Koran Mandalika, Lombok Tengah – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mencatat tren positif dari program penanganan stunting berbasis pemberdayaan ekonomi. Wakil Bupati Lombok Tengah, H.M. Nursiah, memastikan Program Bantuan Ayam Petelur bagi keluarga berisiko stunting mulai menunjukkan hasil signifikan, baik pada perbaikan gizi balita maupun peningkatan ekonomi masyarakat.
”Alhamdulillah, menunjukkan program berjalan cukup baik. Ayam-ayam yang diberikan masih sehat dan rata-rata menghasilkan 10 hingga 12 butir telur setiap hari dari sekitar 18 ekor ayam. Ini menunjukkan bantuan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Nursiah .
Gizi Balita Meningkat dan Orang Tua Mulai Berinovasi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari evaluasi di lapangan, dampak perbaikan gizi balita penerima manfaat mulai terlihat nyata melalui peningkatan berat badan anak secara bertahap.
”Kami melihat berat badan anak-anak sudah mulai meningkat dan kondisi mereka tampak lebih sehat. Memang masih membutuhkan pendampingan, tetapi ini menjadi tanda bahwa program mulai memberikan dampak,” kata Nursiah.
Mengenai tantangan di lapangan, seperti adanya balita yang enggan mengonsumsi telur ,Nursiah mengapresiasi keaktifan para orang tua yang berinovasi mengolah telur menjadi beragam variasi menu makanan agar disukai anak.
Dorong Pendampingan Lintas Sektor di 100 Titik Uji Coba
Program yang bergulir sejak Juni 2026 ini merupakan tahap uji coba di sekitar 100 titik lokasi di Kabupaten Lombok Tengah.
Lokasi prioritas difokuskan pada desa-desa dengan angka stunting relatif tinggi, seperti Desa Batujai, Tanak Awu, Penujak, serta Desa Gemel di Kecamatan Jonggat.
Guna menjaga keberlanjutan program, Wabup menginstruksikan Dinas Pertanian dan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) untuk memperkuat pendampingan intensif.
Dia menekankan pentingnya sinergi antara petugas peternakan, kader Posyandu, pemerintah desa, dan ahli gizi.
”Yang dibutuhkan masyarakat adalah pendamping yang dekat dengan mereka. Kader Posyandu, pemerintah desa, dan petugas peternakan tingkat desa harus ikut mengawal, tidak harus selalu menunggu petugas dari kabupaten,” tegasnya.
Solusi Ganda: Integrasi Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
Nursiah menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk pemenuhan gizi harian, melainkan juga membekali warga dengan bantuan kandang, bibit ayam, serta pelatihan tata kelola ternak agar menjadi sumber pendapatan baru.
”Konsep utamanya memang penanganan stunting, tetapi pendekatannya melalui pemberdayaan ekonomi. Ketika keluarga memiliki usaha, pendapatan meningkat, kebutuhan gizi terpenuhi, maka angka stunting dan kemiskinan ekstrem dapat ditekan secara bersamaan,” paparnya.
Ketua Golkar Lombok Tengah itu menegaskan kembali komitmen Pemkab Lombok Tengah bahwa muara utama dari seluruh program pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat secara nyata.
”Keberhasilan pembangunan bukan diukur dari banyaknya program atau penghargaan, tetapi dari semakin banyak keluarga yang memiliki pekerjaan, pendapatan meningkat, serta merasakan perubahan nyata dalam kehidupannya,” pungkas Nursiah. (wan)
