Pengelolaan Air Jakarta Jadi Sorotan di Forum PBB, Arief Nasrudin Bawa Pengalaman PAM JAYA - Koran Mandalika

Pengelolaan Air Jakarta Jadi Sorotan di Forum PBB, Arief Nasrudin Bawa Pengalaman PAM JAYA

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi PAM JAYA, keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang kolaborasi dengan pemimpin serta pelaku sektor air di tingkat internasional. Penjajakan di bidang water cooling untuk kebutuhan data center dan creative financing menjadi bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi yang terus berkembang

Jakarta, 22 September
2026 – Direktur Utama PAM JAYA, Arief
Nasrudin, menjadi satu-satunya perwakilan dari Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif pengelolaan air minum perpipaan dalam Private CEO
Roundtable
di New York. Kehadiran tersebut merupakan
bagian dari rangkaian 81st UN General Assembly, agenda Perserikatan
Bangsa-Bangsa (PBB) yang mempertemukan para pemimpin dan pemangku
kepentingan global. PAM JAYA hadir atas undangan
Ministry of Foreign Affairs of the United
Arab Emirates (UAE)
selaku penyelenggara acara
tersebut untuk berbagi perspektif mengenai pengelolaan air minum perpipaan di
Jakarta.

Forum yang mempertemukan CEO dan pemimpin bisnis global ini
membahas berbagai isu strategis, termasuk investasi air yang menjadi fondasi
penting bagi pertumbuhan ekonomi, kesehatan, lingkungan, ketahanan pangan,
hingga keberlanjutan bisnis dan pembangunan infrastruktur masa depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

PAM JAYA menargetkan 100% cakupan layanan di tahun 2029 dengan target
pengembangan kapasitas produksi hingga 32.950 liter per detik dan jaringan
perpipaan sepanjang 16.234 kilometer. Perluasan layanan tersebut juga diarahkan
untuk mengurangi ketergantungan terhadap
penggunaan air tanah
dan penurunan muka tanah,
meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, serta memperkuat daya dukung
Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan dan terus berkembang.

Baca Juga :  Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank

Konteks Jakarta tersebut menjadi bagian dari perspektif
yang dibawa PAM JAYA ke dalam forum. Arief menempatkan kebutuhan pengembangan
infrastruktur air, peningkatan kualitas layanan, dan keberlanjutan sumber daya
air sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pertumbuhan kota.

Kebutuhan investasi menjadi bagian penting
dalam pengembangan layanan.
PAM JAYA terus mendorong
revitalisasi jaringan perpipaan untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus
mengurangi kehilangan air atau non-revenue water (NRW). Jaringan yang sebagian besar telah berusia lebih dari dua dekade
menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan investasi dan dukungan dari mitra
strategis.

Selain membahas pengembangan layanan air, kehadiran PAM
JAYA dalam forum tersebut juga membuka peluang penjajakan awal di sektor industri yang berkaitan dengan water cooling
untuk kebutuhan data center. Penjajakan ini menjadi
bagian dari upaya melihat potensi peran PAM JAYA dalam mendukung kebutuhan air bagi perkembangan industri
berbasis teknologi dan infrastruktur digital.

Kehadiran Arief sebagai satu-satunya perwakilan Indonesia
yang diminta untuk memaparkan perspektif dalam forum tersebut
juga menjadi kesempatan untuk membawa
pengalaman PAM JAYA ke dalam diskusi
bersama para pemimpin bisnis global. Dalam kesempatan yang sama, PAM JAYA
melakukan penjajakan awal mengenai creative financing dengan
sejumlah pemimpin bisnis sebagai salah satu alternatif pendekatan untuk
mendukung kebutuhan investasi dan pengembangan infrastruktur air.

Baca Juga :  Semarak Bitcoin Pizza Day, Bitcoin Tembus $111.000

Pengalaman Jakarta menunjukkan bahwa kebutuhan layanan air
minum perpipaan, pembangunan infrastruktur, investasi, dan pertumbuhan kota
saling berkaitan dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Ruang yang diberikan kepada PAM JAYA di forum tersebut juga menjadi
kesempatan untuk berbagi
pengalaman Indonesia dalam
mengelola layanan air minum perpipaan di perkotaan sekaligus membahas peran air
dalam pembangunan dan investasi.

Pengalaman tersebut juga tidak terlepas dari transformasi PAM
JAYA dalam meningkatkan pengelolaan layanan melalui pemanfaatan teknologi,
seperti smart
water meter
, integrated billing system, dan enterprise
resource planning (ERP)
, yang mendukung efisiensi dan
akurasi data dalam pengambilan keputusan.

“Air bukan sekadar kebutuhan dasar, tetapi merupakan fondasi bagi
kehidupan, kesehatan, lingkungan, dan pertumbuhan ekonomi. Ketika kita
berbicara mengenai pembangunan masa depan, maka pembicaraan mengenai air harus
ditempatkan di bagian paling fundamental,” ujar Arief.

Bagi PAM JAYA,
keterlibatan dalam rangkaian 81st UN General Assembly menjadi kesempatan untuk
membawa pengalaman Jakarta sekaligus memperluas pertukaran pengetahuan dan membuka peluang
kolaborasi dengan pemimpin
serta pelaku sektor air
di tingkat internasional. Penjajakan di bidang
water cooling
untuk kebutuhan data center
dan creative financing menjadi
bagian dari langkah PAM JAYA untuk terus mengembangkan layanan air minum perpipaan yang andal dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kebutuhan Jakarta sebagai kota dengan aktivitas ekonomi dan populasi
yang terus berkembang

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

PT Tracon Industri Tegaskan Komitmen Zero Fatality & Zero Waste, Kembali Dipercaya Dukung Turn Around Pabrik I Pusri Palembang
KALOG Express Beri Diskon Sebulan Penuh untuk Pengiriman ke Bandar Lampung
Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional
Waspada Penipuan Telegram dan Titip Dana, HSB Investasi Imbau Transaksi Aman Lewat Aplikasi Resmi
Harga USDJPY Hari Ini Berpotensi Menguat, Ini Analisis Dupoin Futures
Hisense Luncurkan AC Generasi Terbaru, Eksklusif di Shopee pada 25 September–10 Oktober 2026
WTI Gagal Tembus 94.71, Dupoin Futures Prediksi Harga Minyak Melemah
Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Dupoin Futures Ungkap Analisisnya

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:02

PT Tracon Industri Tegaskan Komitmen Zero Fatality & Zero Waste, Kembali Dipercaya Dukung Turn Around Pabrik I Pusri Palembang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:02

KALOG Express Beri Diskon Sebulan Penuh untuk Pengiriman ke Bandar Lampung

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:02

Hilirisasi Mineral Jadi Pilar Penguatan Ekonomi Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:02

Waspada Penipuan Telegram dan Titip Dana, HSB Investasi Imbau Transaksi Aman Lewat Aplikasi Resmi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:02

Harga USDJPY Hari Ini Berpotensi Menguat, Ini Analisis Dupoin Futures

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:02

WTI Gagal Tembus 94.71, Dupoin Futures Prediksi Harga Minyak Melemah

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:02

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Turun, Dupoin Futures Ungkap Analisisnya

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:02

BINUS UNIVERSITY Terpilih sebagai Satu-Satunya Universitas di Indonesia dalam Kiro Students, Buka Akses AI Development Eksklusif bagi Binusian

Berita Terbaru