Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun - Koran Mandalika

Mandalika Street Food: Dari Keramaian MotoGP Menuju Destinasi Sepanjang Tahun

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Koran Mandalika, Lombok Tengah – Ribuan wisatawan domestik dan mancanegara yang datang untuk menyaksikan MotoGP Mandalika 2026 tidak hanya menikmati persaingan di lintasan, tetapi juga kuliner, budaya, dan produk lokal. Melalui Mandalika Street Food Festival Vol. 2, Mandalika memperluas pengalaman wisata sekaligus membuka peluang bagi ekonomi lokal agar tidak hanya bergerak saat balapan berlangsung.

Festival yang digelar InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) di Bazar Mandalika, Kuta, Lombok Tengah, Jumat (9/10/26), menjadi bagian dari rangkaian MotoGP Mandalika 2026. Kegiatan ini sejalan dengan visi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang ingin menjadikan Mandalika sebagai living destination, destinasi yang hidup sepanjang tahun, bukan hanya ramai ketika MotoGP digelar.

“Mandalika sekarang adalah milik kita bersama. Kami tidak lagi merasa sebagai tamu di rumah sendiri. Mandalika sudah menjadi milik masyarakat NTB,” ujar Miq Iqbal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, Mandalika memiliki karakter yang membedakannya dari penyelenggaraan MotoGP di negara lain. Daya tariknya tidak berhenti pada olahraga otomotif, tetapi berpadu dengan kekayaan budaya, kuliner, keramahan masyarakat, dan keterlibatan pelaku usaha lokal.

Baca Juga :  Kasus Stunting NTB Tercatat 13% di Bawah Rata-rata Nasional

“Di Mandalika ada UMKM, ada pertunjukan tari tradisional sebelum balapan, dan ada museum di dalam kawasan sirkuit. Ini yang membuat MotoGP Mandalika memiliki karakter yang tidak dimiliki tempat lain,” katanya.

Perpaduan tersebut juga terlihat melalui museum tematik di kawasan sirkuit. Setelah mengangkat Samalas dan Tambora pada 2025, museum tahun ini menampilkan Sekardiyu, patung kuda berusia ratusan tahun koleksi Museum Provinsi NTB. Kehadiran unsur budaya itu memperkaya pengalaman pengunjung sekaligus memperkenalkan identitas daerah kepada dunia.

Miq Iqbal menegaskan, tantangan berikutnya adalah memperpanjang dampak ekonomi setelah balapan berakhir. Keramaian selama beberapa hari harus menjadi peluang bagi UMKM, usaha kuliner, ekonomi kreatif, transportasi, dan layanan wisata untuk berkembang lebih jauh.

“Momentum sudah diciptakan. Sekarang tugas pemerintah daerah dan masyarakat adalah memperpanjang dampaknya. Kalau hari ini dampaknya tiga hari, mari kita buat menjadi seminggu, sebulan, bahkan sepanjang tahun,” tegasnya.

Baca Juga :  ‎Miras saat Pawai Ogoh-ogoh jadi Sorotan, Begini Imbauan Gubernur NTB

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC Ahmad Fajar mengatakan, festival kuliner merupakan bagian dari strategi membangun aktivitas kawasan di luar penyelenggaraan acara besar.

“Mandalika bukan hanya event destination, tetapi living destination selama 365 hari. Event menjadi traffic puller, sementara yang paling penting adalah bagaimana kehidupan ekonomi terus bergerak sepanjang tahun,” jelasnya.

ITDC juga melanjutkan pengembangan kawasan Mandalika serta penataan Desa Sade bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk memperkuat daya tarik wisata secara terpadu.

Bagi Miq Iqbal, keberlanjutan Mandalika juga bergantung pada kebersihan, kenyamanan, dan keramahan yang dijaga setiap hari, bukan hanya ketika ribuan wisatawan datang untuk MotoGP.

Mandalika Street Food menjadi bagian dari upaya mengubah keramaian menjadi peluang ekonomi yang berkelanjutan. Sebab, keberhasilan MotoGP bukan hanya tentang banyaknya penonton yang datang, tetapi juga tentang terbukanya pasar bagi produk lokal, bergeraknya usaha masyarakat, dan alasan bagi wisatawan untuk kembali setelah balapan usai. (*)

Berita Terkait

Bank NTB Syariah Kucurkan Beasiswa Rp111,6 Juta untuk 15 Mahasiswa Unram
Riders MotoGP Diserbu Fans di Mataram, Troy: Lebih Ramai dan Tertib
Marc Marquez Cs Sapa Warga Mataram, Penggemar: Biasanya Cuma Lihat di TV
Semen Langka di NTB, Ternyata Ini Biang Keroknya
Semen Mulai Didistribusikan, Perindag NTB Minta Harga Pengecer Tak Naik
Dari Jalan hingga Pesisir, Gubernur Miq Iqbal Perkuat Akses Warga Sumbawa
Wagub Umi Dinda Hadiri Sidang DPD RI, Aspirasi Daerah Diperkuat di Tingkat Nasional
Bank NTB Syariah Pegang Layanan Keuangan 54.395 Guru di NTB

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:02

BINUS @Semarang Hadirkan SEWUNARA 2026, Ruang Kolaborasi Global untuk Membayangkan Kota Masa Depan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:02

Kemendag Kembangkan InaExport Jadi Ekosistem B2B, Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perluas Akses Pasar Ekspor

Jumat, 9 Oktober 2026 - 21:02

Peduli Kesehatan Lingkungan, PTPN Group melalui Unit Riset Sungei Putih PT RPN Berkolaborasi Lakukan Fogging

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:02

Mengatur Keuangan Saat Punya Cicilan agar Tetap Terkendali

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02

Penjualan Online Belum Maksimal? Ini Strategi yang Bisa Dicoba UMKM

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:02

“Satu Jalur, Sejuta Cerita”: Merayakan Kisah-kisah Jalur Komuter Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Gebyar Lelang BRI Serentak di 74 Lokasi di Seluruh Indonesia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:02

KAI Logistik Sabet 4 Penghargaan di Ajang Anugerah Humas Indonesia 2026

Berita Terbaru