Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US$104,84 Jadi Perhatian - Koran Mandalika

Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US$104,84 Jadi Perhatian

Senin, 2 November 2026 - 11:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US4,84 Jadi Perhatian

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan hari Senin (2/11/26) setelah mengalami kesulitan menembus area resistance utama. Meskipun risiko geopolitik di Timur Tengah masih menjadi faktor pendukung harga, munculnya harapan meredanya konflik melalui jalur diplomasi dapat mengurangi kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat arah pergerakan WTI perlu dicermati dengan hati-hati.

Berdasarkan analisis Dupoin Futures, Geraldo Kofit melihat adanya indikasi pelemahan momentum kenaikan minyak pada timeframe empat jam (H4). Harga WTI sebelumnya berupaya menembus zona resistance kuat di US$103,31–US$104,84, tetapi belum berhasil melewati area tersebut. Kegagalan ini mengindikasikan bahwa tekanan beli mulai menghadapi hambatan dan membuka peluang bagi harga untuk memasuki fase koreksi.

Salah satu sinyal yang menjadi perhatian Dupoin Futures adalah terbentuknya pola Rising Wedge. Pola teknikal tersebut ditandai oleh pergerakan harga yang cenderung naik di dalam rentang yang semakin menyempit. Dalam situasi tertentu, pola ini dapat menunjukkan bahwa momentum bullish mulai kehilangan kekuatan dan meningkatkan risiko pembalikan arah menuju tren bearish.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indikasi pelemahan tersebut diperkuat oleh indikator Stochastic yang memperlihatkan Bearish Divergence. Sinyal ini menunjukkan adanya perbedaan antara arah pergerakan harga dan momentum, yang dapat mengisyaratkan berkurangnya kekuatan kenaikan. Menurut analisis Dupoin Futures, kombinasi Rising Wedge dan Bearish Divergence meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bertambahnya tekanan jual dalam jangka pendek.

Baca Juga :  Webinar LindungiHutan: CSR Berbasis Lingkungan sebagai Salah Satu Solusi Bisnis Berkelanjutan Bagi Perusahaan

Selama WTI belum mampu menembus resistance US$103,31–US$104,84, peluang berlanjutnya koreksi masih terbuka. Area tersebut menjadi batas teknikal penting untuk menilai apakah pembeli mampu mengembalikan momentum kenaikan atau justru tekanan jual semakin dominan. Apabila harga berhasil menembus resistance dengan dukungan momentum yang lebih kuat, skenario koreksi perlu dievaluasi kembali berdasarkan perkembangan pergerakan selanjutnya.

Dari sisi fundamental, rangkuman Reuters menunjukkan bahwa pasar minyak masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah. Potensi gangguan distribusi minyak akibat konflik di kawasan tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan pasokan global. Risiko ini berpotensi mempertahankan premi geopolitik dan memberikan dukungan bagi harga minyak mentah.

Namun, perkembangan diplomasi turut menciptakan tekanan yang berlawanan. Pembicaraan antara Iran dan Qatar meningkatkan harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan untuk meredakan konflik. Jika upaya diplomatik menghasilkan perkembangan positif, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dapat berkurang dan mendorong pelaku pasar mengurangi eksposur terhadap minyak.

Baca Juga :  Tokocrypto x Binance Beach House Gaet Lebih dari 2.500 Peserta di Coinfest Asia 2025

Harga WTI juga telah mengalami kenaikan cukup besar sepanjang Oktober sehingga rentan terhadap aksi ambil untung. Dalam kondisi harga yang sudah berada pada level tinggi, kabar positif mengenai kemungkinan perdamaian dapat memicu penjualan, terutama ketika indikator teknikal menunjukkan pelemahan momentum kenaikan.

Dupoin Futures menilai bahwa arah WTI selanjutnya akan sangat bergantung pada keseimbangan antara risiko gangguan pasokan dan peluang meredanya konflik. Selain perkembangan hubungan Iran dan negara-negara di kawasan, keputusan produsen minyak mengenai tingkat produksi juga dapat memengaruhi keseimbangan pasokan dan permintaan global.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures melihat potensi koreksi WTI masih perlu diwaspadai setelah harga gagal menembus resistance dan menunjukkan sinyal pelemahan teknikal. Meski demikian, ketegangan geopolitik yang kembali meningkat dapat menopang harga dan membatasi penurunan. Karena itu, pelaku pasar perlu memantau perkembangan diplomasi, kebijakan produksi minyak, serta respons harga di zona resistance US$103,31–US$104,84 untuk menilai arah pergerakan berikutnya.

Analisis Dupoin Futures ini merupakan skenario pasar, bukan kepastian arah harga maupun rekomendasi transaksi. Perdagangan berjangka memiliki risiko kerugian yang signifikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Optimistis terhadap Prospek Industri Multifinance, BRI Finance Perkuat Strategi Pertumbuhan Selektif
Punya Kemampuan Bahasa Jepang atau Mandarin? Cek 3 Peluang Kerja di Bidang Customer Experience
Mahasiswi Visual Communication Design BINUS @Bandung Tekuni Passion Kreatif Lewat Study Abroad di Korea Selatan
Salurkan Kredit untuk Pedagang Sayur 24 Jam di Pasar Lontar Kramat Jaya, Bukti Nyata Dukungan BRI terhadap UMKM
Kaya Aset Belum Tentu Kaya Kas: Pelajaran Likuiditas dari Barang Mewah
Pertamina SMEXPO Regional Bekasi 2026 Hadirkan 50 UMKM dan Luncurkan Katalog Digital PFpreneur, Perluas Akses Pasar Produk Lokal
Peringati Hari Sumpah Pemuda, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Mahasiswa USU
India Berhasil Keluarkan 496 Juta Penduduk dari Kemiskinan dalam 12 Tahun

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:03

Optimistis terhadap Prospek Industri Multifinance, BRI Finance Perkuat Strategi Pertumbuhan Selektif

Senin, 2 November 2026 - 13:02

Punya Kemampuan Bahasa Jepang atau Mandarin? Cek 3 Peluang Kerja di Bidang Customer Experience

Senin, 2 November 2026 - 13:02

Mahasiswi Visual Communication Design BINUS @Bandung Tekuni Passion Kreatif Lewat Study Abroad di Korea Selatan

Senin, 2 November 2026 - 12:02

Salurkan Kredit untuk Pedagang Sayur 24 Jam di Pasar Lontar Kramat Jaya, Bukti Nyata Dukungan BRI terhadap UMKM

Senin, 2 November 2026 - 12:02

Kaya Aset Belum Tentu Kaya Kas: Pelajaran Likuiditas dari Barang Mewah

Senin, 2 November 2026 - 11:02

Peringati Hari Sumpah Pemuda, Linknet Tanam Ribuan Pohon Bersama Mahasiswa USU

Senin, 2 November 2026 - 11:02

Harga Minyak WTI Berpotensi Terkoreksi, Resistance US$104,84 Jadi Perhatian

Senin, 2 November 2026 - 11:02

India Berhasil Keluarkan 496 Juta Penduduk dari Kemiskinan dalam 12 Tahun

Berita Terbaru