Apple Masuk ke Pasar Foldable, Bisakah iPhone Duo Menyaingi Samsung? - Koran Mandalika

Apple Masuk ke Pasar Foldable, Bisakah iPhone Duo Menyaingi Samsung?

Jumat, 11 September 2026 - 13:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Persaingan di industri smartphone semakin menarik setelah Samsung mengungkap adanya peningkatan signifikan jumlah pengguna iPhone yang beralih ke perangkat foldable Galaxy. Momentum ini datang tepat ketika Apple akhirnya memasuki pasar smartphone lipat dengan memperkenalkan iPhone Duo pada September 2026.

Kondisi tersebut membuka babak baru persaingan dua raksasa teknologi. Samsung selama bertahun-tahun telah membangun posisi di pasar foldable, sementara Apple baru mulai masuk ke segmen tersebut. Bagi investor, perkembangan ini juga menjadi perhatian karena keberhasilan atau kegagalan produk foldable berpotensi memengaruhi prospek bisnis serta pergerakan saham kedua perusahaan.

Pengguna iPhone Mulai Beralih ke Samsung

Samsung menyebut tingkat perpindahan pengguna iOS ke seri Galaxy Z Fold8 mencapai 1,6 kali lebih tinggi dibandingkan tingkat perpindahan ke generasi Fold7 dan Flip7 tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa perangkat foldable Samsung mulai memiliki daya tarik yang lebih besar di kalangan pengguna iPhone.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Amerika Serikat, sekitar 30% pembeli Galaxy Z Flip8 disebut berasal dari pengguna perangkat merek lain. Menariknya, sebagian besar dari mereka merupakan konsumen yang baru pertama kali membeli smartphone foldable.

Samsung juga berupaya membuat proses perpindahan dari iPhone menjadi lebih mudah. Melalui pembaruan fitur Smart Switch, pengguna iPhone dapat memindahkan data ke perangkat Galaxy menggunakan pemindaian kode QR tanpa perlu memasang aplikasi tambahan.

Langkah tersebut menjadi strategi penting bagi Samsung karena salah satu hambatan terbesar dalam berpindah ekosistem adalah proses transfer data dan adaptasi terhadap sistem operasi baru.

Samsung Punya Keunggulan sebagai Pelopor

Samsung mulai memasuki pasar foldable pada 2019 melalui Galaxy Fold. Artinya, perusahaan Korea Selatan tersebut memiliki pengalaman sekitar tujuh tahun dalam mengembangkan dan memasarkan perangkat dengan layar lipat.

Keunggulan sebagai pelopor memungkinkan Samsung memiliki waktu lebih panjang untuk mengembangkan desain, mekanisme engsel, software, serta pengalaman pengguna pada perangkat foldable.

Apple kini harus menghadapi tantangan untuk mengejar pengalaman tersebut. Namun, masuknya Apple ke pasar foldable juga dapat memperluas ukuran pasar secara keseluruhan karena basis pengguna iPhone yang sangat besar.

Baca Juga :  BSP WhatsApp Barantum: Penyedia WhatsApp Business API Resmi Terbaik

Menurut Counterpoint Research, Samsung diproyeksikan tetap memimpin pasar foldable pada 2026 dengan pangsa sekitar 32%, sedangkan Apple diperkirakan langsung mengambil sekitar 25% setelah memasuki pasar tersebut. Huawei juga masih menjadi pemain penting, khususnya di pasar China.

Apple Akhirnya Hadirkan iPhone Duo

Setelah bertahun-tahun menjadi bahan rumor, Apple akhirnya memperkenalkan perangkat foldable pertamanya yang diberi nama iPhone Duo pada acara 9 September 2026.

Perangkat tersebut dibanderol mulai US$1.999 untuk kapasitas 256 GB dan mencapai US$3.199 untuk varian 2 TB. iPhone Duo memiliki layar internal berukuran sekitar 7,6 inci dan layar eksternal 5,4 inci dengan bodi berbahan titanium.

Harga tersebut menjadikan iPhone Duo sebagai salah satu perangkat paling premium yang pernah diperkenalkan Apple. Pre-order dijadwalkan dimulai pada 16 Oktober, sementara penjualan perdana berlangsung pada 23 Oktober di Amerika Serikat dan lebih dari 70 negara lainnya.

Peluncuran tersebut juga menjadi momen penting bagi CEO baru Apple, John Ternus, yang baru menggantikan Tim Cook pada 1 September 2026. Karena itu, iPhone Duo bukan hanya produk baru, tetapi juga menjadi salah satu ujian awal bagi arah Apple di bawah kepemimpinan baru.

