Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026 - Koran Mandalika

Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang, 15 Oktober 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso hari ini, Kamis, (15/10) menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Perdagangan dan PT Nestlé Indonesia. MoU tersebut ditandatangani Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, dan Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, sebagai salah satu rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Hall 10 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten.

Mendag Busan mengapresiasi kontribusi PT Nestlé Indonesia dalam mengembangkan produk lokal berstandar internasional. “Terima kasih karena kehadiran Nestlé Indonesia telah membantu produk-produk lokal kita untuk berkembang dan mampu memenuhi standar internasional. Investasi yang sudah berjalan lebih dari 50 tahun ini sangat membantu UMKM, peternak, dan para petani kopi kita,” kata Mendag Busan.

MoU yang ditandatangani hari ini bertujuan untuk mendorong ekspor produk-produk pertanian Indonesia dari sisi hulu melalui peningkatan kapasitas dan produktivitas petani. Selain itu, telah terjalin sinergi ekspor dengan memanfaatkan jaringan pasar global milik Nestlé. Nestlé Indonesia berkomitmen untuk mengakomodasi ekspor produk jadi dan bahan baku kopi asal Indonesia hingga USD 600 juta atau lebih dari Rp10 triliun dalam tiga tahun ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peningkatan daya saing dari sisi hulu pun sejalan dengan program Desa Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor yang dijalankan Kemendag. Saat ini, program tersebut telah menjangkau 2.616 desa. Sebanyak 787 desa telah terpantau siap ekspor, termasuk di dalamnya, yaitu 78 desa penghasil kopi. Melalui pemanfaatan jejaring global Nestlé, para petani dan pelaku usaha di desa berpeluang lebih besar untuk terhubung dengan rantai pasok dunia.

Baca Juga :  Karyawan PalmCo, Entitas Holding Perkebunan Nusantara, Salurkan Ribuan Paket Bantuan ke Aceh dan Sumatera Utara

Mendag Busan menjelaskan, Kemendag konsisten memanfaatkan jejaring perwakilan perdagangan di luar negeri untuk mendorong ekspor. Di dalamnya, terdapat jaringan atase perdagangan RI dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 33 negara. Ia bercerita, sebelum pelaku usaha mengikuti pameran seperti Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, perwakilan perdagangan RI dapat terlebih dahulu memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) dengan calon pembeli potensial di luar negeri. Eksportir dan buyer kemudian dapat bertemu langsung di TEI untuk menandatangani MoU.

Terkait hari kedua TEI ke-41 pada Kamis, (15/10), Mendag Busan bercerita, hari ini ia menyaksikan penandatanganan 10 MoU hasil kolaborasi UMKM binaan Astra dan Kemendag di TEI ke-41. Ke-10 MoU tersebut memiliki total nilai transaksi mencapai Rp69 miliar dengan mitra dari berbagai negara. “Saya telah berkeliling ke sejumlah stan peserta pameran dan melihat banyak potensi mendapatkan buyer. Kami berharap, akan semakin banyak MoU yang ditandatangani,” ujar Mendag Busan.

Baca Juga :  Solana Hari Ini: Penarikan Besar oleh Whale Mengguncang Pasar

Lebih lanjut, Mendag Busan menegaskan pentingnya memenuhi standar lingkungan dan keberlanjutan yang kini menjadi persyaratan perdagangan internasional. Salah satunya adalah European Union Deforestation Regulation (EUDR). Regulasi ini mendorong pelaku usaha untuk memperkuat ketertelusuran komoditas dan memastikan produk yang diperdagangkan memenuhi persyaratan pasar global. Ia optimistis MoU dengan PT Nestlé Indonesia dapat membuka peluang ekspor melalui pemenuhan standar keberlanjutan.

Setelah menyaksikan penandatanganan MoU antara Kemendag dan Nestlé Indonesia, Mendag Busan di hari yang sama melepas ekspor produk kopi olahan Nestlé Indonesia ke Melbourne, Australia, yang merupakan salah satu langkah konkret penandatangan MoU dan dalam rangka memanfaatkan jejaring pasar global Nestlé.

Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, menyampaikan, penandatanganan MoU dengan Kemendag yang ditindaklanjuti dengan pelepasan ekspor kopi olahan ke Australia mencerminkan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia.

“Kami percaya Indonesia memiliki potensi besar untuk semakin berperan dalam rantai pasok global, didukung oleh kapabilitas manufaktur, kualitas produk, dan daya saing yang kuat. Melalui kolaborasi dengan Kemendag, kami berharap dapat terus memperluas jangkauan produk buatan Indonesia ke pasar internasional sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Georgios.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek
FLOQ Borong Tiga Penghargaan di Marketeers Editor’s Choice Award 2026
Spesifikasi Besi di Gambar Kosong di Pasaran, Apa yang Harus Dilakukan?
Raih Dua Penghargaan di The Iconomics Forum 2026, Jasa Marga Buktikan Keunggulan Layanan Pelanggan dan Tata Kelola Korporasi
Proyek Beda Jenis, Harus Ganti Kontraktor Juga?
7 Cara Mengevaluasi Performa Telepon Bisnis dengan Call Tracking
Perkuat Ekosistem Industri Kreatif, Game Application and Technology BINUS UNIVERSITY Kembali Gelar Jakarta Game Fest 2026
Tokocrypto Raih Gold di Marketing Excellence Awards Indonesia 2026 untuk Campaign Ramadan

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:02

Sebelum Jual Emas Perhiasan atau Logam Mulia, Pandai Emas Ingatkan 7 Hal yang Perlu Dicek

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:02

Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:02

FLOQ Borong Tiga Penghargaan di Marketeers Editor’s Choice Award 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Raih Dua Penghargaan di The Iconomics Forum 2026, Jasa Marga Buktikan Keunggulan Layanan Pelanggan dan Tata Kelola Korporasi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:02

Proyek Beda Jenis, Harus Ganti Kontraktor Juga?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:02

7 Cara Mengevaluasi Performa Telepon Bisnis dengan Call Tracking

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:02

Perkuat Ekosistem Industri Kreatif, Game Application and Technology BINUS UNIVERSITY Kembali Gelar Jakarta Game Fest 2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:02

Tokocrypto Raih Gold di Marketing Excellence Awards Indonesia 2026 untuk Campaign Ramadan

Berita Terbaru

Teknologi

Proyek Beda Jenis, Harus Ganti Kontraktor Juga?

Sabtu, 17 Okt 2026 - 11:02