Respons Pertumbuhan Industri Konsumsi Nasional, KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut Kontainer - Koran Mandalika

Respons Pertumbuhan Industri Konsumsi Nasional, KAI Logistik Tambah Kapasitas Angkut Kontainer

Minggu, 8 Maret 2026 - 02:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjawab meningkatnya kebutuhan distribusi sektor industri konsumsi nasional, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mengambil langkah strategis dengan meningkatkan kapasitas angkut kontainer pada layanan KALOG Plus, khususnya rangkaian KA KALOG 3. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga ketahanan pasokan serta mendorong efisiensi distribusi barang, terutama untuk sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG).

Direktur Komersial KAI Logistik, Fahdel Akbar, menyampaikan bahwa perusahaan melihat tren permintaan angkutan kontainer yang terus bertumbuh, khususnya dari pelaku industri FMCG dan manufaktur. “Oleh karena itu, sejak 20 Februari 2026 lalu kami meningkatkan frekuensi perjalanan pada rangkaian KA KALOG 3 dari dua kali per minggu menjadi enam kali per minggu. Dengan penambahan ini, kapasitas angkut meningkat sekitar 67 persen, dari 1.800 TEUs per bulan menjadi 3.000 TEUs per bulan,” ujar Fahdel.

Ia menjelaskan bahwa penyesuaian kapasitas ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran moda kereta api pada segmen middle mile rantai pasok nasional. “Peningkatan layanan ini bukan hanya untuk mengakomodasi kenaikan volume, tetapi juga memastikan konsistensi jadwal dan kepastian layanan bagi pelanggan. Kami ingin menghadirkan solusi logistik yang lebih andal, cepat, dan kompetitif bagi industri,” tambahnya.

Data internal KAI Logistik mencatat bahwa sepanjang 2025 perusahaan membukukan pertumbuhan volume angkutan kontainer sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional. Tren ini juga sejalan dengan data menurut Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 Februari 2026, yang menyampaikan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 yang tumbuh 5,11 %, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024. Hal ini mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi dan distribusi, termasuk pada sektor barang konsumsi.

Peningkatan konsumsi tersebut turut tercermin dari data terbaru Compas.co.id yang dipaparkan oleh Hanindia Narendrata, Co-Founder dan CEO Compas, yang menyebutkan bahwa nilai transaksi FMCG di platform digital melonjak hingga 168,7 persen dalam periode 2022–2025, bergerak dari angka Rp 48 triliun menjadi Rp 129 triliun.

Dinamika pergerakan barang yang semakin tinggi ini menjadi salah satu faktor pendorong optimalisasi layanan distribusi, termasuk melalui penguatan kapasitas pada rangkaian KA KALOG 3. Layanan ini secara khusus melayani rute strategis Jakarta (Sungai Lagoa) – Surabaya (Kalimas), dengan titik transit di Karawang (Klari). Kehadiran titik transit ini menjadi respons atas meningkatnya kebutuhan pelanggan di kawasan industri Klari, yang mayoritas bergerak di sektor FMCG.

Baca Juga :  MyRepublic Air Laksanakan Uji Laik Operasi FWA di Medan, Perkuat Ekspansi Layanan di Pulau Sumatra

“Dengan kapasitas angkut kontainer yang kami tingkatkan, kami berharap dapat menjadi mitra strategis bagi perusahaan FMCG dan industri konsumsi lainnya dalam memfasilitasi pengiriman barang secara lebih optimal, konsisten, dan tepat waktu,” tutup Fahdel.

Selain meningkatkan efisiensi distribusi, pemanfaatan moda kereta api juga menjadi solusi transportasi yang lebih aman, andal, dan berkelanjutan. Melalui konsep green logistics, angkutan berbasis rel berkontribusi dalam mengurangi emisi karbon serta beban lalu lintas di jalur darat, sejalan dengan komitmen KAI Logistik dalam mendukung sistem logistik nasional yang lebih ramah lingkungan.

About KAI Logistik

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna. KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar
PLN NPC Catatkan Milestone Baru, PLTMG Sekupang 50 MW Resmi Capai COD
PLN NPC dan PLN UIP Nusra Teken Kontrak Penyiapan Infrastruktur PLTP Atadei
Sanct Social Bergabung dalam Delegasi Bisnis Indonesia ke Global Digital Trade Expo 2026 di Hangzhou, Jajaki Kemitraan dan Pelajari Kacamata Pintar serta Model AI Tiongkok
SUCOFINDO BERSAMA DISPERINDAG JATIM PERKUAT SINERGI PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEADAAN DARURAT BAHAN KIMIA
Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:29

Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01

Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:41

Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik

Senin, 5 Oktober 2026 - 06:31

Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:19

Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional

Jumat, 2 Oktober 2026 - 13:13

Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45

BPR NTB Resmi Menuju Bank Syariah, DPRD NTB Beri Lampu Hijau

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:51

NTB Perkuat SDM, Data Berkualitas Jadi Dasar Keputusan Pembangunan

Berita Terbaru

Teknologi

Kolaborasi Jadi Cara UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar

Rabu, 7 Okt 2026 - 22:02