Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan - Koran Mandalika

Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

Kamis, 24 September 2026 - 10:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara memperkuat langkah pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di sejumlah wilayah operasional perusahaan di Sumatera dan Kalimantan.

PTPN IV PalmCo menjalankan mitigasi Karhutla melalui penguatan sistem deteksi dini, patroli lapangan, kesiapan personel dan sarana pemadaman, serta penyediaan sumber air di kawasan rawan kebakaran.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan kebijakan Zero Burning sekaligus menjaga keselamatan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu instrumen utama yang digunakan adalah Dashboard Monitoring Karhutla PTPN IV. Sistem tersebut membantu perusahaan memantau kemunculan titik panas atau hotspot berdasarkan kedekatannya dengan lokasi kebun.

Informasi yang diperoleh melalui dashboard menjadi dasar bagi tim di tingkat regional dan unit kebun untuk melakukan verifikasi lapangan, memetakan tingkat risiko, serta menentukan prioritas penanganan.

Selain mengoptimalkan pemantauan berbasis teknologi, perusahaan secara berkala melaksanakan Apel Siaga Karhutla untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, jalur komunikasi, serta mekanisme respons ketika ditemukan indikasi kebakaran di sekitar wilayah operasional.

Di Kalimantan, intensitas pemantauan dan patroli ditingkatkan terutama pada area yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi selama periode kemarau. Langkah tersebut diarahkan untuk mendeteksi potensi kebakaran sedini mungkin sekaligus mencegah rambatan api memasuki kawasan perkebunan maupun permukiman masyarakat.

Sementara itu, mitigasi di Sumatera diperkuat melalui penyediaan infrastruktur pendukung, termasuk sumber air dan fasilitas pencegahan kebakaran di sejumlah kawasan rawan. Infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan ketersediaan air untuk pemadaman awal apabila terjadi kebakaran lahan.

Baca Juga :  Stabilkan Cost of Fund pada Kuartal I-2026, Strategi Bisnis Ampuh BRI Finance

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan pengendalian Karhutla merupakan bagian dari manajemen risiko perusahaan yang dipersiapkan secara berkelanjutan, bukan hanya ketika memasuki periode puncak kemarau.

“Mitigasi Karhutla harus dilakukan jauh sebelum api muncul. Karena itu, sistem monitoring, kesiapan personel, patroli, serta sarana pendukung kami persiapkan sejak awal agar ketika terdapat indikasi hotspot, tim dapat segera melakukan verifikasi dan mengambil langkah yang diperlukan,” ujar Jatmiko di Jakarta.

Menurut Jatmiko, kebijakan Zero Burning menjadi bagian dari komitmen PTPN IV PalmCo dalam menjalankan praktik perkebunan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

“Bagi PalmCo, pencegahan kebakaran bukan hanya terkait perlindungan terhadap aset perusahaan. Yang jauh lebih penting adalah perlindungan terhadap masyarakat, lingkungan, dan ekosistem di sekitar perkebunan. Karena itu, pendekatan kami selalu menempatkan pencegahan sebagai prioritas utama,” katanya.

Perkuat Personel dan Kesiapan Lapangan

Penguatan sistem pencegahan Karhutla juga dilakukan melalui peningkatan kapasitas personel. Di Kalimantan Barat, PTPN IV PalmCo melalui Regional V telah melaksanakan Bimbingan Teknis Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Bimtek Dalkarhutla) bagi personel yang terlibat dalam pencegahan dan penanganan Karhutla.

Pelatihan tersebut diarahkan untuk memperkuat pemahaman personel mengenai prosedur keselamatan, teknik penanganan kebakaran, koordinasi lapangan, serta penggunaan peralatan pemadaman.

Perusahaan juga secara rutin memeriksa kesiapan pompa, selang, alat pelindung diri, kendaraan operasional, alat komunikasi, serta sumber air yang dapat digunakan ketika terjadi kondisi darurat.

Baca Juga :  Kinerja Angkutan Barang KAI Daop 8 Surabaya Semester 1 2025 Capai 1,3 Juta Ton

Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh personel dan perangkat pendukung dapat segera dioperasikan ketika tim menemukan indikasi kebakaran di lapangan.

Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah dan Masyarakat

PTPN IV PalmCo turut memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat pemerintah, serta unsur masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Sebagai bagian dari dukungan tersebut, perusahaan menyalurkan bantuan logistik dan perlengkapan keselamatan bagi petugas lapangan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Dukungan itu melengkapi koordinasi yang telah berjalan antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam upaya pencegahan serta penanganan Karhutla.

Di Jambi, pendekatan pencegahan juga melibatkan masyarakat melalui program pemberdayaan di desa sekitar perkebunan. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penguatan kesiapsiagaan masyarakat dan penyediaan infrastruktur sumber air untuk mendukung pencegahan kebakaran di kawasan gambut.

Jatmiko menegaskan efektivitas pengendalian Karhutla sangat bergantung pada sinergi antara perusahaan, pemerintah, aparat, dan masyarakat. “Karhutla tidak mengenal batas administrasi maupun batas konsesi. Karena itu, pencegahannya tidak mungkin dilakukan sendiri. Kuncinya adalah deteksi dini, respons cepat, dan kolaborasi seluruh pihak,” ujarnya.

Ke depan, PTPN IV PalmCo akan terus memperkuat sistem pemantauan, kesiapan personel dan sarana, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya PTPN Group dalam menjaga keselamatan masyarakat dan lingkungan sekaligus memastikan operasional perkebunan berjalan secara aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah
FAQ dan WA Form Bisa Pangkas Biaya WhatsApp, Begini Caranya!
PV Resmi Dirilis! Kisah Bersama Meru Berkembang Seiring Anda Bekerja di Muv-Luv Girls Garden Mellow Days, Rilis 2026
Percepat Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor
VRIGroup Luncurkan “Tōnan Ajia Keizai Shimbun”, Media Berbahasa Jepang yang Menyajikan Berita Bisnis Asia Tenggara bagi Pelaku Bisnis Jepang
Asuransi Perjalanan Chubb Travel Insurance Kini Hadir di neobank dari Bank Neo Commerce
Bank Mandiri Taspen dan Basarnas Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman
Dukung Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T, VRITIMES Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:02

Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

Kamis, 24 September 2026 - 09:02

10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah

Kamis, 24 September 2026 - 08:02

PV Resmi Dirilis! Kisah Bersama Meru Berkembang Seiring Anda Bekerja di Muv-Luv Girls Garden Mellow Days, Rilis 2026

Kamis, 24 September 2026 - 08:02

Percepat Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 08:02

VRIGroup Luncurkan “Tōnan Ajia Keizai Shimbun”, Media Berbahasa Jepang yang Menyajikan Berita Bisnis Asia Tenggara bagi Pelaku Bisnis Jepang

Rabu, 23 September 2026 - 23:02

Asuransi Perjalanan Chubb Travel Insurance Kini Hadir di neobank dari Bank Neo Commerce

Rabu, 23 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen dan Basarnas Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman

Rabu, 23 September 2026 - 21:02

Dukung Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T, VRITIMES Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri

Berita Terbaru

Teknologi

10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah

Kamis, 24 Sep 2026 - 09:02