ANTERAJA INVESTASI PADA GENERASI AI INDONESIA LEWAT NEXTGEN AI ACADEMY - Koran Mandalika

ANTERAJA INVESTASI PADA GENERASI AI INDONESIA LEWAT NEXTGEN AI ACADEMY

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beasiswa penuh dan kesempatan magang bagi mahasiswa dari seluruh Indonesia, dijalankan bersama MAXY Academy mitra resmi Kemdiktisaintek dengan jaringan 400+ perguruan tinggi.

JAKARTA, 7 Agustus 2026 World Economic Forum memperkirakan 170 juta peran pekerjaan baru akan tercipta akibat perkembangan AI menjelang 2030, dengan hampir 40% keterampilan inti pekerja berubah dalam lima tahun ke depan. Bagi Anteraja, angka tersebut menegaskan satu hal: AI bukan pengganti manusia, melainkan alat yang memperbesar kemampuan manusia dalam bekerja. Menyikapi hal itu, Anteraja hari ini meluncurkan Anteraja NextGen AI Academy, program beasiswa penuh dan magang di bidang Artificial Intelligence bagi mahasiswa terpilih dari perguruan tinggi di seluruh Indonesia. Program ini dibiayai sepenuhnya oleh Anteraja dan dijalankan bersama MAXY Academy, mitra resmi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) dengan jaringan lebih dari 400 perguruan tinggi.

Sebagai perusahaan yang tumbuh dari kerja ribuan orang di lapangan, Anteraja memandang teknologi selalu berjalan di belakang manusia bukan sebaliknya. Setiap paket yang sampai ke tangan pelanggan adalah hasil kerja banyak peran: dari tim di kantor, tim operasional, hingga kurir yang mengetuk pintu. Tidak ada peran yang terlalu kecil. Dan ketika setiap peran dijalankan dari hati sampai tuntas, maknanya akan sampai ke masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keyakinan itulah yang melahirkan Anteraja NextGen AI Academy: sebuah undangan bagi generasi muda untuk belajar memakai AI sebagai alat kerja, lalu membawa cara berpikir itu kembali ke tempat mereka berkarya nanti.

“Di Anteraja, kami percaya inovasi tidak dibangun oleh teknologi, melainkan oleh manusia yang menggerakkannya,” ujar perwakilan pengampu program dari Anteraja. “AI kami lihat sebagai alat yang membantu setiap orang bekerja lebih baik bukan menggantikan siapa pun. Program ini gratis sepenuhnya karena kami tidak ingin biaya menjadi alasan seorang mahasiswa berbakat kehilangan kesempatan belajar memakai alat itu.”

Baca Juga :  Tips Kirim Uang ke Luar Negeri: Lebih Efisien di Tengah Kurs yang Dinamis

Menjawab kesenjangan yang nyata

Kebutuhannya mendesak. Riset global Pearson dan Amazon Web Services (AWS) bertajuk AI Readiness: Building the Bridge from Higher Education to Work, yang diluncurkan di Jakarta pada Juli 2026, menemukan 53% pemberi kerja kesulitan menemukan lulusan dengan keterampilan AI yang mereka butuhkan. Sebaliknya, 78% pimpinan perguruan tinggi meyakini institusi mereka telah memenuhi ekspektasi industri sementara hanya 14% lulusan yang merasa mampu menerapkan AI dalam alur kerja profesional.

Angka terakhir itu yang paling menjelaskan persoalannya: tantangannya bukan pada pengenalan AI, melainkan pada kemampuan menerapkannya di pekerjaan nyata. Sejalan dengan itu, studi terhadap lebih dari 10 juta lowongan kerja menunjukkan kandidat dengan keterampilan AI menerima tawaran gaji rata-rata 23% lebih tinggi dibanding kandidat setara tanpa keterampilan tersebut.

Mendukung agenda link and match pemerintah

Anteraja NextGen AI Academy dirancang sebagai kontribusi sektor swasta terhadap agenda link and match Pemerintah Republik Indonesia penyelarasan kurikulum pendidikan tinggi dengan kebutuhan nyata industri, sejalan dengan kerangka Merdeka Belajar–Kampus Merdeka dan visi Indonesia Emas 2045.

