Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional - Koran Mandalika

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 15:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko Pangan Resmikan PSEL Bogor Raya 1, SUCOFINDO Dukung Percepatan Penanganan Darurat Sampah Nasional

Bogor, (17/9) – Pemerintah terus mempercepat pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai upaya penanganan darurat sampah nasional. Komitmen tersebut ditandai dengan peresmian pembangunan PSEL Bogor Raya 1 oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan. Proyek ini merupakan bagian dari implementasi percepatan pembangunan fasilitas Waste-to-Energy (WtE) yang diharapkan mampu menjawab tantangan pengelolaan sampah sekaligus mendukung ketahanan lingkungan dan energi nasional.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan implementasi kebijakan pemerintah untuk mempercepat penyelesaian persoalan sampah melalui penyederhanaan regulasi, percepatan perizinan, dan penguatan sinergi lintas sektor. Menurutnya, pembangunan ini tidak hanya bertujuan untuk menghentikan bertambahnya timbulan sampah baru, tetapi juga menjadi bagian dari solusi menyeluruh untuk menangani persoalan sampah yang telah menumpuk selama bertahun-tahun.

“Ini yang pertama di Indonesia. Sampah yang datang setiap hari kita selesaikan melalui PSEL menjadi energi listrik. Tetapi kita tidak berhenti di sana. Sampah lama yang sudah bertahun-tahun menumpuk juga harus kita tuntaskan dengan teknologi ini. Jadi yang baru selesai, yang lama juga kita bereskan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Zulkifli Hasan, pendekatan tersebut penting karena pembangunan fasilitas pengolahan sampah tidak cukup hanya menghentikan bertambahnya timbunan baru. Pemerintah juga harus menyelesaikan “warisan sampah” yang telah menumpuk selama bertahun-tahun dan menjadi persoalan lingkungan yang membahayakan masyarakat sekitar.

Zulkifli Hasan juga menambahkan bahwa PSEL Bogor Raya 1 dirancang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.500 ton sampah baru per hari yang berasal dari Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan energi listrik berkapasitas sekitar 20–30 MW, dengan masa konstruksi sekitar dua tahun dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan sampah nasional sekaligus mendukung penyediaan energi yang lebih berkelanjutan.

Baca Juga :  Crypto Narrative dan Masa Depan Kripto: Apa yang Bisa Kita Harapkan di 2025?

Dalam kesempatan yang sama, Chief Investment Officer (CIO) PT Danantara Investment Management (DIM), Pandu Patria Sjahrir, menjelaskan bahwa proses pengembangan PSEL Bogor Raya 1 telah melalui sejumlah tahapan sejak awal 2026. Tahapan tersebut dimulai dengan penandatanganan Joint Venture Agreement (JVA) pada Maret 2026, dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada April 2026. Pada Mei 2026, proyek tersebut ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Saat ini, proyek memasuki tahapan penting melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL).

“Hal ini menandai kesiapan untuk mendorong realisasi solusi pengolahan sampah terintegrasi di Indonesia yang dilanjutkan di Bogor Raya setelah kita melaksanakannya di Kota Bekasi dan Denpasar Raya dalam dua bulan terakhir,” tegasnya.

Pandu Patria Sjahrir menambahkan bahwa dalam proses seleksi dan pengembangan proyek, PT Danantara Investment Management (DIM) melibatkan tenaga ahli dan lembaga profesional dari berbagai bidang.

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, PT SUCOFINDO (PERSERO) turut terlibat dalam tahap persiapan melalui pelaksanaan Waste Analysis & Characterization (WAC) dan Land Investigation. Kedua kegiatan tersebut menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran teknis mengenai kondisi dan kesiapan lokasi serta karakteristik sampah yang akan menjadi bahan baku fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, menjelaskan bahwa WAC bertujuan untuk memastikan kesiapan teknis proyek, khususnya terkait kuantitas, kualitas, dan karakteristik sampah yang akan digunakan sebagai bahan baku (feedstock) fasilitas PSEL.

