Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan - Koran Mandalika

Tren Permintaan Emas Mencetak Rekor Sejarah, Kapasitas Produksi Nasional Perlu Ditingkatkan

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Permintaan emas terus meningkat secara global. Melihat tren ini, pebisnis pertambangan nasional perlu memperkuat kemandirian ekosistem industri emas nasional melalui peningkatan kapasitas pengolahan logam mulia dalam negeri.

Menurut data World Gold Council, total permintaan emas kuartal I, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), naik 2% secara tahunan menjadi 1.231 ton. Kenaikan volume dipandang sangat solid ini, di tengah lonjakan harga emas yang signifikan, mendorong nilai permintaan kuartalan melonjak 74% menjadi rekor US$193 miliar.

Permintaan emas batangan dan koin mencapai 474 ton atau naik 42%, menjadi kuartal tertinggi kedua sepanjang sejarah. Investor Asia menjadi pendorong utama dengan memborong berbagai produk investasi emas secara agresif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengamat BUMN dan Direktur NEXT Indonesia Center Herry Gunawan mengatakan tren peningkatan permintaan emas yang signifikan ini memberikan dua alasan bagi Indonesia khususnya melalui perusahaan tambang emas Negara untuk proaktif dalam meningkatkan produksinya.

Baca Juga :  Ungkap Kecerdasan Chatbot Carik Bot yang Diperkaya dengan LLM Fine Tuning Dokumen

Pertama, BUMN pertambangan bisa mengambil peluang peningkatan profit dari lonjakan ini. Kedua, peningkatan produksi turut meringankan neraca perdagangan emas yang defisit.

Terlebih sejak 2021, Indonesia mengalami defisit dan telah menjadi net importer. Kondisi tersebut disebabkan oleh impor yang lebih besar guna memenuhi kebutuhan dalam negeri dibandingkan dengan ekspor.

“Di saat demand terhadap emas tinggi, tentu sudah jadi sentimen positif bagi BUMN tambang emas. Kondisi seperti itu akan mendorong kenaikan harga. Karena itu, peningkatan produksi menjadi sangat penting,” ungkap Herry.

Seiring dengan itu, anak usaha holding pertambangan MIND ID melalui PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) telah berupaya meningkatkan produksi melalui pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik.

Baca Juga :  Momen HUT TNI Dorong 57.993 Pengguna LRT Jabodebek pada Akhir Pekan

Antam telah memulai pembangunan pabrik manufaktur emas logam mulia di Gresik dengan kapasitas hingga 30 ton per tahun. Fasilitas ini akan menambah kapasitas produksi kepingan emas yang telah dimiliki Antam di Pulogadung, Jakarta, dengan kapasitas produksi 40 ton per tahun.

Dalam rantai pasok ini, pasokan emas batangan berasal dari dua sumber utama, yakni tambang emas Antam di Jawa Barat sekitar 1 ton per tahun, serta Precious Metal Refinery (PMR) PT Freeport Indonesia yang mampu mengolah lumpur anoda menjadi emas batangan sekitar 50–60 ton per tahun.

Dengan rantai pasok industri terintegrasi ini, Pemerintah melalui Grup MIND ID memperkuat ekosistem bullion Indonesia untuk memenuhi permintaan emas logam mulia nasional diperkirakan mencapai sekitar 70 ton per tahun dan terus meningkat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang
BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi
R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027
Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan
Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat
OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

KAI Daop 2 Bandung Fokus Keselamatan Perjalanan Kereta di Perlintasan Sebidang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

BRI Region 6 Gelar Donor Darah, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Berbagi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

R. Aditya Soeparno Putra Terpilih sebagai Change Agent Koordinator BRI Region 6 Periode 2026–2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Bank Raya Gelar RUPSLB 2026, Menuju Bank Digital yang Tumbuh Tangguh Berkelanjutan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:02

Dua Smelter PTFI Kembali Operasi, Kapasitas Hilirisasi Tembaga Nasional Menguat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun

Berita Terbaru