Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures - Koran Mandalika

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan setelah gagal menembus area resistance US$90,14. Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, kegagalan tersebut diikuti pembentukan Swing High baru yang mengindikasikan meningkatnya tekanan jual setelah harga mengalami penguatan dalam tren sekunder.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat kondisi teknikal tersebut membuka peluang terjadinya koreksi harga minyak. Dalam grafik harian, WTI berpotensi membentuk pola ABC Correction, yaitu pola koreksi yang dapat muncul setelah pergerakan harga mengalami kenaikan sebelumnya. Apabila tekanan bearish berlanjut, harga minyak berpeluang menguji area support US$86,82 hingga US$84,34.

Menurut analisis Dupoin Futures, level resistance US$90,14 menjadi area penting yang perlu diperhatikan untuk menilai kekuatan pergerakan harga selanjutnya. Kegagalan menembus resistance tersebut menunjukkan bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat untuk membawa harga bergerak lebih tinggi. Selama harga masih berada di bawah area resistance, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari sisi fundamental, harga minyak WTI turut dipengaruhi perkembangan hubungan Rusia dan Ukraina. Harapan tercapainya gencatan senjata di sektor energi memunculkan kemungkinan meningkatnya pasokan minyak dan energi ke pasar. Jika risiko gangguan pasokan berkurang, ekspektasi ketersediaan energi yang lebih besar dapat menekan harga minyak mentah.

Baca Juga :  KAI Daop 1 Jakarta Gelar Grand Final Lomba Dongeng di Stasiun Gambir

Pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, harga WTI dilaporkan berada di sekitar US$90,55 per barel setelah mengalami penurunan. Meski demikian, perkembangan terkait gencatan senjata masih perlu dicermati karena pengumuman dan pelaksanaannya belum sepenuhnya memberikan kepastian. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap memperhitungkan kemungkinan perubahan sentimen dalam waktu singkat.

Dupoin Futures juga menyoroti risiko geopolitik di Timur Tengah yang dapat membatasi penurunan harga minyak. Konflik regional dan laporan serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak global, sehingga gangguan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasokan dan memicu kenaikan harga.

Situasi ini membuat pergerakan WTI menghadapi dua sentimen yang berlawanan. Di satu sisi, prospek gencatan senjata Rusia-Ukraina berpotensi mengurangi kekhawatiran pasokan dan memperkuat tekanan bearish. Di sisi lain, risiko gangguan distribusi minyak di Timur Tengah dapat menjadi faktor pendukung harga dan mendorong pemulihan apabila situasi memburuk.

Baca Juga :  SolX Technologies: Advancing 365 MW Capacity and PHP 500M Savings with Tech Energy Solutions

Dalam analisis Dupoin Futures, skenario penurunan menuju US$86,82–US$84,34 perlu diperhatikan selama tekanan jual masih mendominasi dan harga belum mampu melewati resistance US$90,14. Namun, perkembangan geopolitik yang meningkatkan risiko pasokan dapat mengubah arah pergerakan harga dan melemahkan skenario koreksi tersebut.

Oleh sebab itu, Dupoin Futures menilai pemantauan level teknikal dan berita fundamental tetap penting dalam membaca prospek minyak WTI. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan Rusia-Ukraina, situasi di Timur Tengah, serta kondisi distribusi energi global karena kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas harga minyak.

Analisis ini merupakan gambaran skenario pasar berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga. Keputusan perdagangan tetap perlu mempertimbangkan risiko, volatilitas, serta perubahan informasi yang dapat memengaruhi pasar minyak mentah.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO
Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas
Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit
Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia
Mengapa Bisnis Bisa “Untung”, tetapi Tetap Kehabisan Cash?
Rangka Baja Dirakit di Bengkel, Proyek Bisa Selesai Lebih Cepat
Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa
Landed Cost Odoo: HPP Bahan Baku Impor Termasuk Bea Masuk dan Freight

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Metranet Perkuat Ekosistem Digital Koperasi di Kabupaten Bogor melalui KoperasiGO

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Prediksi XAUUSD Hari Ini, Dupoin Futures Pantau Sinyal Pembalikan Tren Emas

Senin, 12 Oktober 2026 - 15:02

Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02

Berteman di Sanct Social Dimulai dari Bertemu Langsung: Episode 6 Mengikuti Satu Hari di Jakarta Bersama Teman dari Singapura dan Malaysia

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02

Rangka Baja Dirakit di Bengkel, Proyek Bisa Selesai Lebih Cepat

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:02

Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:02

Landed Cost Odoo: HPP Bahan Baku Impor Termasuk Bea Masuk dan Freight

Berita Terbaru