Apical dan Earthworm Foundation Memperkuat Penghidupan Berkelanjutan melalui Inisiatif Perhutanan Sosial di Kalimantan Timur - Koran Mandalika

Apical dan Earthworm Foundation Memperkuat Penghidupan Berkelanjutan melalui Inisiatif Perhutanan Sosial di Kalimantan Timur

Kamis, 5 Maret 2026 - 22:29

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apical dan Earthworm Foundation Memperkuat Penghidupan Berkelanjutan melalui Inisiatif Perhutanan Sosial di Kalimantan Timur

Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, secara resmi menyerahkan izin pengelolaan hutan kemasyarakatan seluas 127 hektare kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) Wana Makmur, komunitas penerima manfaat Program Sustainable Living Village (SLV) Apical, pada kegiatan seremonial yang diselenggarakan di Ibu Kota Negara, Kalimantan Timur. Penyerahan izin ini menjadi tonggak penting bagi Apical, yang bersama Earthworm Foundation, masyarakat dan mitra, mendorong penghidupan alternatif melalui penguatan kelembagaan lokal serta penerapan praktik agroforestri. Inisiatif ini juga sejalan dengan serta mendukung target Kementerian Kehutanan untuk mencapai 1,1 juta hektar perhutanan sosial pada tahun 2029.

Pada acara seremoni penyerahan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial Provinsi Kalimantan Timur, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengapresiasi komunitas yang telah melalui proses verifikasi hingga mendapatkan izin pengelolaan. Beliau menyampaikan perhutanan sosial merupakan salah satu program unggulan Presiden Prabowo. Dengan diterbitkannya izin perhutanan sosial ini, petani diberikan akses untuk mengelola dan memanfaatkan hutan. “Dengan akses ini masyarakat mendapatkan kepastian hukum diperbolehkan untuk memaksimalkan fungsi hutan yang ada di daerah. Kami berharap kelestarian hutan dapat kita jaga bersama-sama. Kami masih mempunyai tanggung jawab untuk melakukan pemberian akses sekitar 3 juta hektar lagi dan 1,4 juta hektar hutan adat untuk memaksimalkan fungsi hutan bagi petani atau masyarakat kita,” ucap Menteri Kehutanan pada sambutannya.

Selain penyerahan SK, empat Kelompok Tani Hutan (KTH) termasuk KTH Wana Makmur mendapatkan bantuan pengembangan perhutanan sosial sebesar 50 juta Rupiah yang dapat digunakan untuk membantu kegiatan operasional KTH dan pengembangan usaha yang sudah dilakukan di wilayah masing-masing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kelompok Tani Hutan Wana Makmur dengan 32 orang anggota telah mendapatkan pendampingan melalui Program SLV Apical yang diimplementasikan oleh Earthworm Foundation sejak tahun 2024. Program ini merupakan inisiatif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong penghidupan berkelanjutan melalui kolaborasi dengan mitra dan komunitas. Program ini bertujuan menciptakan dampak lingkungan yang positif, menjembatani kesenjangan pengetahuan yang krusial, serta mengurangi ketimpangan melalui empat inisiatif utama, yaitu peningkatan penghidupan, perlindungan hutan, transformasi rantai pasok, dan penguatan kolaborasi para pemangku kepentingan.

“Kami bangga program SLV ini dapat memberdayakan masyarakat dan upaya yang dilakukan mendapatkan pengakuan dan legalitas dari Menteri Kehutanan,” ujar Agus Wiastono, Manajer Corporate Social Responsibility (CSR) Apical. “Bersama mitra, kami akan terus mendukung kelompok tani hutan ini dalam menyusun rencana pengelolaan dan mengelola area perhutanan sosial secara bertanggung jawab, sekaligus memperkuat penghidupan mereka.”

Baca Juga :  Pertumbuhan Pasar Indonesia Jadi yang Tercepat di Asia Tenggara, Think With Hypefast Rilis Prediksi Tren Brand Lokal di 2025

Izin ini menjadi tonggak penting bagi masyarakat, menandai dimulainya pengembangan agroforestri. Agroforestri mengintegrasikan tanaman seperti kakao di bawah naungan tegakan hutan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pendapatan sekaligus tetap menjaga tutupan pohon dan fungsi ekologi. Dengan dukungan Apical, Earthworm Foundation telah memfasilitasi pembentukan Kelompok Tani Wana Makmur, menghimpun para anggota yang sebelumnya bergantung pada perkebunan kelapa sawit dengan tantangan seperti fluktuasi harga pasar serta terbatasnya akses terhadap sumber penghidupan alternatif. Sejak Februari 2025, KTH telah didukung untuk proses pembibitan kakao dan plot demonstrasi sebagai persiapan selama proses pengajuan izin. Kakao dipilih sebagai komoditas utama berdasarkan potensi produksi yang kuat serta tingginya permintaan pasar di wilayah tersebut. KTH juga berencana untuk melakukan diversifikasi tanaman, dengan menanam komoditas lain seperti buah-buahan, yang potensial di pasar lokal.

