Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global untuk Investor Domestik - Koran Mandalika

Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global untuk Investor Domestik

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Memadukan aset defensif, komoditas, dan saham global dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan portofolio di tengah pasar yang dinamis.
JAKARTA, Juli 2026. Di tengah dinamika pasar yang meningkat, Valbury menyoroti pentingnya strategi diversifikasi yang memadukan aset defensif, komoditas, dan saham global sebagai cara bagi investor domestik untuk menjaga kinerja portofolio. Menurut Valbury, volatilitas sebaiknya tidak dipandang sebagai alasan untuk keluar dari pasar, melainkan sebagai pengingat untuk membangun portofolio yang lebih seimbang dan tidak bertumpu pada satu kelas aset saja.
Kombinasi lintas aset dan lintas geografi dinilai relevan karena setiap kelas aset memiliki karakteristik yang berbeda. Komoditas kerap berperan sebagai penyeimbang ketika pasar ekuitas terkoreksi atau ketika terjadi dinamika pada nilai tukar. Sementara itu, saham global memberi akses ke sektor-sektor besar seperti teknologi, kesehatan, dan energi, yang pergerakannya tidak selalu searah dengan pasar domestik. Prinsip diversifikasi inilah yang menjadi inti strategi tersebut.
“Tidak ada satu kelas aset yang selalu unggul di setiap kondisi. Dengan memadukan beberapa aset yang berkarakter berbeda, investor memiliki peluang lebih baik untuk menjaga keseimbangan portofolionya. Yang ingin kami tekankan adalah pentingnya proses dan diversifikasi, bukan menebak arah pasar,” demikian keterangan resmi Valbury.

Menyesuaikan Alokasi dengan Profil Risiko

Komposisi portofolio yang ideal berbeda untuk setiap orang, bergantung pada profil risiko dan tujuannya. Sebagai gambaran, sejumlah rujukan pasar kerap menggunakan kisaran persentase berikut untuk mengilustrasikan bagaimana porsi aset dapat disesuaikan dari profil konservatif hingga agresif, termasuk porsi saham global/AS di dalamnya.

Peran Komoditas sebagai Penyeimbang

Komoditas dinilai berguna sebagai penyeimbang, terutama pada saat pasar ekuitas tertekan atau ketika terjadi pergerakan harga energi. Meski demikian, karena volatilitasnya yang relatif tinggi, komoditas umumnya tidak disarankan menjadi porsi yang terlalu dominan dalam portofolio. Besarannya biasanya disesuaikan dengan profil risiko dan horizon investasi masing-masing.

Peran Saham Global, Termasuk Saham AS

Saham global, khususnya saham AS, memberi investor domestik akses ke sejumlah perusahaan terbesar dan paling likuid di dunia. Eksposur ini sebaiknya dibangun secara bertahap dan tertata, misalnya melalui saham berkapitalisasi besar maupun instrumen yang terdiversifikasi, agar akumulasi tidak terkonsentrasi pada satu harga.

Sebagai gambaran rujukan, panduan diversifikasi global umumnya menyarankan agar porsi eksposur ini menyesuaikan profil risiko. Investor konservatif dapat memulai dari porsi kecil (kisaran ilustratif 0–5% dari total portofolio), profil moderat pada kisaran 5–15%, sementara profil agresif dapat mengarah ke kisaran 15–25%. Angka-angka ini bersifat ilustratif dan merupakan bagian dari total alokasi saham, bukan patokan yang berlaku sama untuk setiap orang.

Untuk sisi saham global, sektor yang umum dipantau investor antara lain teknologi besar sebagai mesin pertumbuhan, serta energi global yang dapat memberi unsur defensif sekaligus keterkaitan dengan harga komoditas. Pemantauan sektor ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi atas instrumen tertentu.

Indikator yang Perlu Dipantau dan Kaitannya dengan Rebalancing

Untuk menavigasi volatilitas, terdapat sejumlah indikator yang umum diperhatikan investor domestik karena dapat memengaruhi arah sentimen pasar. Yang penting, indikator ini bukan sinyal untuk sering trading/berdagang, melainkan konteks untuk membantu menilai kapan proporsi aset mulai bergeser dari target dan perlu dikembalikan melalui rebalancing.

Baca Juga :  KAI Logistik Sabet Penghargaan Radar Surabaya Award 2025 Sebagai Penyedia Layanan Logistik Terpercaya

Strategi Praktis Menjaga Kinerja

Selain alokasi, terdapat sejumlah kebiasaan praktis yang umum dianjurkan untuk membantu menjaga kinerja portofolio di tengah pasar yang dinamis.

Melakukan rebalancing berkala — atau ketika indikator di atas menunjukkan proporsi aset telah bergeser jauh dari target — agar komposisi kembali sesuai rencana awal.

Mempertimbangkan pembelian bertahap saat pasar terkoreksi, agar akumulasi tidak terkonsentrasi pada satu harga.

Menjaga likuiditas, sehingga tidak terpaksa menjual aset berisiko pada saat yang kurang tepat.

Membatasi jumlah aset inti agar portofolio tetap mudah dipantau, dengan mengutamakan kualitas dibanding kuantitas posisi.

Market Insight

Inti dari strategi ini adalah keseimbangan. Dengan memadukan aset defensif, komoditas, dan saham global, investor domestik berpeluang memiliki portofolio yang lebih tahan menghadapi berbagai kondisi pasar, sekaligus tetap terbuka pada peluang pertumbuhan. Pendekatan ini menempatkan diversifikasi sebagai fondasi, bukan sekadar pelengkap.

Menurut tim Research Valbury Asia Futures, strategi semacam ini sebaiknya dipahami sebagai bagian dari literasi keuangan, bukan sebagai jaminan hasil tertentu. “Yang ingin terus kami dorong adalah pemahaman investor terhadap karakteristik dan risiko setiap aset, agar keputusan dapat diambil secara lebih bijak sesuai profil masing-masing,” demikian keterangan perusahaan. Valbury juga mengingatkan agar investor selalu menggunakan platform yang resmi dan diawasi otoritas berwenang, serta memahami bahwa setiap investasi mengandung risiko, termasuk risiko nilai tukar untuk aset dalam denominasi mata uang asing.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis
Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?
1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam
Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM
PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear
Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan
Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia
KAI Bandara Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak-anak Panti Asuhan Al Washliyah Lubuk Pakam

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Dulu Cukup Ganti Air, Kini Air Penggantinya Harus Steril: FisTx Hadirkan Baskara UV dan Cakra Elektrolisis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

Bagaimana Sistem Keamanan Dana dan Data Bekerja pada Aplikasi Trading Online?

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02

1 Juta Pergerakan Penumpang, KAI Bandara Perkuat Konektivitas Sekaligus Tebar Kepedulian di Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

Pertamina SMEXPO Yogyakarta Bukukan Capaian Rp3,8 Miliar, Buka Peluang Pasar Lebih Luas bagi UMKM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:02

PLN NPC dan TSG Teken Kontrak Kolaborasi Proyek Gas Insulated Switchgear

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:02

MiiTel Phone Kini Dilengkapi Fitur Auto Answer Calls, Sederhanakan Operasional Call Center

Berita Terbaru