Tren Streaming Multiplatform Makin Ramai, Ini yang Perlu Diperhatikan Streamer - Koran Mandalika

Tren Streaming Multiplatform Makin Ramai, Ini yang Perlu Diperhatikan Streamer

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 21 Oktober 2026 – Platform livestreaming seperti YouTube, TikTok, Twitch, dan Kick terus berkembang dan menjangkau komunitas penonton di berbagai negara, termasuk Indonesia. Laporan Streamlabs dan Stream Hatchet mencatat 21,5 miliar jam tayangan di platform livestreaming yang dipantau selama kuartal II 2026, tumbuh 7,6 persen secara tahunan. Kick membukukan 1,34 miliar jam tayangan, meningkat 36,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Besarnya konsumsi konten live membuka peluang bagi streamer untuk memperluas komunitas melalui berbagai platform. Jika sebelumnya siaran ke sejumlah platform membutuhkan konfigurasi yang lebih kompleks, kini dukungan perangkat lunak dan layanan multistreaming memungkinkan kreator menayangkan satu sesi permainan secara bersamaan ke YouTube, TikTok, maupun Kick, sesuai ketentuan masing-masing platform.

Namun, kemampuan hardware dan software saja tidak cukup menjamin kelancaran siaran. Bagi streamer game kompetitif seperti VALORANT dan Counter-Strike 2, koneksi internet harus menangani pengiriman video, audio, komunikasi suara, dan aktivitas permainan secara bersamaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketika jaringan mengalami kepadatan trafik, kualitas video berpotensi menurun atau mengalami dropped frames. Sementara bagi pemain, peningkatan latensi atau ping, jitter, dan packet loss dapat mengganggu respons permainan. Dalam pertandingan kompetitif, keterlambatan beberapa milidetik sekalipun bisa memengaruhi hasil permainan.

Baca Juga :  Pencarian Semantik yang didukung AI untuk Merevolusi Pencarian Gambar di QNAP NAS dengan Qsirch 5.4.0 Beta

Karena itu, memilih WiFi untuk streaming tidak cukup hanya mempertimbangkan kecepatan download. Kapasitas upload dan kestabilan koneksi juga menentukan kualitas siaran. Sebagai gambaran, YouTube merekomendasikan bitrate video 17 Mbps untuk livestream 1080p 60 fps menggunakan codec H.264. Kebutuhan koneksi aktual dapat lebih tinggi karena adanya audio, aplikasi pendukung, dan fluktuasi jaringan.

Perangkat lunak seperti OBS Studio menyediakan indikator dropped frames dan bitrate untuk memantau performa siaran. Ketika koneksi upload penuh, streamer dapat menyesuaikan bitrate atau menghentikan aktivitas transfer data lainnya. Namun, jika gangguan berasal dari kemampuan encoder komputer, meningkatkan kecepatan internet belum tentu menyelesaikan masalah.

Kebutuhan bandwidth juga bergantung pada metode distribusi siaran. Jika komputer mengirim video secara langsung ke tiga platform berbeda, total kebutuhan upload dapat meningkat. Sebaliknya, layanan berbasis cloud seperti Restream hanya membutuhkan satu aliran video dari streamer sebelum mendistribusikannya ke sejumlah platform.

Baca Juga :  Bitcoin Tembus US$80.000, Pasar Diuji Transisi The Fed dan Perpecahan FOMC

Artinya, multistreaming tidak selalu membutuhkan kapasitas upload tiga kali lebih besar. Meski demikian, kestabilan jaringan tetap penting, khususnya ketika streamer bermain game online sambil bersiaran. Penggunaan kabel LAN umumnya lebih konsisten dibandingkan koneksi nirkabel, terutama pada jaringan yang digunakan banyak perangkat.

Bagi kreator yang membutuhkan WiFi untuk streaming sekaligus bermain game, Biznet Home menyediakan layanan internet fiber optik dengan kecepatan download dan upload simetris pada paket yang tersedia di wilayah layanannya. Kapasitas unggah yang sebanding dengan kecepatan unduh relevan untuk mendukung pengiriman video beresolusi tinggi.

Paket Biznet Home Gamers 3D dapat menjadi salah satu pilihan bagi streamer yang membutuhkan koneksi berkapasitas tinggi. Kendati demikian, kecepatan internet bukan satu-satunya penentu performa karena latensi juga dipengaruhi jaringan lokal, perangkat, dan server tujuan. Informasi paket serta cakupan layanan dapat diperiksa melalui situs resmi Biznet Home.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Sering Ganti Jualan, Efektifkah? Kenali Cara Mengelola Usaha agar Lebih Terarah
Harga Website Company Profile untuk UMKM dan Enam Komponen yang Wajib Dibandingkan
HUT ke-70, SUCOFINDO Cabang Pontianak Salurkan Bantuan Renovasi Pondok Pesantren Al-I’tishom
Tiga Hari Penuh Keseruan dan Kolaborasi, MUKERNAS TDA 9.0 Ajak Pengusaha Bertumbuh Bersama
KAI Logistik Rampungkan Pengiriman 8 Unit KRL dari Banyuwangi ke Kalimas
MUNAS XII PERBARINDO: Tedy Alamsyah Kembali Pimpin Industri BPR & BPRS 2026 – 2030
Bali Tech Week 2026 Catat 900 Pertemuan Bisnis, Pengalaman India dalam ONDC Jadi Sorotan
Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital, Metranet dan Jayantara Jalin Kerja Sama Strategis

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:09

SPAM Cerorong-Danau Biru Dikebut, 15 Ribu Pelanggan Baru Jadi Target

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:26

BPBD Loteng Catat Distribusi Air Bersih Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 15:49

Kemarau 2026, Kekeringan Landa 9 Kecamatan di Lombok Tengah

Senin, 19 Oktober 2026 - 12:46

DPRD Lombok Tengah Buka Suara Terkait Rencana Rumah Ibadah 6 Agama di KEK Mandalika

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:10

Drama Kemenangan Tipis hingga Dominasi Tim Raksasa di Mandalika Festival of Speed

Minggu, 18 Oktober 2026 - 16:21

MGPA Dorong Potensi Pembalap Lokal NTB Kuasai Sirkuit Kebanggaan pada Ajang MFOS

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:00

MFOS Round 4 × Kejurnas ITCR 2026: Persaingan Memanas, Dua Race Jadi Penentu Akhir Pekan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:57

Kasus DBD Loteng Belum Naik, Dinkes Tekankan Pencegahan

Berita Terbaru