IndCham dan Kedutaan Besar India Dorong Kepemimpinan Perempuan di Indonesia lewat Diskusi Hari Kartini 2026 - Koran Mandalika

IndCham dan Kedutaan Besar India Dorong Kepemimpinan Perempuan di Indonesia lewat Diskusi Hari Kartini 2026

Selasa, 21 April 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta — IndCham bekerja sama dengan Kedutaan Besar India di Jakarta menggelar forum diskusi Hari Kartini 2026 di Wayang Auditorium, Kedutaan Besar India, Jakarta, Senin (20/4/2026). Mengusung tema “Celebrating Women Thought Leaders”, acara ini menghadirkan sejumlah tokoh perempuan lintas sektor untuk membahas kepemimpinan, kesetaraan, dan masa depan perempuan di tengah perubahan global.

Forum ini tidak hanya menjadi ruang refleksi atas warisan R.A. Kartini, tetapi juga menegaskan peran perempuan sebagai penggerak utama dalam pembangunan ekonomi, kesehatan, hingga teknologi di Indonesia.

Warisan Kartini dan Relevansinya Hari Ini

Acara dibuka oleh Joint Secretary IndCham, Bipin Mishra, yang menekankan bahwa perempuan saat ini tidak lagi sekedar menjadi bagian dari kemajuan, tetapi telah berada di garis depan sebagai pemimpin perubahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hari ini adalah tentang perempuan yang bukan hanya menjadi bagian dari kemajuan, tetapi juga memimpin kemajuan itu sendiri,” ujarnya.

Sambutan resmi kemudian disampaikan oleh Malvika Priyadarshani dari Kedutaan Besar India di Jakarta yang mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan Kartini, terutama dalam hal pendidikan dan kesetaraan.

Ia menegaskan bahwa pemikiran Kartini tetap relevan hingga saat ini. “Di jantung perjuangan Kartini adalah keyakinan sederhana namun kuat bahwa perempuan berhak memiliki kesempatan yang sama dengan laki-laki untuk belajar, berkembang, dan berkontribusi,” ujarnya.

Malvika juga mengingatkan bahwa perjuangan tersebut belum sepenuhnya selesai dan membutuhkan keberanian untuk terus mempertanyakan norma serta bertindak nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kepemimpinan Perempuan dalam Kebijakan, Pembangunan, dan Kesehatan

Panel pertama menghadirkan Gita Sabharwal sebagai United Nations Resident Coordinator Indonesia dan Leona A. Karnali sebagai CEO Primaya Hospital, yang dimoderatori oleh Aasthaa Maheshwari.

Dalam diskusi tersebut, Gita menekankan bahwa kehadiran perempuan dalam ruang pengambilan keputusan membawa perspektif yang berbeda dan berdampak nyata terhadap keberlanjutan kebijakan.

Baca Juga :  Energy Academy Telah Gelar Pelatihan Pengawas K3 Migas Batch Ke-5 Secara Online

“Ketika perempuan dilibatkan dalam proses penyelesaian konflik, hasilnya cenderung lebih bertahan dan tidak mudah runtuh,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa Indonesia telah mengalami kemajuan signifikan dalam pemberdayaan perempuan, namun masih menghadapi tantangan struktural, terutama dalam hal keterwakilan di posisi strategis.

“Ini bukan soal kurangnya talenta, karena talenta perempuan di Indonesia sangat banyak. Tantangannya ada pada faktor sistemik yang masih menjadi hambatan,” jelasnya.

Sementara itu, Leona menekankan pentingnya kolaborasi lintas gender dalam membangun sistem kesehatan yang lebih baik dan inklusif.

“Kita semua bekerja untuk satu tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia juga membagikan prinsip kepemimpinan yang ia pegang dalam membangun tim.

“Cintai diri sendiri, cintai tim, dan cintai pekerjaan,” katanya.

Peran Laki-laki dalam Mendorong Kesetaraan

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, dalam pidato kuncinya menyoroti aspek yang sering luput dalam diskusi kesetaraan gender, yaitu peran laki-laki sebagai bagian dari solusi.

Ia menegaskan bahwa perubahan tidak bisa hanya dibebankan kepada perempuan.

“Kalau kondisi perempuan ingin menjadi lebih baik, maka laki-laki juga harus berubah dan menciptakan ruang serta peluang,” ujarnya.

Dalam pidatonya, ia juga berbagi refleksi personal sebagai seorang ayah dari dua anak perempuan yang menghadapi tantangan di dunia kerja. Ia menekankan bahwa pengalaman tersebut membuka pemahamannya terhadap realitas yang dihadapi perempuan di lingkungan profesional.

Ia juga mengangkat contoh sejarah dari India, yakni sosok reformis sosial Maharshi Karve, yang berani menentang norma sosial pada masanya untuk memperjuangkan pendidikan dan hak perempuan.

“Perubahan nyata terjadi ketika ada keberanian untuk bertindak, bahkan ketika harus menghadapi tekanan sosial,” ujarnya, merujuk pada perjuangan tokoh tersebut.

Lebih lanjut, Sandeep menegaskan bahwa kesetaraan gender membutuhkan perubahan pola pikir yang lebih luas di masyarakat.

Baca Juga :  BRI Region 6 Gelar BRILiaN Culture Festival di Bogor, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

“Kesetaraan tidak akan tercapai jika hanya perempuan yang bergerak. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama, termasuk laki-laki dalam posisi kepemimpinan,” tambahnya.

Perempuan dalam Media, Teknologi, dan Ekonomi Kreatif

Panel kedua menghadirkan Svida Alisjahbana sebagai CEO GCM Group sekaligus Chair Jakarta Fashion Week, serta Catherine Hindra Sutjahyo sebagai Commissioner GoTo Group, dengan moderator Aparna Saxena.

Diskusi ini menyoroti perjalanan karier, kepemimpinan, serta tantangan perempuan dalam sektor yang terus berkembang, khususnya media dan teknologi.

Catherine menekankan pentingnya keberanian untuk terus berkembang di tengah perubahan yang cepat, terutama dengan hadirnya teknologi baru.

“Ketika kita mulai merasa nyaman, mungkin justru itu saatnya untuk menaikkan standar dan keluar dari zona nyaman,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa kesetaraan tidak berarti menyeragamkan peran antara laki-laki dan perempuan.

“Setara tidak berarti harus sama, justru perbedaan itu yang menjadi kekuatan dalam kepemimpinan,” katanya.

Sementara itu, Svita menyoroti pentingnya kesiapan dalam menangkap peluang sebagai kunci kesuksesan.

“Keberuntungan itu terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa perempuan perlu terus membangun ekosistem yang saling mendukung agar dapat berkembang secara berkelanjutan di berbagai sektor.

Mendorong Aksi Nyata untuk Kesetaraan

Diskusi sepanjang acara menegaskan bahwa semangat Kartini tetap relevan dalam konteks modern, terutama dalam mendorong perempuan untuk mengambil peran kepemimpinan di berbagai bidang.

Meskipun berbagai kemajuan telah dicapai, forum ini menyoroti bahwa perjalanan menuju kesetaraan masih panjang dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

Melalui sinergi antara IndCham, Kedutaan Besar India, serta para pemangku kepentingan, acara ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong lebih banyak perempuan tampil sebagai pemimpin dan agen perubahan di masa depan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026
FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?
KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang
BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan
Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat
OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:02

Pertamina melalui Elnusa Petrofin Perkuat Ketahanan BBM Sambut Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02

FLOQ Perkenalkan KOL Watchlist, Apa Saja Aset Kripto yang Dipantau?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Berita Terbaru