Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global - Koran Mandalika

Ketahanan Rantai Pasok Jadi Fokus Strategi Operasional di Tengah Geopolitik Global

Senin, 25 Mei 2026 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 25 Mei 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat strategi rantai pasok dan operasional guna menghadapi meningkatnya ketidakpastian geopolitik global, termasuk dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada distribusi logistik dan pasokan bahan baku industri baja.

Direktur Infrastruktur
& Operasi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Sidik Darusulistyo, menyampaikan
bahwa perusahaan telah melakukan reassessment
strategi rantai pasok melalui supply
chain
mapping yang lebih
komprehensif.

“Krakatau Steel juga
memperkuat sistem pemantauan logistik berbasis data pelayaran global dan
meningkatkan koordinasi dengan mitra logistik untuk mendeteksi lebih dini
potensi gangguan distribusi maupun lonjakan biaya logistik,” ujar Sidik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menerapkan
diversifikasi pemasok, Krakatau Steel Group juga secara berkala melakukan stress test dan analisis sensitivitas
terhadap fluktuasi harga komoditas strategis guna menjaga stabilitas biaya
produksi dan keberlanjutan operasional perusahaan.

Mandat Hilirisasi Nasional Perkuat
Ketahanan Rantai Pasok

Komitmen Krakatau Steel Group dalam
memperkuat ketahanan industri nasional juga tercermin melalui keterlibatan
perusahaan dalam Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang diresmikan Presiden
Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Proyek strategis nasional tersebut diarahkan untuk
memperkuat ketahanan industri dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan
terhadap pasar luar negeri. Inisiatif hilirisasi ini juga merupakan langkah
taktis Pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global.

Krakatau Steel Group di bawah pimpinan
Direktur Utama Dr. Akbar Djohan hadir sebagai pilar utama melalui dua proyek
investasi strategis, yakni melalui kepercayaan dari Danantara untuk
melaksanakan 2 program hilirisasi yaitu carbon steel dan stainless steel.

Baca Juga :  Posko Angkutan Nataru 2025/2026 dimulai, KAI Divre III Palembang Laksanakan Apel Gelar Pasukan

Secara strategis, proyek tersebut
diarahkan untuk mengurangi importasi secara bertahap, mengantisipasi risiko
keterbatasan pasokan global, serta mengoptimalkan aset Krakatau Steel Group agar
lebih produktif. Melalui langkah ini, Krakatau Steel Group terus membangun
ekosistem industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir sekaligus
memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang berkelanjutan.

Adapun Dr. Akbar Djohan, Direktur Utama
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  yang
juga sebagai menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel
Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder
Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan penguatan industri baja nasional
sebagai bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden RI, Prabowo
Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan
ekonomi, serta pembangunan industri strategis nasional yang mandiri dan berdaya
saing global.

“Krakatau Steel juga
memperkuat sistem pemantauan logistik berbasis data pelayaran global dan
meningkatkan koordinasi dengan mitra logistik untuk mendeteksi lebih dini
potensi gangguan distribusi maupun lonjakan biaya logistik,” ujar Sidik. 

Selain menerapkan
diversifikasi pemasok, Krakatau Steel Group juga secara berkala melakukan stress test dan analisis sensitivitas
terhadap fluktuasi harga komoditas strategis guna menjaga stabilitas biaya
produksi dan keberlanjutan operasional perusahaan.

Mandat Hilirisasi
Nasional Perkuat Ketahanan Rantai Pasok 

Komitmen Krakatau Steel
Group dalam memperkuat ketahanan industri nasional juga tercermin melalui
keterlibatan perusahaan dalam Proyek Hilirisasi Nasional Fase 2 yang diresmikan
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Proyek strategis nasional
tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan industri dalam negeri sekaligus
mengurangi ketergantungan terhadap pasar luar negeri. Inisiatif hilirisasi ini juga
merupakan langkah taktis Pemerintah dalam merespons dinamika geopolitik global.

Baca Juga :  Dorong Kedaulatan Ekonomi Nasional, MIND ID Jaga Tingkat 90% Pemasok Lokal

Krakatau Steel Group di
bawah pimpinan Direktur Utama Dr. Akbar Djohan hadir sebagai pilar utama
melalui dua proyek investasi strategis, yakni melalui kepercayaan dari Danantara
untuk melaksanakan 2 program hilirisasi yaitu carbon steel dan stainless steel. 

Secara strategis,
proyek tersebut diarahkan untuk mengurangi importasi secara bertahap,
mengantisipasi risiko keterbatasan pasokan global, serta mengoptimalkan aset
Krakatau Steel Group agar lebih produktif. Melalui langkah ini, Krakatau Steel Group
terus membangun ekosistem industri baja terintegrasi dari hulu hingga hilir
sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global yang
berkelanjutan.

Adapun Dr. Akbar
Djohan, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk  yang juga sebagai menjabat sebagai Chairman
Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) serta Chairman Asosiasi
Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) menegaskan penguatan
industri baja nasional sebagai bagian penting dari implementasi Asta Cita Presiden
RI, Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan
ketahanan ekonomi, serta pembangunan industri strategis nasional yang mandiri
dan berdaya saing global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Smart Futuristic City Diorama Karya BINUS @Semarang Tampil di Sewunara 2026
Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang
Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:50

Dua Alat Bukti Cukup, Eks Pimpinan Ponpes Abul Barokat Jadi Tersangka

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:28

Uang Rp50 Ribu Jadi Umpan, 7 Anak Jonggat Diduga Jadi Korban

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:12

Korupsi Pengadaan Dump Truck dan Arm Roll DLH Lombok Tengah, Empat Tersangka Resmi Ditahan

Senin, 25 Mei 2026 - 19:42

Hutang Berujung Maut, Penyidik Satreskrim Polresta Mataram Tetapkan Satu Tersangka

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:01

Ahli Pidana dari JPU Sebut Pasal Gratifikasi Tidak Bisa Menjerat Pemberi

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:58

Suliadi Protes Tuntutan Berat Kasus Sewa Tower: Saya Hanya Warga Biasa

Selasa, 5 Mei 2026 - 14:53

Sekda Lombok Tengah Jadi Saksi, Jaksa Dalami Dugaan Korupsi Dump Truck

Selasa, 5 Mei 2026 - 10:05

Sekda Lombok Tengah Dipanggil Jaksa, Pemeriksaan Berkaitan dengan Kasus Dump Truck?

Berita Terbaru