Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam - Koran Mandalika

Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jumlah akun konsumen aset kripto di Indonesia mencapai 23,21 juta pada Agustus 2026, meningkat 1,23% dibandingkan bulan sebelumnya, sementara nilai transaksi mencapai Rp23,16 triliun. Bittime menyoroti pertumbuhan pasar yang diiringi semakin beragamnya pilihan aset digital, mulai dari Spot, Staking, dan Futures hingga Tokenized US Stocks. Di tengah perkembangan tersebut, pemahaman terhadap mekanisme, karakteristik, dan risiko setiap produk menjadi penting agar masyarakat dapat mengambil keputusan secara lebih terinformasi dan bertanggung jawab.

Pasar aset kripto Indonesia terus berkembang, seiring dengan bertambahnya jumlah akun konsumen dan semakin beragamnya pilihan produk aset digital. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Agustus 2026, jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 23,21 juta, meningkat 1,23% dibandingkan Juli 2026 yang tercatat sebanyak 22,93 juta akun. Sementara itu, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,16 triliun, tumbuh 12,87% secara bulanan dari Rp20,52 triliun.

Di tengah perkembangan tersebut, masyarakat kini memiliki beragam pilihan untuk mengakses aset digital, mulai dari perdagangan aset kripto hingga produk yang memberikan eksposur terhadap aset global. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, hadir sebagai Gerbang Indonesia Menuju Aset Global dengan menyediakan ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, serta pilihan aset digital lainnya, termasuk Tokenized US Stocks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ryan Lymn, Direktur Operasional Bittime, menilai pertumbuhan pasar perlu dilihat bersama dengan perkembangan pilihan produk dan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap karakteristik setiap instrumen.

“Pertumbuhan pasar kripto Indonesia menunjukkan semakin luasnya partisipasi masyarakat dalam ekosistem aset digital. Seiring dengan perkembangan tersebut, semakin penting bagi pengguna untuk memahami pilihan yang tersedia, cara kerja setiap produk, serta risiko yang menyertainya sebelum mengambil keputusan,” ujar Ryan.

Baca Juga :  VRITIMES dan Kabarwajo.id Jalin Kerja Sama untuk Perluas Jangkauan Distribusi Berita

Pilihan Produk Aset Digital Kian Beragam

Perkembangan industri aset digital menghadirkan beragam instrumen dengan fungsi dan mekanisme yang berbeda. Spot memungkinkan pengguna melakukan jual beli aset kripto, sedangkan Staking memberikan kesempatan memperoleh imbal hasil dari aset yang memenuhi ketentuan program. Di sisi lain, Futures merupakan perdagangan derivatif yang memungkinkan pengguna mengambil posisi long maupun short.

Selain ketiga layanan tersebut, tokenisasi juga menghadirkan pendekatan berbeda terhadap aset global. Salah satunya adalah Tokenized US Stocks, yaitu produk token digital yang dirancang untuk memberikan eksposur terhadap saham Amerika Serikat sesuai dengan struktur dan ketentuan masing-masing produk.

Melalui ekosistem 3-in-1 dan pilihan aset digital yang tersedia, Bittime menghadirkan beberapa pendekatan bagi masyarakat untuk mengenal dan mengakses instrumen digital. Namun, setiap produk memiliki karakteristik, mekanisme, dan profil risiko tersendiri sehingga tidak dapat diperlakukan sebagai instrumen yang sepenuhnya sama.

“Semakin beragamnya produk memberikan masyarakat lebih banyak pilihan, tetapi bukan berarti semua instrumen sesuai untuk setiap orang. Pengguna perlu mempertimbangkan tujuan keuangan, pengetahuan, dan toleransi risiko masing-masing, sekaligus memahami mekanisme produk sebelum memutuskan untuk bertransaksi,” jelas Ryan.

Tokenized US Stocks Menjadi Bagian dari Perkembangan Aset Digital

Perluasan pilihan aset digital juga terlihat pada perkembangan kategori Tokenized US Stocks di platform Bittime. Bittime juga menyediakan 32 pilihan Tokenized US Stocks sebagai bagian dari ragam aset digital yang tersedia di platform.

