Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Cadangan Emas di Masa Depan? - Koran Mandalika

Apakah Bitcoin Bisa Menggantikan Cadangan Emas di Masa Depan?

Rabu, 19 Maret 2025 - 19:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin dan emas sering dibandingkan sebagai aset lindung nilai, tetapi tahun 2025 membawa dinamika baru dalam dunia investasi. Bitcoin yang sebelumnya mencetak kenaikan spektakuler kini menghadapi volatilitas tinggi, sementara emas terus menguat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Jadi, mana yang lebih menguntungkan di 2025? Apakah Bitcoin masih menjadi pilihan menarik, atau justru emas yang tetap mendominasi sebagai aset safe-haven? Yuk, simak perbandingan Bitcoin vs emas agar kamu bisa menentukan strategi investasi terbaik tahun ini! 

Performa Bitcoin vs Emas di 2025

Sepanjang tahun 2024, Bitcoin mengalami lonjakan luar biasa sebesar 121,1%, melampaui emas yang hanya naik 27,44%. Namun, tren ini berubah pada awal 2025. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harga Bitcoin turun 10,2% dalam tiga bulan pertama tahun ini. Bitcoin mengawali tahun dengan harga $93.536 (sekitar Rp1,52 miliar). Januari sempat membawa harapan dengan kenaikan 9,54%, tetapi di Februari harga justru anjlok 17,55%.

Maret pun penuh gejolak. Bitcoin sempat menyentuh $95.048 (sekitar Rp1,55 miliar) pada 2 Maret. Namun, hanya dalam beberapa hari, harga turun drastis hingga 13,32% ke $83.873 (sekitar Rp1,36 miliar).

Saat artikel ini ditulis pada 19 Maret 2025, harga 1 BTC IDR berada di level Rp1.373.008, sedikit naik 0.62% dalam 24 jam terakhir. 

Sumber: Harga BTC/USDT di Market Bittime

Sementara harga emas justru mengalami kenaikan hampir 13,7% pada periode yang sama. Harga emas naik hingga $2.917 (sekitar Rp47,5 juta) per ons. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.

Baca Juga :  Gapai Bantu Ratusan PMI Ubah Hidup: Mengubah Mimpi jadi Kenyataan

Bitcoin vs Emas: Apa Bedanya?

Bitcoin dan emas sama-sama dianggap sebagai aset lindung nilai, tetapi keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok.

Emas adalah aset fisik yang sudah dipercaya selama ribuan tahun. Harganya cenderung stabil dan jarang mengalami lonjakan atau penurunan ekstrem. 

Selain itu, emas memiliki nilai intrinsik dan pasokannya terus bertambah melalui proses penambangan. Karena kestabilannya, emas sering menjadi pilihan utama bagi investor yang ingin melindungi kekayaan mereka dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

Di sisi lain, Bitcoin adalah aset digital dengan pasokan terbatas, hanya ada 21 juta koin yang bisa ditambang. Hal ini membuat Bitcoin sering disebut sebagai “emas digital.” Namun, berbeda dengan emas, harga Bitcoin bisa naik dan turun secara drastis dalam waktu singkat, menjadikannya lebih berisiko tetapi berpotensi memberikan keuntungan besar dalam jangka pendek. Selain itu, regulasi terhadap Bitcoin masih berkembang, sehingga bisa sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah dan tren pasar.

Prediksi Harga Bitcoin dan Emas 

Bitcoin masih menyimpan peluang keuntungan besar di 2025. Tom Lee, pendiri dan kepala riset Fundstrat Global Advisors, memperkirakan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai $150.000 (sekitar Rp2,45 miliar) pada akhir tahun. 

Namun, prediksi harga Bitcoin ini bergantung pada beberapa faktor, seperti regulasi global terhadap kripto, semakin luasnya adopsi institusional, serta kondisi ekonomi dan kebijakan suku bunga.

Meskipun potensinya besar, volatilitas tetap menjadi tantangan utama. Naik turun harga Bitcoin dalam waktu singkat bisa membuat investor untung besar atau justru merugi dalam sekejap. Oleh karena itu, investasi di Bitcoin memerlukan strategi yang matang.

Baca Juga :  Faktor Utama yang Mempengaruhi Pergerakan Harga Minyak Dunia

Di sisi lain, emas terus menjadi pilihan investor yang mengutamakan kestabilan. World Gold Council dan analis pasar komoditas menilai bahwa permintaan emas tetap tinggi karena banyak investor mencari aset yang lebih aman untuk melindungi kekayaan mereka.

Kesimpulan

Bitcoin dan emas memiliki keunggulan masing-masing sebagai aset investasi di 2025. Bitcoin menawarkan potensi keuntungan besar, tetapi dengan risiko tinggi akibat volatilitas dan pengaruh regulasi. Emas, sebaliknya, lebih stabil dan tetap menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Jika kamu seorang investor agresif yang siap menghadapi fluktuasi harga, trading jual beli Bitcoin dan aset kripto lainnya di Bittime bisa menjadi peluang menarik. Namun, jika kamu lebih mengutamakan keamanan dan kestabilan nilai jangka panjang, emas tetap menjadi aset lindung nilai terbaik. 

Pilih sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasimu!

Disclaimer

Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Bittime adalah platform perdagangan aset kripto terdaftar di Bappebti yang menyediakan informasi berdasarkan riset internal, bersifat umum dan edukatif. Informasi ini bukan merupakan nasihat keuangan, investasi, hukum, atau perpajakan. Kinerja masa lalu tidak mencerminkan kinerja masa depan. Pengguna wajib melakukan analisis mandiri dan memastikan kepatuhan terhadap seluruh peraturan yang berlaku.

Berita Terkait

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna
Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya
Modal Usaha Jadi Bertambah, Cek Penawaran Dana Tunai BRI Finance Berikut Ini
Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”
Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%
Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia
SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP
Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

KAI Perkuat Ekosistem Layanan di LRT Jabodebek untuk Mendukung Kebutuhan Pengguna

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:00

Bank Raya Gelar Lelang Raya Poin, Ajak Masyarakat Semakin Aktif Bertransaksi di Aplikasi Raya

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:00

Menguatkan Iman di Tengah Tantangan, PKK BRI Region 6 Gelar Kebaktian Bulanan Bertema “Di Dalam Tekanan Kuasa Tuhan Bekerja”

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:56

Hadir di Pameran Otomotif Sumatera Barat, BRI Finance Tawarkan Promo Bunga KKB 0%

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Dubes India Temui Seskab Teddy, Bahas Persiapan Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

SAJIVA RESIDENCE APRESIASI DUKUNGAN PLN GUNUNG PUTRI DALAM MENDUKUNG KESIAPAN HUNIAN SUBSIDI SIAP HUNI DI CITEUREUP

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:00

Investasi Hilirisasi Mineral Tembus Rp98,3 Triliun, Komoditas Grup MIND ID Jadi Magnet Utama

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:00

B2B Tech Asia Expo 2026 Siap Digelar di Jakarta: Satukan Raksasa Teknologi Global untuk Dorong Otomatisasi Efisiensi dan ROI Korporasi

Berita Terbaru