Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.165 - Koran Mandalika

Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.165

Jumat, 10 Juli 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga emas diperkirakan masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan di pekan kedua bulan Juli. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai bahwa momentum kenaikan masih cukup kuat karena didukung oleh kombinasi sinyal teknikal dan sentimen fundamental yang cenderung positif. Menurut Dupoin Futures, selama tekanan beli tetap bertahan dan belum muncul sentimen negatif yang signifikan, harga emas masih berpotensi melanjutkan reli menuju level resistance berikutnya.

Dalam analisis teknikal yang dirilis Dupoin Futures, pergerakan emas pada timeframe H1 masih menunjukkan struktur bullish yang sehat. Harga mampu bertahan di atas area Moving Average (MA) 21 dan MA 34, yang kembali berfungsi sebagai dynamic support. Menurut Dupoin Futures, kondisi tersebut mengindikasikan bahwa tekanan jual belum cukup kuat untuk mengubah arah tren utama, sementara buyer masih mendominasi pergerakan pasar.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa setiap kali harga mengalami koreksi, area support tersebut mampu memicu munculnya kembali aksi beli dari pelaku pasar. Hal ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap emas masih relatif tinggi, sehingga peluang kenaikan dalam jangka pendek tetap terbuka. Dupoin Futures menilai kondisi tersebut sebagai salah satu sinyal bahwa tren bullish masih berada dalam jalur yang sehat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Dupoin Futures juga melihat adanya perubahan fungsi resistance menjadi support setelah harga berhasil menembus area penting pada perdagangan sebelumnya. Dalam analisis teknikal, perubahan struktur seperti ini umumnya menjadi konfirmasi bahwa tren naik masih berpotensi berlanjut. Selama harga tetap bertahan di atas area support baru tersebut, Dupoin Futures memperkirakan peluang kenaikan masih lebih besar dibandingkan risiko pelemahan.

Baca Juga :  Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed terhadap Inflasi dan Dolar AS

Tidak hanya itu, analisis Dupoin Futures juga menunjukkan bahwa pola higher low masih terus terbentuk pada grafik H1. Struktur tersebut mencerminkan bahwa setiap koreksi menghasilkan titik terendah yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Menurut Dupoin Futures, pola seperti ini biasanya menjadi salah satu ciri bahwa kekuatan buyer masih mendominasi dan tren naik belum kehilangan momentumnya.

Berdasarkan proyeksi Dupoin Futures, harga emas berpotensi menguji area resistance di level 4.136 dalam waktu dekat. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka peluang kenaikan diperkirakan akan berlanjut menuju target berikutnya di kisaran 4.165. Meski demikian, Dupoin Futures tetap mengingatkan pelaku pasar agar mewaspadai kemungkinan koreksi jangka pendek mengingat harga telah mengalami kenaikan yang cukup konsisten dalam beberapa sesi terakhir.

Dari sisi indikator, Dupoin Futures juga mencermati pergerakan Stochastic yang masih mengarah naik menuju area overbought. Walaupun indikator tersebut telah memasuki zona jenuh beli, menurut Dupoin Futures belum terdapat sinyal pembalikan arah yang cukup kuat untuk mengindikasikan perubahan tren. Selama indikator tersebut masih bergerak sejalan dengan kenaikan harga, momentum bullish dinilai masih memiliki peluang untuk berlanjut.

Selain faktor teknikal, Dupoin Futures menilai bahwa pergerakan harga emas juga mendapat dukungan dari kondisi fundamental global. Pelemahan dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang berpotensi meningkatkan daya tarik emas di pasar internasional. Ketika nilai dolar melemah, harga emas menjadi relatif lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lain sehingga permintaan terhadap logam mulia cenderung meningkat.

Lebih lanjut, Dupoin Futures melihat bahwa penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury Yield) juga menjadi katalis positif bagi harga emas. Ketika imbal hasil obligasi menurun, biaya peluang untuk memegang emas sebagai aset yang tidak memberikan bunga menjadi lebih rendah. Situasi ini biasanya mendorong investor untuk kembali meningkatkan eksposur terhadap aset safe haven seperti emas.

Baca Juga :  Ventrue Capital Gandeng SAIF Perkuat Kapasitas Kepemimpinan Publik Indonesia

Menurut Dupoin Futures, ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kebijakan moneter Federal Reserve yang lebih akomodatif juga menjadi sentimen yang perlu diperhatikan. Apabila bank sentral Amerika Serikat memberikan sinyal penurunan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, tekanan terhadap dolar AS diperkirakan akan berkurang dan berpotensi memberikan ruang bagi harga emas untuk melanjutkan penguatan.

Di sisi lain, Dupoin Futures juga menilai bahwa ketidakpastian ekonomi global serta meningkatnya risiko geopolitik masih menjadi faktor yang menjaga permintaan terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai. Dalam situasi pasar yang penuh ketidakpastian, investor umumnya cenderung mengalihkan sebagian asetnya ke emas sehingga mampu menopang pergerakan harga.

Meski prospek jangka pendek masih terlihat positif, Dupoin Futures mengingatkan investor untuk tetap mencermati berbagai data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti inflasi, ketenagakerjaan, PMI, hingga pernyataan pejabat Federal Reserve. Menurut Dupoin Futures, apabila data tersebut menunjukkan pelemahan ekonomi, peluang penurunan suku bunga akan semakin besar sehingga dapat memperkuat kenaikan harga emas. Sebaliknya, jika data ekonomi kembali menunjukkan hasil yang solid dan mendorong penguatan dolar AS serta kenaikan imbal hasil obligasi, maka ruang kenaikan emas berpotensi menjadi lebih terbatas dan memicu koreksi sementara sebelum melanjutkan arah pergerakan berikutnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance
Kekeringan di Banyumas, Bank Mandiri Taspen Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga
OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana, Bagikan hingga Rp100 Juta Rewards Pool
Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen
Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya
FisTx Lengkapi NAWASENA Water Test Kit dengan Varian Nitrit, Pantau Tiga Parameter Kunci Tambak Lebih Mudah dan Terjangkau
Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah
CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:02

Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:02

Kekeringan di Banyumas, Bank Mandiri Taspen Bantu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:02

OSL Indonesia Hadirkan Launchpool Solana, Bagikan hingga Rp100 Juta Rewards Pool

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:02

Triwulan III 2026, KAI Daop 2 Bandung Layani Lebih dari 1,37 Juta Pengguna Jasa KA Jarak Jauh, Tumbuh 10 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:02

Barang Branded Pertama: Cara Menabung agar Bisa Membelinya

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

Doran Gadget 23 Mall Semarang Resmi Dibuka, Perkuat Jaringan Ritel di Jawa Tengah

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

CEO Masters Indonesia 2026 Sukses Digelar Perdana di Jakarta, Lahirkan Juara dan Pererat Koneksi Pemimpin Bisnis

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:02

JETE 23 Mall Semarang Sudah Dibuka, Bawa Konsep Experience Store & Produk Unggulan

Berita Terbaru