Arsitek di Balik Layar: Selo Pangestu Imawan dan Agency yang Dibangunnya dalam Dua Tahun - Koran Mandalika

Arsitek di Balik Layar: Selo Pangestu Imawan dan Agency yang Dibangunnya dalam Dua Tahun

Selasa, 15 September 2026 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ia menghabiskan sepuluh tahun membantu media besar merebut perhatian orang Indonesia. Lalu ia keluar, dan membangun sesuatu yang menjual keahlian itu kepada brand.

Ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul ketika sebuah brand tiba-tiba ramai dibicarakan di media sosial Indonesia: siapa yang mengatur ini? Jawabannya jarang sekali punya wajah. Industri yang menggerakkan percakapan publik di negara ini bekerja dengan cara yang membuat pelakunya nyaris tidak pernah terlihat.

Selo Pangestu Imawan adalah salah satu dari mereka. Bedanya, ia tidak keberatan menjelaskan cara kerjanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai Founder dan CEO Posthinks Agency, ia memimpin perusahaan yang dalam waktu kurang dari dua tahun sudah menangani nama-nama seperti Pertamina, Shopee, Telkom, OCBC, Unilever, dan BRI. Angka yang dipegangnya juga tidak kecil: jaringan lebih dari 100 ribu talent dan buzzer, 10 ribu jaringan media, serta 500 lebih content clipper.

Sepuluh tahun di dalam ruang mesin

Untuk memahami bagaimana Posthinks bisa berdiri dengan skala seperti itu sejak awal, jejak kariernya perlu dibaca lebih dulu. Ia melewati hampir seluruh babak perubahan media Indonesia dari dalam: Suara Merdeka Group, Kompas Gramedia, RWE Digital Agency, Okezone, kumparan, hingga Urbanasia Group, tempat ia menjabat Chief Sales & Marketing Officer.

Baca Juga :  Panduan Komprehensif Implementasi ESG: Strategi Menuju Keberlanjutan Perusahaan

Susunan itu bukan sekadar daftar pindah kerja. Ia berada di media cetak ketika distribusi adalah segalanya, di era portal ketika trafik menjadi mata uang, di ruang redaksi digital-native ketika algoritma mulai menggantikan peran editor, lalu di kursi komersial ketika pertanyaannya berubah menjadi bagaimana semua ini dibayar.

“Saya tidak pernah pindah industri. Yang saya lakukan cuma pindah posisi duduk, sampai akhirnya saya melihat seluruh ruangannya.”

Yang ia temukan dari kursi terakhir itulah yang jadi alasan Posthinks ada. Brand membutuhkan satu pihak yang memahami redaksi, algoritma, komunitas, dan target bisnis sekaligus. Yang tersedia di pasar, menurutnya, umumnya hanya menguasai satu atau dua di antaranya.

Taruhan yang diambil pada Januari 2025

Ia mendirikan Posthinks pada Januari 2025, meninggalkan posisi C-level yang sudah mapan. Keputusan yang, diakuinya sendiri, terdengar tidak masuk akal di atas kertas.

Yang membuatnya berani adalah satu hal yang tidak dimiliki kebanyakan agency baru: ia sudah punya jaringannya lebih dulu. Sepuluh tahun berpindah dari satu ruang redaksi ke ruang redaksi lain meninggalkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan modal awal — nomor telepon orang-orang yang memutuskan.

Baca Juga :  Hedera Hashgraph (HBAR): Teknologi Unik dan Potensinya di Dunia

Yang bisa dibuktikan

Posthinks memposisikan diri sebagai 360° media-tech agency, dan menolak dinilai dari metrik yang biasa dipakai industri. Bukan jangkauan, melainkan hasil yang bisa dilacak.

Salah satu angka yang mereka bawa ke meja klien: tiga juta unique visitor per bulan untuk OCBC — yang menurut Selo datang bukan dari memperbanyak jumlah konten, melainkan dari membenahi struktur dan otoritasnya.

“Reach itu angka yang enak dipresentasikan dan hampir tidak pernah menjelaskan apa pun soal penjualan.”

Ke mana ia melihat

Taruhan berikutnya sudah ia pasang: pergeseran dari mesin pencari ke mesin penjawab. Ketika semakin banyak orang bertanya langsung kepada AI alih-alih mengetik kata kunci, pekerjaan berubah dari merebut peringkat menjadi merebut kutipan.

Ia menyebut lima tahun ke depan akan ditentukan oleh tiga hal yang saling mengunci: SEO yang berevolusi, AI yang masuk ke alur kerja harian, dan data perilaku yang akhirnya benar-benar dipakai untuk mengambil keputusan.

Sampai di sana, ia tetap memilih bekerja dari balik layar. Yang berubah hanya satu: kali ini ia bersedia menjelaskan apa yang dikerjakannya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda
Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan
Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang
KAI Bandara Raih Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2026 melalui Railink Magazine Vol. 4
Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen
Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang
Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%
Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:02

Wujud Kemanusiaan dan Solidaritas, PTPN Group Salurkan Tali Kasih bagi Keluarga Jurnalis Korban Selat Sunda

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Plus Gratisnya dari neobank PLUS: Kuota Gratis Transfer antarbank hingga 200 Kali per Bulan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:02

Jaga Kualitas Infrastruktur, PT JMTM Lanjutkan Pekerjaan SFO dan Rekonstruksi Rigid di Ruas Tol Semarang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:02

Multi-Level BoM Odoo: Rakit Produk Bertingkat Tanpa Salah Komponen

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:02

Mulai 9 Oktober, KAI Daop 1 Jakarta Jaga 5 Perlintasan Sebidang di Bekasi dan Tangerang

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:20

Motor Impian Makin Dekat, BRI Finance Hadirkan Bunga Mulai 0,7%

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

Incar Generasi Muda, itel Rilis Jingle “I Tell You” dengan Trio “Jangan Calling”

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:02

HP 2 Jutaan Ini Punya 2 Layar, Bisa Selfie Pakai Kamera Utama! Intip Harga dan Spesifikasi itel A300+

Berita Terbaru