CITY”, MENYATUKAN FASHION PENGANTIN, SENIMAN, DAN EKOSISTEM PERNIKAHAN DI KOTA HO CHI MINH
Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239
Perkuat Kedaulatan Mineral, MIND ID Dorong RI Bentuk ‘National Mineral Stockpile’
SUCOFINDO Perkuat Penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi Pertamina Hulu Rokan
CLEAR Gandeng Shin Tae-yong untuk Kembangkan Talenta Muda Sepak Bola Indonesia
Dari Energi hingga Pendidikan, Waskita Beton Precast Perkuat Fondasi Infrastruktur Strategis di Berbagai Wilayah Indonesia
Merdeka Menentukan Tujuan Finansial, BRI Finance Hadirkan Fasilitas Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

Sekarang ke Bandara Internasional Soekarno – Hatta Bisa dari Grand Metropolitan Bekasi

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

VIETNAM WEDDING WEEK 2026 MEMBUKA “THE LOVE CITY”, MENYATUKAN FASHION PENGANTIN, SENIMAN, DAN EKOSISTEM PERNIKAHAN DI KOTA HO CHI MINH

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

Harga Emas (XAUUSD) Berpotensi Terkoreksi, Dupoin Futures Soroti Target 4.310–4.239

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

Perkuat Kedaulatan Mineral, MIND ID Dorong RI Bentuk ‘National Mineral Stockpile’

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:02

SUCOFINDO Perkuat Penerapan Sistem Manajemen Terintegrasi Pertamina Hulu Rokan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:02

Dari Energi hingga Pendidikan, Waskita Beton Precast Perkuat Fondasi Infrastruktur Strategis di Berbagai Wilayah Indonesia

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:02

Merdeka Menentukan Tujuan Finansial, BRI Finance Hadirkan Fasilitas Dana Tunai hingga 90% Nilai Kendaraan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:02

BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Dana Tunai 44,74% hingga Semester I-2026

Berita Terbaru