Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan - Koran Mandalika

Spasium Ungkap Alasan Banyak Sculpture Arsitektural Gagal Diwujudkan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 12:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perusahaan spesialis artwork sculpture asal Indonesia ini membagikan proses di balik realisasi sculpture skala arsitektural agar tak berhenti sebagai render.

Di dunia interior dan arsitektur, model 3D open source sering dipakai untuk membantu membuat elemen-elemen detail pada sebuah ruangan. Detail-detail ini diperlukan untuk membangun mood,  dan membantu klien membayangkan  desain dan experience ruang dari sebuah proyek. Masalahnya, elemen visual pada presentasi ini kerap dianggap client sebagai desain final karya sculpture yang akan benar-benar dibangun, padahal belum tentu bisa direalisasikan.

PT Spasium Kreasi Indonesia (Spasium), studio yang berfokus pada sculpture dan custom artwork arsitektural, menyoroti fenomena ini berdasarkan pengalaman menangani sejumlah proyek nyata. Saat sebuah desain artwork memasuki tahap realisasi, barulah muncul pertanyaan-pertanyaan krusial: “Apakah bentuknya feasible diproduksi? Cukup kuat secara konstruksi? Aman dipasang? Materialnya realistis? Apakah budget dan timeline-nya masuk akal?” Dan yang terpenting dan seringkali terlupa adalah “Apakah artwork sculpturenya dapat bersinergi dengan desain bangunan dan menyampaikan story yang tepat?”

“Tidak semua yang terlihat indah di render, siap diwujudkan di dunia nyata,” ujar Dion Masli, Direktur Utama Spasium. “Karena itu, di beberapa proyek kami memilih untuk mengembangkan ulang idenya — bukan sekadar menyalin bentuk dari render, tetapi memastikan artwork tetap punya karakter, memiliki story yang tepat, sekaligus realistis untuk diproduksi dan dipasang dengan baik.”

Menurut Spasium, proses realisasi artwork arsitektural yang matang idealnya melalui enam tahap: memahami konsep dan kebutuhan ruang, studi teknis dan struktur, eksplorasi material dan finishing, pembuatan mockup dan prototyping, koordinasi lintas pihak (arsitek, sipil, kontraktor), hingga review dan penyempurnaan akhir sebelum artwork siap direalisasikan.

Baca Juga :  Trading Jadi Menyenangkan Dengan GIC Fun Points

Pendekatan ini telah diterapkan Spasium pada berbagai proyek residensial dan komersial di kawasan Jabodetabek dan berbagai kota besar di Indonesia, mulai dari sculpture skala landmark untuk area publik hunian hingga karya untuk residensi privat. Durasi pengerjaan tiap artwork umumnya berkisar 2,5 hingga 3 bulan, dengan material yang dipilih berdasarkan pertimbangan ketahanan jangka panjang dan kesesuaian konteks ruang — salah satunya painted steel untuk instalasi luar ruang.

“Artwork sebaiknya tidak dibahas terlalu belakangan dalam sebuah proyek,” tambah Dion Masli. “Sebab artwork bukan sekadar pelengkap visual, melainkan bagian dari perencanaan ruang itu sendiri.”

Spasium mengajak para pelaku industri properti, arsitek, dan desainer interior untuk melibatkan pertimbangan teknis dan produksi sejak tahap awal perencanaan artwork, guna menghindari risiko revisi berulang, pembengkakan biaya, dan mundurnya timeline proyek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan
Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia
KAI Bandara Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak-anak Panti Asuhan Al Washliyah Lubuk Pakam
MiiTel Phone Kini Dilengkapi Fitur Auto Answer Calls, Sederhanakan Operasional Call Center
Nano Disinfektan dan Nano Silver FisTx: Biosekuriti Tambak Udang Melalui Air dan Pakan, Tanpa Andalkan Antibiotik
5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Belanja Online dengan Sistem Pembayaran Manual
DJI Dock 4 Hadir di Indonesia: Operasi Drone Otomatis Tanpa Jeda Pengisian Daya
Perkuat Ekonomi Kreatif Bidang Fashion, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Bekali UMK Binaan melalui FASH-UP LOCAL

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Pelindo Multi Terminal Perkuat Layanan Nonpetikemas Pelabuhan Belawan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

Buktikan Daya Saing Global, Siswa BINUS SCHOOL Torehkan Nilai IB dan Cambridge di Atas Rata-Rata Dunia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:02

KAI Bandara Salurkan Bantuan Pendidikan untuk Anak-anak Panti Asuhan Al Washliyah Lubuk Pakam

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:02

MiiTel Phone Kini Dilengkapi Fitur Auto Answer Calls, Sederhanakan Operasional Call Center

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:02

Nano Disinfektan dan Nano Silver FisTx: Biosekuriti Tambak Udang Melalui Air dan Pakan, Tanpa Andalkan Antibiotik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:02

DJI Dock 4 Hadir di Indonesia: Operasi Drone Otomatis Tanpa Jeda Pengisian Daya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:02

Perkuat Ekonomi Kreatif Bidang Fashion, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Bekali UMK Binaan melalui FASH-UP LOCAL

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:02

FisTx Hadirkan Aqua Support, Solusi Saat Siklus Budidaya Udang Sedang Berjalan

Berita Terbaru