Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95 - Koran Mandalika

Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak menguat pada perdagangan Rabu (7/10/2026) dan kembali mendekati US$90 per barel. Kenaikan harga minyak terjadi di tengah meningkatnya risiko gangguan pasokan akibat ancaman badai di Teluk Meksiko dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Meski demikian, Dupoin Futures melihat penguatan WTI saat ini masih berpotensi menjadi koreksi dalam tren bearish. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, harga minyak pada timeframe Daily sebelumnya telah menembus zona support US$89–US$88. Setelah breakout tersebut, WTI kini memasuki fase koreksi naik yang berpotensi menguji area Sell Limit sebelum kembali melanjutkan pelemahan.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan struktur teknikal tersebut masih memberikan peluang bagi harga minyak untuk bergerak menuju area support berikutnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“WTI telah melakukan breakout pada zona support 89–88 dan saat ini mengalami koreksi naik. Jika koreksi mencapai area Sell Limit dan kembali mendapatkan tekanan jual, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support 86.76–84.95,” ujar Geraldo.

Menurut analisis Dupoin Futures, breakout support US$89–US$88 menjadi sinyal penting karena menunjukkan perubahan struktur harga ke arah bearish. Oleh karena itu, kenaikan WTI setelah breakout belum dapat langsung dianggap sebagai pembalikan tren. Dupoin Futures melihat fase tersebut sebagai koreksi yang perlu dipantau sebelum menentukan arah selanjutnya.

Baca Juga :  Baba Rafi Perkuat Dominasi di Jabodetabek: Outlet Baru di Tangerang Selatan

Area Sell Limit menjadi perhatian utama dalam analisis Geraldo Kofit dari Dupoin Futures. Jika harga mendapatkan rejection dari area tersebut, peluang seller untuk kembali mendominasi dapat meningkat. Dalam skenario bearish, zona US$86.76–US$84.95 menjadi target support berikutnya.

Dari sisi fundamental, sentimen terhadap minyak saat ini justru memberikan dukungan terhadap harga. Reuters melaporkan WTI naik sekitar 0,92% menjadi US$90,25 per barel pada Rabu pagi. Kenaikan tersebut dipicu kekhawatiran mengenai potensi gangguan pasokan akibat badai di Teluk Meksiko serta meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Ancaman badai menjadi perhatian karena dapat mengganggu aktivitas produksi minyak dan gas di kawasan lepas pantai Amerika Serikat. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi pasokan dalam jangka pendek dan memberikan dukungan terhadap harga WTI.

Selain itu, ketegangan di Timur Tengah juga menjadi faktor yang dapat meningkatkan premi risiko pada harga minyak. Gangguan terhadap fasilitas produksi maupun jalur distribusi energi dapat membuat harga bergerak lebih tinggi secara cepat.

Geraldo Kofit dari Dupoin Futures menilai kondisi fundamental tersebut dapat mendorong rebound WTI, tetapi belum otomatis mengubah struktur teknikal menjadi bullish.

“Risiko gangguan supply memang memberikan katalis positif bagi WTI. Namun, dari sisi teknikal, harga masih berada dalam struktur bearish setelah breakout support 89–88. Karena itu, rebound tetap perlu dilihat sebagai koreksi selama belum terjadi perubahan struktur yang lebih kuat,” jelas Geraldo.

Baca Juga :  Pertimbangan Memilih Sekolah yang Tepat untuk Anak bagi Orang Tua Modern

Dupoin Futures juga mencermati perkembangan persediaan minyak Amerika Serikat. Penurunan stok minyak mentah AS memberikan dukungan tambahan terhadap harga karena menunjukkan kondisi supply domestik yang lebih ketat. Reuters melaporkan persediaan crude AS turun lebih dari 2 juta barel.

Di sisi lain, pasar minyak sebelumnya mendapatkan tekanan dari peningkatan ekspor Timur Tengah dan komitmen negara-negara G7 untuk menambah pasokan dari cadangan darurat. Kondisi tersebut sempat meredakan kekhawatiran mengenai keterbatasan supply global dan menjadi faktor bearish bagi WTI.

Dengan demikian, analisis Dupoin Futures menunjukkan adanya dua sentimen yang saling berlawanan. Fundamental memberikan ruang bagi rebound akibat risiko gangguan pasokan, sementara struktur teknikal masih mengarah pada pelemahan.

Berdasarkan analisis Geraldo Kofit, WTI berpotensi menguji area koreksi atau Sell Limit terlebih dahulu sebelum kembali melanjutkan penurunan. Selama harga belum mengubah struktur bearish setelah breakout US$89–US$88, Dupoin Futures melihat zona US$86.76–US$84.95 sebagai area support berikutnya yang patut diperhatikan.

Pelaku pasar juga perlu mencermati perkembangan badai Teluk Meksiko, kondisi persediaan minyak AS, serta ketegangan geopolitik Timur Tengah karena ketiga faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas WTI dan mengubah sentimen pasar dengan cepat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut
Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi
Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal
Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun
Dolar dan Yield Jadi Beban, Emas Berpotensi Turun ke US$4.064
FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Jadi Bagian dari Momentum Besar Industri Kripto Global
BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

OCBC Syariah dan Rumah Wakaf Salurkan Wakaf untuk Dukung Pendidikan & Keterampilan Siswa di Pelosok Garut

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:02

Transaksi Kripto Menguat, Pelaku Industri Dukung OJK Perkuat Tata Kelola dan Literasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Godrej Consumer Products Lanjutkan Ekspansi di Indonesia Dengan Meresmikan Pabrik Baru di Kendal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:02

Prediksi Harga Minyak Hari Ini: WTI Berpotensi Turun ke US$84,95

Rabu, 7 Oktober 2026 - 13:02

FLOQ Hadir di TOKEN2049 Singapore 2026, Jadi Bagian dari Momentum Besar Industri Kripto Global

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:07

BRI BO Kalimalang Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:05

BRI BO Cempaka Mas Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Berita Terbaru

Teknologi

Ada yang Makin PLUS di neobank Menjelang Akhir Tahun

Rabu, 7 Okt 2026 - 14:02