Saham Apple Menghadapi Efek “Sell the News”

Meski peluncuran iPhone Duo menjadi perhatian besar, reaksi pasar terhadap saham Apple tidak langsung positif. Saham Apple ditutup di sekitar US$315,34, turun 0,28% setelah acara peluncuran.

Pola tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Analis Bank of America Wamsi Mohan mencatat bahwa saham Apple pernah turun pada hari setelah peluncuran produk dalam 10 dari 24 acara sebelumnya.

Fenomena ini sering disebut sebagai “sell the news”, ketika investor yang telah membeli saham berdasarkan ekspektasi positif sebelum sebuah acara memilih merealisasikan keuntungan setelah katalis tersebut benar-benar terjadi.

Namun, secara historis, penurunan tersebut tidak selalu berlangsung lama. Data yang dikutip Yahoo Finance menunjukkan bahwa pergerakan saham Apple dalam pola serupa cenderung berbalik dalam rentang sekitar 30 hingga 60 hari.

Baca Juga :  KAI Daop 2 Bandung Ajak Masyarakat Berperan Serta Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api

Persaingan Foldable Jadi Katalis Baru

Persaingan antara Samsung dan Apple di pasar foldable menjadi menarik karena keduanya memiliki kekuatan yang berbeda.

Samsung memiliki pengalaman lebih panjang serta portofolio foldable yang sudah berkembang. Sementara itu, Apple mempunyai basis pengguna iPhone yang sangat besar dan ekosistem produk yang terintegrasi.

Jika Apple mampu meyakinkan pengguna iPhone untuk melakukan upgrade ke iPhone Duo, perangkat tersebut berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru. Sebaliknya, jika konsumen tetap memilih perangkat Samsung karena harga, pengalaman foldable, atau fleksibilitas Android, Samsung berpeluang mempertahankan keunggulannya.

Bagi investor, perkembangan ini menjadi salah satu hal yang patut diperhatikan karena persaingan produk dapat berdampak pada penjualan, pendapatan, hingga sentimen terhadap saham perusahaan teknologi.

Pantau Saham AS dan Aset Investasi di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, Aset Kripto, dan Emas Digital saat ini bisa kamu cek di aplikasi Nanovest. Jika kamu tertarik untuk mulai berinvestasi di Saham AS, Nanovest dapat menjadi pilihan untuk mulai berinvestasi sekaligus mengeksplorasi berbagai koin kripto lainnya.

Nanovest merupakan aplikasi investasi saham dan kripto yang dapat menjadi pilihan bagi investor di Indonesia. Bagi para investor yang baru ingin memulai berinvestasi, kamu juga tidak perlu khawatir karena Nanovest memiliki perlindungan dari risiko cybercrime dengan Asuransi Sinarmas.

Nanovest berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Informasi lebih lanjut dapat kamu kunjungi melalui www.nanovest.io. Aplikasi Nanovest juga sudah tersedia di Play Store maupun App Store, sehingga investor dapat mengakses berbagai pilihan aset investasi melalui satu aplikasi.

Persaingan Apple dan Samsung di pasar foldable pada akhirnya bukan hanya soal siapa yang memiliki teknologi layar lipat terbaik. Perkembangan ini juga menjadi gambaran bagaimana perusahaan teknologi besar terus mencari sumber pertumbuhan baru di tengah pasar smartphone yang semakin kompetitif. Bagi investor, respons konsumen terhadap iPhone Duo dan kemampuan Samsung mempertahankan pengguna iPhone akan menjadi cerita yang menarik untuk dipantau sepanjang 2026.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

BRI BO Rawamangun Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Pluit Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan
Bujet Skincare Bulanan: Cara Mengaturnya agar Tetap Sesuai Kemampuan
LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas
Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:02

BRI BO Rawamangun Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:02

BRI BO Pluit Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:02

BRI BO Otista Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:02

BRI BO Mangga Dua Peringati Hari Kesaktian Pancasila dengan Khidmat dan Penuh Semangat Kebangsaan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 00:02

LBFest 2026 Dorong Brand Lokal Karya Entrepreneur Muda BINUS Naik Kelas

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:02

Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

CX100 Danantara: Membenahi Layanan BUMN dari Pengalaman Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:02

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Produktivitas Sawit Rakyat melalui Pembelajaran di Kebun Adolina

Berita Terbaru