Apa Itu Saham Defensive dan Contohnya di Pasar AS - Koran Mandalika

Apa Itu Saham Defensive dan Contohnya di Pasar AS

Jumat, 29 Agustus 2025 - 09:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saham defensive adalah saham yang cenderung stabil dan bertahan di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian. Perusahaan yang masuk kategori ini biasanya bergerak di sektor kebutuhan pokok, kesehatan, atau layanan penting yang tetap digunakan masyarakat meski terjadi krisis atau resesi. Dengan karakteristiknya yang tahan banting, saham defensive menjadi pilihan utama bagi investor yang mengutamakan stabilitas portofolio dan pendapatan jangka panjang.

Karakteristik Saham Defensive

Saham defensive memiliki sejumlah ciri khas yang membedakannya dari jenis saham lain. Pertama, volatilitasnya relatif rendah karena bisnis perusahaan tetap berjalan dalam situasi apapun. Kedua, perusahaan penyedia kebutuhan dasar umumnya memiliki permintaan yang konsisten, sehingga laba lebih stabil. Ketiga, banyak saham defensive menawarkan dividen reguler, yang menarik bagi investor jangka panjang.

Baca Juga: Apa Itu Saham Defensive dan Cyclical

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Contoh Saham Defensive di Pasar AS

Procter & Gamble (PG)
Perusahaan multinasional ini memiliki portofolio produk rumah tangga terkenal seperti Pampers, Gillette, dan Pantene. Karena produknya merupakan kebutuhan sehari-hari, permintaan tetap kuat meskipun ekonomi sedang melemah.

Baca Juga :  Jelajahi Dunia Tanpa Batas: Tas Bodypack Pilihan Tepat untuk Aktivitas Outdoor

Johnson & Johnson (JNJ)
Sebagai perusahaan kesehatan global, JNJ memiliki bisnis di bidang farmasi, alat kesehatan, hingga produk konsumen. Diversifikasi lini bisnis membuat saham ini lebih tangguh menghadapi gejolak pasar.

Coca-Cola (KO)
Sebagai produsen minuman terbesar di dunia, Coca-Cola menjadi ikon saham defensive. Permintaan minuman ringan tetap tinggi, bahkan saat daya beli masyarakat menurun, sehingga kinerja sahamnya relatif stabil.

Walmart (WMT)
Sebagai ritel terbesar di dunia, Walmart dikenal mampu bertahan di masa resesi. Konsumen yang ingin berhemat justru beralih ke Walmart untuk mencari harga yang lebih murah, sehingga penjualannya tetap kuat.

Kelebihan dan Keterbatasan Saham Defensive

Kelebihan utama saham defensive adalah stabilitas, rendahnya risiko penurunan tajam, serta potensi dividen yang konsisten. Namun, saham ini juga memiliki keterbatasan. Pada saat ekonomi tumbuh pesat, saham defensive biasanya tidak naik secepat saham pertumbuhan (growth stocks) atau saham cyclical. Artinya, investor mungkin kehilangan peluang keuntungan lebih tinggi dalam periode ekspansi ekonomi.

Baca Juga :  Pakar Siber Rusia Berikan Kuliah Umum di ITB, Bahas “Three Faces of AI in Cybersecurity”

Mulai Investasi di KVB Sekarang: Daftar Akun di KVB

Dengan KVB Indonesia, investor dapat mengakses berbagai instrumen global termasuk saham-saham defensive, forex, logam mulia, hingga futures. Semua transaksi dilakukan di platform trading teregulasi, memberikan rasa aman sekaligus peluang diversifikasi.

Saham defensive merupakan pilihan ideal bagi investor yang ingin menjaga kestabilan portofolio di tengah fluktuasi ekonomi. Contoh saham seperti Procter & Gamble, Johnson & Johnson, Coca-Cola, dan Walmart menunjukkan bahwa bisnis kebutuhan pokok dan layanan esensial mampu bertahan dalam segala kondisi. Meskipun keuntungannya mungkin tidak sebesar saham cyclical di masa ekspansi, saham defensive tetap memberikan fondasi kuat bagi strategi investasi jangka panjang.

Produk Terkait: Broker Trading Metals – KVB Indonesia

Berita Terkait

Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?
Ribuan Pengunjung Meriahkan The 9th Manawa Festival 2026 Sebuah Kolaborasi Harmoni Budaya dan Inovasi Bisnis BINUS @Bandung
Segini Rata-rata Biaya Pasang WiFi dan Kenapa Harganya Bisa Berbeda Tiap Wilayah
Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar bagi Anak Penyandang Disabilitas
Memangkas Tikungan, Menghubungkan Kawasan: WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani
Tingkatkan Layanan Operasional, Pelabuhan Tanjung Wangi Catat Pertumbuhan Positif pada Semester I – 2026
transcosmos Indonesia Luncurkan Generative AI Chatbot, Terapkan Standar Baru Customer Experience Berbasis AI
Disiplin Risk-Reward Ratio: Kunci Menjaga Pertumbuhan Modal Jangka Panjang

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:02

Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:02

Ribuan Pengunjung Meriahkan The 9th Manawa Festival 2026 Sebuah Kolaborasi Harmoni Budaya dan Inovasi Bisnis BINUS @Bandung

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:02

Segini Rata-rata Biaya Pasang WiFi dan Kenapa Harganya Bisa Berbeda Tiap Wilayah

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:02

Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar bagi Anak Penyandang Disabilitas

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:02

Memangkas Tikungan, Menghubungkan Kawasan: WSBP Suplai PC-I Girder untuk Proyek Pembangunan Jalan Perbaikan Singaraja–Mengwitani

Kamis, 23 Juli 2026 - 15:02

transcosmos Indonesia Luncurkan Generative AI Chatbot, Terapkan Standar Baru Customer Experience Berbasis AI

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Disiplin Risk-Reward Ratio: Kunci Menjaga Pertumbuhan Modal Jangka Panjang

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:02

Di Balik Duka Yahukimo, Koops TNI Habema Perkuat Perlindungan Warga Agar Kekerasan Tak Kembali Merenggut Nyawa

Berita Terbaru

Teknologi

Apa Itu BI Fast dan Bedanya dengan Transfer Biasa?

Kamis, 23 Jul 2026 - 17:02