“Selain sebagai sumber pendapatan, agroforestri juga berkontribusi terhadap ketahanan iklim. Tutupan pohon membantu menjaga kelembapan tanah dan menstabilkan suhu, sehingga mengurangi kerentanan terhadap kekeringan dan cuaca ekstrem. Sistem tanam yang beragam juga mendukung keanekaragaman hayati dan kesehatan tanah, sehingga memperkuat pondasi ekologis yang menjadi tumpuan penghidupan masyarakat,” ujar Bahrun, Manajer Program Kalimantan Timur, Earthworm Foundation. “Kini, setelah KTH dapat mengelola kawasan hutan kemasyarakatan dengan pendekatan agroforestri, mereka dapat mempraktikkan pembelajaran yang telah diperoleh, dan dalam jangka panjang kami juga akan mendukung akses terhadap pasar. Kami berharap masyarakat dapat segera memetik hasil dari komitmen dan semangat mereka dalam mengelola lahan secara bertanggung jawab.”

Pada acara seremoni penyerahan izin, Tugiman, Ketua KTH Wana Makmur, menyampaikan rasa terima kasihnya. “Pemberian izin ini memberikan kepastian dan menyemangati kami untuk mengelola kawasan ini dengan baik melalui agroforestri. Kami berkomitmen untuk mengembangkan kakao dan komoditas lainnya melalui agroforestri, agar hutan tetap memberikan manfaat bagi keluarga kami dan masyarakat dalam jangka panjang.”

Baca Juga :  Cara Menggunakan e-Meterai Resmi untuk Dokumen Digital Anda

Ke depan, Apical dan Earthworm Foundation akan terus bekerja bersama KTH Wana Makmur serta para pemangku kepentingan lokal untuk mendukung keberhasilan jangka panjang inisiatif agroforestri ini, memperluas akses pasar, serta membangun penghidupan masyarakat yang tangguh. Melalui kemitraan berkelanjutan dan aksi kolektif, inisiatif ini diharapkan dapat diperluas ke desa-desa lain dan lebih banyak kelompok tani, guna mewujudkan perekonomian perdesaan yang lebih kuat, lanskap hutan yang lebih sehat, serta manfaat sosial dan lingkungan yang berkelanjutan bagi wilayah yang lebih luas.

About Earthworm Foundation

Earthworm Foundation adalah organisasi nirlaba berorientasi pada dampak yang bekerja dengan dunia usaha, masyarakat sipil, komunitas, pemerintah, dan mitra lainnya untuk mengatasi permasalahan lingkungan dan sosial pada wilayah bentang alam pengadaan dan rantai pasok. Dengan keahlian dalam rantai suplai, isu sosial dan lingkungan, Earthworm beroperasi di beberapa wilayah untuk memperbaiki kondisi pekerja, melindungi hutan, dan memperbaiki ekosistem yang terdampak oleh kelapa sawit, karet, kakao, dan komoditas lainnya. Di Indonesia, Earthworm beroperasi melalui organisasi afiliasi, Yayasan Hutan Tropis. Informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi: www.earthworm.org

Tentang Apical

Apical adalah pengolah minyak nabati terkemuka dengan jejak global yang berkembang. Pengilangan mid-stream kami yang terintegrasi secara vertikal dan pemrosesan hilir bernilai tambah menjadikan kami pemasok integral yang mendukung kebutuhan berbagai industri yaitu makanan, pakan ternak, oleokimia, dan bahan bakar terbarukan, termasuk bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF) yang memungkinkan pengurangan besar emisi CO2.
Hingga saat ini, dengan aset terintegrasi di lokasi yang strategis mencakup Indonesia, Cina, dan Spanyol, Apical mengoperasikan sejumlah kilang, pabrik oleokimia, pabrik biodiesel, dan pabrik penghancur kernel. Melalui usaha patungan, Apical juga memiliki operasi pemrosesan dan distribusi di Brasil, India, Pakistan, Filipina, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat dan Vietnam.

Pertumbuhan Apical dibangun di atas fondasi keberlanjutan dan transparansi, serta dimotivasi oleh keyakinan kuat bahwa kami dapat membuat dampak yang lebih berarti bahkan pada saat kami terus mengembangkan bisnis kami dan memberikan solusi inovatif kepada pelanggan kami. Informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.apicalgroup.com.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Bittime Soroti Peluang dan Risiko di Tengah Volatilitas
CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Hadirkan Diskusi Industri serta Merek Vietnam, Tinh Mộc, ke IFFINA+ 2026
5 Hal yang Bisa Membuat Perjalanan Batal, Sudah Siap Mengantisipasinya?
Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global
KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%
KAI Logistik Hadirkan Promo Diskon Pengiriman Paket Hingga 50% Sampai Akhir Tahun
KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025
Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:02

Bitcoin Terkoreksi Usai Keputusan The Fed, Bittime Soroti Peluang dan Risiko di Tengah Volatilitas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:02

CjC Marketing Agency dan Italian Atelier Hadirkan Diskusi Industri serta Merek Vietnam, Tinh Mộc, ke IFFINA+ 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:02

5 Hal yang Bisa Membuat Perjalanan Batal, Sudah Siap Mengantisipasinya?

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

Sanggabiz di GIFTS 2026: Tawarkan Solusi Eksekusi Bisnis kepada Lebih dari 30 Investor Global

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Layani Lebih dari 138 Ribu Pengiriman Hewan Peliharaan hingga Triwulan III 2026, Tumbuh 19%

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:02

KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:02

Inisiatif Sun to Sea dari Global Energy Alliance for People and Planet Perkuat Dukungan bagi Masyarakat Pesisir Indonesia

Berita Terbaru