Sebagai mitra resmi Kemdiktisaintek dengan jaringan lebih dari 400 perguruan tinggi, MAXY Academy berperan sebagai jembatan antara kampus dan industri: menerjemahkan kebutuhan teknis perusahaan menjadi kurikulum yang dapat diserap mahasiswa, lalu mengantarkan mereka langsung ke ruang kerja sesungguhnya.

“Indonesia tidak kekurangan anak muda yang cerdas. Yang kurang adalah jembatan antara ruang kelas dan ruang kerja,” ujar Isaac Munandar, CEO MAXY Academy. “Bersama Anteraja, kami membangun jembatan itu. Dan yang kami ajarkan bukan sekadar teori AI, melainkan cara memakai AI untuk menyelesaikan persoalan nyata. Standar yang kami pakai pun bukan standar lokal kami menyiapkan mereka bersaing dengan talenta dari Singapura, India, dan Vietnam. Talenta Indonesia layak berada di meja yang sama.”

Baca Juga :  Mengapa Indonesia Kembali Menjadi Prioritas India

Belajar dari kasus nyata, bukan teori

Kurikulum program disusun mengacu pada praktik terbaik industri teknologi global, dengan penekanan pada penerapan AI sebagai alat bantu dalam pekerjaan sehari-hari. Peserta tidak berhenti pada simulasi: mereka akan mengerjakan tantangan langsung dari tim Anteraja, mulai dari optimasi operasional logistik hingga pemanfaatan AI dalam pemasaran digital.

Harapannya, inovasi yang lahir dari program ini dapat dirasakan manfaatnya secara berlapis bagi perusahaan, bagi pelanggan yang menerima layanan lebih baik, hingga bagi para kurir yang setiap hari berada di garis depan. Bagi Anteraja, teknologi baru bernilai ketika kesejahteraan yang dihasilkannya sampai kepada semua orang yang terlibat di dalamnya.

Detail program

– Bidang: Applied AI Digital Marketing & Applied AI Full Stack Development
– Kriteria: Mahasiswa aktif semester 5–8 dari seluruh perguruan tinggi di Indonesia
– Biaya: Beasiswa penuh, dibiayai Anteraja
– Periode: September 2026 Februari 2027
– Benefit: Sertifikasi, mentoring praktisi, dan kesempatan magang di Anteraja

Pendaftaran: Dibuka hingga 18 Agustus 2026 melalui bit.ly/AnterajaNextGenAI-MAXY

Melalui program ini, Anteraja dan MAXY Academy berkomitmen mencetak talenta digital Indonesia yang siap menghadapi era AI dan berkontribusi bagi daya saing bangsa di panggung global.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel, Bukan WhatsApp Saja
Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre
MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA
MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA
Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar
Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global untuk Investor Domestik
Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur
Panduan Lengkap Safe Haven Investment 2026: Memahami Aset Pelindung Nilai dan Posisi Magnificent Seven

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:02

ANTERAJA INVESTASI PADA GENERASI AI INDONESIA LEWAT NEXTGEN AI ACADEMY

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:02

Barantum Hadirkan AI Agent untuk Semua Channel, Bukan WhatsApp Saja

Selasa, 18 Agustus 2026 - 01:02

Menuju Top 20 TIC Global, SUCOFINDO Perluas Kolaborasi Internasional dengan China Quality Certification Centre

Selasa, 18 Agustus 2026 - 00:03

MEDIA ALERT: RECAP OF YESTERDAY’S HIGHLIGHTS — PURANA 17: RENJANA PERCA

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:02

Ketika Pasar Bergejolak: Membaca Pola Emas dan IHSG dari Tiga Krisis Besar

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:02

Hadapi Volatilitas, Valbury Soroti Strategi Kombinasi Komoditas dan Saham Global untuk Investor Domestik

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:02

Valbury Bagikan Panduan Menyusun Watchlist Saham Global secara Terstruktur

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:02

Panduan Lengkap Safe Haven Investment 2026: Memahami Aset Pelindung Nilai dan Posisi Magnificent Seven

Berita Terbaru