Baca Juga :  Customer Happy 24/7 dengan Layanan AI Agent Barantum

“Karakteristik sampah menentukan keberhasilan proses pengolahan menjadi energi. Melalui kajian tersebut, dapat diketahui komposisi sampah, nilai kalor, kadar tanah, kandungan logam, kadar air, dan parameter teknis lainnya yang menjadi dasar dalam perancangan serta pengoperasian fasilitas. Dengan data yang tepat, risiko operasional dapat diminimalkan dan kinerja fasilitas dapat lebih optimal,” jelasnya.

Sandry Pasambuna menambahkan bahwa Waste-to-Energy merupakan salah satu solusi pengelolaan sampah di Indonesia yang dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menghasilkan nilai tambah berupa energi. Dalam kapasitasnya sebagai perusahaan Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) secara konsisten mendukung pengembangan fasilitas PSEL melalui penyediaan data teknis yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan dan perencanaan operasional fasilitas.

“Hingga saat ini, SUCOFINDO telah melaksanakan pengujian di tujuh lokasi pengembangan PSEL, yakni Bali, Bekasi, Medan, Tangerang, Yogyakarta, Semarang, dan Bogor. Melalui pengujian dan analisis yang komprehensif, kami membantu menyediakan data yang akurat terkait karakteristik sampah sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan operasional fasilitas,” tambahnya.

Acara groundbreaking PSEL Bogor Raya 1 juga dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Wakil Menteri Dalam Negeri, Walikota Bogor, Bupati Bogor, serta para pemangku kepentingan dari kementerian/lembaga, BUMN, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung agenda pemerintah di bidang pengelolaan lingkungan, transisi energi, dan pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Perkuat Akses Perlindungan Pekerja, BRI BO Wonosari Bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui BRILink Agen
Kapan Harus Membayar Pinjaman? Pahami Jatuh Tempo dan Pilihan Pelunasan Lebih Awal
NEXTGEN MANAGER 2026 – KESEMPATAN UNTUK MENGUJI DAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MANAJERIAL
BRI Unit Ciracas Konsisten Dukung Pelaku UMKM Menjadikan Atin Kurniawati Sukses Kembangkan Usaha Siomay dan Batagor Berkat KUR BRI
Kawal Hilirisasi dan Kedaulatan Mineral, MIND ID Gandeng KPK Integrasikan WBS
Sebelum Gadai Barang Mewah, Konsumen Perlu Memeriksa Legalitas hingga Ketentuan Penebusan
Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru
Perkuat Penanganan Dampak Karhutla, Elnusa Petrofin Pasok Alat Medis untuk 3 Rumah Oksigen di Kalsel

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 21:02

Perkuat Akses Perlindungan Pekerja, BRI BO Wonosari Bersinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan melalui BRILink Agen

Minggu, 8 November 2026 - 20:02

Kapan Harus Membayar Pinjaman? Pahami Jatuh Tempo dan Pilihan Pelunasan Lebih Awal

Minggu, 8 November 2026 - 19:02

NEXTGEN MANAGER 2026 – KESEMPATAN UNTUK MENGUJI DAN MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN MANAJERIAL

Minggu, 8 November 2026 - 18:02

BRI Unit Ciracas Konsisten Dukung Pelaku UMKM Menjadikan Atin Kurniawati Sukses Kembangkan Usaha Siomay dan Batagor Berkat KUR BRI

Minggu, 8 November 2026 - 15:02

Sebelum Gadai Barang Mewah, Konsumen Perlu Memeriksa Legalitas hingga Ketentuan Penebusan

Minggu, 8 November 2026 - 14:02

Pasar Kripto Dilanda Extreme Fear, Bitcoin Hadapi Tekanan Baru

Minggu, 8 November 2026 - 12:02

Perkuat Penanganan Dampak Karhutla, Elnusa Petrofin Pasok Alat Medis untuk 3 Rumah Oksigen di Kalsel

Minggu, 8 November 2026 - 08:02

Kenali Keunggulan Charm Pantyliner Cooling Fresh

Berita Terbaru