Krakatau Steel Soroti Pergeseran Peta Baja Global, Dorong Penguatan Struktur Pasar Domestik yang Sehat - Koran Mandalika

Krakatau Steel Soroti Pergeseran Peta Baja Global, Dorong Penguatan Struktur Pasar Domestik yang Sehat

Selasa, 21 April 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 21 April 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) menilai pergeseran peta industri baja global pada 2025 menjadi momentum strategis untuk memperkuat struktur pasar domestik dan menjaga keberlanjutan industri nasional.

Data World Steel
Association mencatat Amerika Serikat memproduksi sekitar 82 juta ton crude steel pada 2025 dan menyalip
Jepang yang turun ke kisaran 80,7 juta ton, sekaligus menjadikannya level
terendah dalam beberapa dekade.

Data World Steel
Association mencatat Amerika Serikat memproduksi sekitar 82 juta ton crude steel pada 2025 dan menyalip
Jepang yang turun ke kisaran 80,7 juta ton, sekaligus
menjadikannya level
terendah dalam beberapa dekade.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fondasi Kebijakan untuk
Keberlanjutan Industri
 

Direktur
Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa
dinamika global tersebut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia.
Dikatakannya bahwa industri
baja adalah sektor strategis penopang infrastruktur dan manufaktur nasional. 

“Diperlukan struktur pasar yang sehat
serta kebijakan yang konsisten agar industri dalam negeri mampu menjaga
utilisasi, profitabilitas, dan menarik investasi jangka panjang,” ujar Dr.
Akbar Djohan, yang
juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association
(IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Jepang Tertekan, AS Menuai
Momentum Kebijakan

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining
Insights menilai perbedaan trajektori tersebut mencerminkan peran desain
kebijakan dalam membentuk daya tahan industri.

Baca Juga :  KAI Group Dukung dan Sukseskan Rangkaian Peringatan Hakordia 2025

Widodo
menyoroti tekanan struktural yang dihadapi Jepang akibat distorsi pasar global
dan lonjakan ekspor dari Tiongkok yang mencapai rekor historis. Penurunan
ekspor dan melemahnya permintaan domestik membuat produksi Jepang terus
tergerus.

Sebaliknya,
Amerika Serikat memperkuat industri bajanya melalui instrumen perlindungan
perdagangan seperti tarif Section 232 dan kebijakan anti-dumping. Struktur
pasar domestik yang lebih terjaga mendorong peningkatan utilisasi kapasitas,
stabilitas harga, serta keberlanjutan investasi.

“Dalam
industri padat modal seperti baja, kepastian struktur pasar menjadi faktor
penentu keberlanjutan,” tulis Widodo.

Kedaulatan Industri dan
Ketahanan Ekonomi

Penguatan
industri baja nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto, khususnya
dalam misi memperkuat kedaulatan ekonomi dan industrialisasi berbasis nilai tambah
dalam negeri. Industri
baja yang sehat akan menopang pembangunan infrastruktur, hilirisasi, serta
menciptakan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Krakatau
Steel menegaskan komitmennya untuk menjadi pilar utama kedaulatan industri
nasional melalui penguatan struktur pasar, peningkatan daya saing, dan
keberlanjutan usaha demi mendukung visi Indonesia sebagai negara industri yang
tangguh.

Fondasi Kebijakan untuk
Keberlanjutan Industri

Direktur
Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa dinamika global
tersebut menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Dikatakannya bahwa
industri baja
adalah sektor strategis penopang infrastruktur dan manufaktur nasional.

“Diperlukan
struktur pasar yang sehat serta kebijakan yang konsisten agar industri dalam
negeri mampu menjaga utilisasi, profitabilitas, dan menarik investasi jangka
panjang,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia
Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik
& Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Baca Juga :  Alternatif Menyimpan Dolar untuk Pemula di Era Digital

Jepang Tertekan, AS Menuai
Momentum Kebijakan
 

Pengamat
Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, Steel & Mining
Insights menilai perbedaan trajektori tersebut mencerminkan peran desain
kebijakan dalam membentuk daya tahan industri 

Widodo
menyoroti tekanan struktural yang dihadapi Jepang akibat distorsi pasar global
dan lonjakan ekspor dari Tiongkok yang mencapai rekor historis. Penurunan
ekspor dan melemahnya permintaan domestik membuat produksi Jepang terus
tergerus.

Sebaliknya,
Amerika Serikat memperkuat industri bajanya melalui instrumen perlindungan
perdagangan seperti tarif Section 232 dan kebijakan anti-dumping. Struktur
pasar domestik yang lebih terjaga mendorong peningkatan utilisasi kapasitas,
stabilitas harga, serta keberlanjutan investasi. 

“Dalam
industri padat modal seperti baja, kepastian struktur pasar menjadi faktor
penentu keberlanjutan,” tulis Widodo. 

Kedaulatan Industri dan
Ketahanan Ekonomi
 

Penguatan
industri baja nasional sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo
Subianto, khususnya dalam misi memperkuat kedaulatan ekonomi dan
industrialisasi berbasis nilai tambah dalam negeri. Industri baja yang sehat
akan menopang pembangunan infrastruktur, hilirisasi, serta menciptakan
multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi nasional. 

Krakatau
Steel menegaskan komitmennya untuk menjadi pilar utama kedaulatan industri
nasional melalui penguatan struktur pasar, peningkatan daya saing, dan
keberlanjutan usaha demi mendukung visi Indonesia sebagai negara industri yang
tangguh.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Ini 5 Kesalahan After-sales Service B2B dan Cara Mengatasinya
HASHIM DORONG PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENANGKAP KARBON DI PABRIK
KAI Logistik Catat Kinerja 6,2 Juta Ton pada Triwulan III 2026, Tertinggi Sepanjang Tahun
IHSG Anjlok 8,01% Usai MSCI Soroti Status Pasar Indonesia, Perdagangan Berjangka Jadi Perhatian
Risiko Menggunakan Sparepart Komatsu Non-Original dan Cara Mendapatkan Part Asli Bergaransi melalui UT Connect
Perkuat Sinergi Asuransi dan Dunia Usaha, BRI Insurance Jalin Kerja Sama Strategis dengan KADIN Indonesia
BINUS UNIVERSITY Ajak Siswa SMA Eksplorasi Dunia Teknologi Lewat Computer Science Festival 2026, Hadirkan Puluhan Karya Teknologi Mahasiswa
ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

Ini 5 Kesalahan After-sales Service B2B dan Cara Mengatasinya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

HASHIM DORONG PENGGUNAAN TEKNOLOGI PENANGKAP KARBON DI PABRIK

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

KAI Logistik Catat Kinerja 6,2 Juta Ton pada Triwulan III 2026, Tertinggi Sepanjang Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:02

IHSG Anjlok 8,01% Usai MSCI Soroti Status Pasar Indonesia, Perdagangan Berjangka Jadi Perhatian

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:02

Perkuat Sinergi Asuransi dan Dunia Usaha, BRI Insurance Jalin Kerja Sama Strategis dengan KADIN Indonesia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:02

BINUS UNIVERSITY Ajak Siswa SMA Eksplorasi Dunia Teknologi Lewat Computer Science Festival 2026, Hadirkan Puluhan Karya Teknologi Mahasiswa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:02

ACT! Project Mendorong Konsumsi Produk Berkelanjutan di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:02

Gratis Transfer antarbank di neobank hingga 200 Kali per Bulan

Berita Terbaru