Perkembangan ini memberikan gambaran mengenai aktivitas pada kategori Tokenized US Stocks di Bittime, tetapi tidak secara langsung mewakili keseluruhan pasar Indonesia. Selain itu, produk tokenisasi memiliki struktur dan ketentuan tersendiri yang perlu dipahami pengguna, termasuk mekanisme eksposur terhadap aset acuan, hak yang melekat pada produk, serta risiko pasar.

Baca Juga :  Thermax Perkuat Komitmen Lokal Melalui Fasilitas Manufaktur di Indonesia

Ryan menekankan bahwa pemahaman terhadap produk menjadi semakin penting ketika masyarakat dihadapkan pada instrumen yang memiliki struktur berbeda.

“Dalam produk tokenisasi, misalnya, pengguna perlu memahami aset acuan, struktur token, hak yang melekat pada produk, serta risiko yang mungkin timbul. Penting untuk tidak hanya melihat nama aset atau pergerakan harganya, tetapi juga memahami bagaimana produk tersebut bekerja,” kata Ryan.

Literasi dan Pemahaman Risiko Tetap Menjadi Prioritas

Semakin beragamnya pilihan produk aset digital juga meningkatkan kebutuhan akan edukasi dan informasi yang transparan. Masyarakat perlu memahami bahwa potensi imbal hasil selalu disertai risiko, sementara karakteristik dan mekanisme setiap produk dapat memengaruhi hasil yang diperoleh.

Pada perdagangan aset kripto, volatilitas harga dapat menyebabkan perubahan nilai aset secara signifikan. Staking tidak menjamin imbal hasil tertentu, sedangkan Futures memiliki risiko tambahan berupa likuidasi posisi dan potensi kerugian yang lebih besar ketika menggunakan leverage. Tokenized US Stocks juga memiliki risiko pasar serta risiko yang berkaitan dengan struktur, penerbit, dan ketentuan produk.

Karena itu, keputusan terkait aset digital perlu mempertimbangkan kondisi keuangan, tujuan investasi, dan kemampuan menanggung kerugian. Ketersediaan beragam produk tidak menghilangkan risiko maupun menjamin hasil investasi.

“Pertumbuhan industri yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh peningkatan jumlah pengguna dan transaksi, tetapi juga oleh kualitas edukasi, transparansi informasi, dan pelindungan konsumen. Kami memandang pemahaman risiko sebagai bagian penting agar masyarakat dapat mengevaluasi pilihan aset digital secara lebih terinformasi dan bertanggung jawab,” tutup Ryan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia
Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion
Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight
Siaran Media – 10 Tahun Astra Property, Perkuat Portofolio Komersial dan Industrial untuk Menjawab Peluang Baru di Pasar Properti Indonesia
PPATK dan MIND ID Perkuat Kolaborasi, Jaga Integritas Industri Pertambangan Nasional
KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis
Gudang Mau Ditambah Lantai Mezanin, Rangkanya Jangan Asal Pilih
Dukung Akselerasi Keuangan Digital Indonesia, Sanggabiz Rumuskan Peta Jalan Pasca-Lulus Sandbox di Buletin OJK #BeyondInfinity

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Kedutaan Besar India di Jakarta Luncurkan AI Avatar DEWI untuk Perluas Akses Informasi bagi Masyarakat Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:02

Purana Mempersembahkan “Regal Bloom” di IN2MOTIONFEST x JMFW 2026: Dialog Elegan Antara Timur dan Barat dalam Modest Fashion

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Bittime: Pilihan Aset Digital Semakin Beragam

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:02

Restoran Halal di Bali Nikmati Hidangan Autentik Timur Tengah di Arabian Knight

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:02

Siaran Media – 10 Tahun Astra Property, Perkuat Portofolio Komersial dan Industrial untuk Menjawab Peluang Baru di Pasar Properti Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

KAI Logistik Catat Volume Pra-Purna Angkutan CPO Sekitar 62 Ribu Ton, Perkuat Integrasi Rantai Pasok Komoditas Strategis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:02

Gudang Mau Ditambah Lantai Mezanin, Rangkanya Jangan Asal Pilih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:02

Dukung Akselerasi Keuangan Digital Indonesia, Sanggabiz Rumuskan Peta Jalan Pasca-Lulus Sandbox di Buletin OJK #BeyondInfinity

Berita Terbaru