Harga Bitcoin Capai Rp1 Miliar Lagi di Tengah Panasnya Sentimen Politik AS - Koran Mandalika

Harga Bitcoin Capai Rp1 Miliar Lagi di Tengah Panasnya Sentimen Politik AS

Selasa, 16 Juli 2024 - 15:17

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi harga Bitcoin melonjak tinggi di tengah panasnya sentimen politik Amerika Serikat. Sumber: Shutterstock.

Bitcoin (BTC) memulai minggu ini dengan lonjakan harga yang signifikan, menembus angka US$62.000 atau lebih dari Rp1 miliar. Kenaikan harga ini telah kembali memicu minat para investor terhadap prediksi harga Bitcoin.

Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa optimisme pasar dipicu oleh beberapa faktor, termasuk spekulasi seputar dugaan percobaan pembunuhan terhadap kandidat calon presiden Amerika Serikat yang pro-kripto, Donald Trump. Insiden ini meningkatkan peluang pemilihannya hingga 70%.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain itu, selesainya penjualan Bitcoin oleh Jerman dan meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed pada bulan September juga turut meningkatkan nilai BTC. Dengan membaiknya sentimen investor, kapitalisasi pasar kripto global naik menjadi US$2,29 triliun, meningkat 3,80% dalam seminggu terakhir,” ujar Fyqieh.

Akhir pekan lalu, politik AS menjadi sorotan investor, terutama setelah upaya pembunuhan yang gagal terhadap kandidat presiden AS, Donald Trump. Insiden ini langsung memengaruhi pasar kripto, dengan Bitcoin mengalami lonjakan harga. Setelah insiden tersebut, harga Bitcoin (BTC) naik 4% mencapai US$60.300, level tertinggi dalam 10 hari terakhir. Peningkatan mendadak ini membalikkan tren penurunan sebelumnya, mengejutkan banyak trader dan investor.

Baca Juga :  AI dalam Birokrasi: Membangun Pelayanan Publik yang Lebih Cerdas dan Efisien

“Lonjakan harga ini didorong oleh sentimen positif terhadap Trump, yang baru-baru ini menyatakan pandangan positifnya terhadap industri kripto. Pasar menganggap upaya pembunuhan tersebut sebagai berita pro-Trump, dikombinasikan dengan dukungan vokalnya terhadap Bitcoin, yang memicu reaksi positif di kalangan investor,” ungkap Fyqieh.

Mengapa Kemenangan Trump Bisa Meningkatkan Permintaan Kripto?

Investor mungkin mulai memperhitungkan potensi kemenangan Trump dalam pemilihan presiden mendatang, yang dapat meningkatkan nilai Bitcoin lebih lanjut. Trump telah menargetkan suara kripto, yang bisa memengaruhi hasil pemilu.

Menurut Fyqieh, kemenangan Trump dapat mengakhiri masa jabatan Ketua SEC, Gary Gensler, lebih awal. Ketua SEC yang lebih pro-kripto dapat menggantikan Gensler dan mengakhiri regulasi yang ketat melalui penegakan hukum. Kemungkinan juga akan ada kemajuan dalam memperkenalkan kerangka regulasi kripto yang sangat dibutuhkan untuk mendorong inovasi sekaligus melindungi konsumen.

“Saat ini, pergerakan harga Bitcoin berada dalam keseimbangan antara bulls dan bears. Penembusan berkelanjutan di atas level resistance US$64.602 sangat penting untuk mengonfirmasi tren bullish dan berpotensi memicu reli di pasar kripto yang lebih luas,” analisis Fyqieh.

Baca Juga :  Summitmas dan VRITIMES Menyelenggarakan Acara Pitch yang Menampilkan 8 Startup Teknologi B2B Indonesia

Bitcoin mempertahankan posisinya sebagai kripto terdepan, dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,28 triliun. Pasokan yang tersedia mendekati 19,73 juta BTC dari jumlah maksimum 21 juta.

Analisa Harga Bitcoin

Ilustrasi pergerakan harga Bitcoin (BTC). Sumber: Tokocrypto

“Berfokus pada aspek teknis, grafik Bitcoin menunjukkan pergerakan ke atas yang kuat, menegaskan potensi keuntungan lebih lanjut. Tingkat harga penting yang perlu diperhatikan adalah resistensi langsung di sekitar US$65.500, diikuti oleh resistensi berikutnya di sekitar US$67.250 dan US$69.000,” jelas Fyqieh.

Data Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam fase momentum pembelian, meskipun mendekati wilayah jenuh beli. Indikator ini harus dipantau secara ketat untuk mengetahui tanda-tanda pembalikan yang dapat mengindikasikan kemunduran sementara.

Para investor dan pedagang yang mempertimbangkan titik masuk sebaiknya mempertimbangkan posisi di atas angka US$63.500, dengan target keuntungan awal menuju US$65.500. Dengan permintaan berkelanjutan dan dukungan pasar, kenaikan menuju US$67.250 dan berpotensi mencapai US$69.000 atau sekitar Rp1,1 miliar tetap menjadi level yang memungkinkan.

Berita Terkait

Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas
Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat
Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina
KAI Daop 2 Bandung Sampaikan Bahwa Keselamatan Perjalanan KA Butuh Peran Serta Masyarakat
Zentara Melihat Perubahan Besar dalam Cara Perusahaan Mengelola Kerentanan Siber
Dua Puluh Lima Tahun: Narendra Modi dan Posisi India di Dunia

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:10

Waskita Beton Precast Kembali Tanam 228 Pohon pada September 2026, Lanjutkan Komitmen Pehijauan Bersama Pelanggan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 05:49

SETC Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dorong UMKM Naik Kelas

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:45

Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 - 04:32

Minat Internasional Meningkat Seiring Dimulainya Automechanika Jakarta Besok, Hadirkan Partisipasi Global

Rabu, 23 September 2026 - 21:43

BP Tapera Perluas Sosialisasi KPR Sejahtera FLPP, Dorong Masyarakat Miliki Rumah Pertama

Senin, 14 September 2026 - 06:43

Harga Drone Pertanian DJI Agras 2026: Bandingkan T25P, T55, T70P, dan T100 Sebelum Beli

Selasa, 8 September 2026 - 19:01

BIZTECH for Change 2026 Perkuat Peran BINUS @Bekasi sebagai Business, Service, and Technology Campus

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:43

Semarak Kemerdekaan, BRI Finance Hadirkan Pembiayaan Motor Baru Mulai 0,7% per Bulan

Berita Terbaru