Arus Kas Usaha Belum Lancar, Pemilik Barang Mewah Punya Alternatif lewat Luxury Pawn - Koran Mandalika

Arus Kas Usaha Belum Lancar, Pemilik Barang Mewah Punya Alternatif lewat Luxury Pawn

Kamis, 5 November 2026 - 16:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arus Kas Usaha Belum Lancar, Pemilik Barang Mewah Punya Alternatif lewat Luxury Pawn

Aset tersebut tidak harus dijual putus untuk mendapatkan akses likuiditas, tetapi nasabah tetap memiliki kewajiban pelunasan sesuai perjanjian.

Sebuah usaha dapat mencatat penjualan yang baik, tetapi tetap menghadapi kekurangan kas ketika tagihan pemasok harus dibayar lebih dahulu daripada pembayaran pelanggan diterima. Situasi ini membuat pengelolaan modal kerja menjadi persoalan yang berbeda dari sekadar besarnya omzet.

Salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan pemilik usaha adalah memanfaatkan aset pribadi bernilai tinggi sebagai jaminan pembiayaan jangka pendek. Mekanisme tersebut dikenal sebagai luxury pawn atau gadai barang mewah, antara lain dengan tas desainer dan jam tangan premium.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

deGadai, layanan pergadaian yang dijalankan PT Degadai Solusi Digital, menyediakan pengajuan luxury pawn bagi pemilik aset yang memenuhi ketentuan penilaian. Aset tersebut tidak harus dijual putus untuk mendapatkan akses likuiditas, tetapi nasabah tetap memiliki kewajiban pelunasan sesuai perjanjian.

Baca Juga :  Wakil Menteri UMKM Apresiasi Pemanfaatan Ruang Bagi UMKM di Stasiun Yogyakarta

Memisahkan Kebutuhan Modal Kerja dari Kerugian Usaha

Gadai lebih mudah direncanakan bila kebutuhan dana hanya muncul akibat perbedaan waktu pembayaran. Misalnya, pemilik toko telah memiliki tagihan pelanggan yang akan jatuh tempo beberapa minggu lagi, tetapi membutuhkan dana untuk membayar persediaan saat ini.

Sebaliknya, menggadaikan barang koleksi untuk menutup kerugian usaha berulang tanpa sumber pelunasan jelas berpotensi menambah risiko keuangan. Jumlah pinjaman sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan nilai maksimal yang ditawarkan, melainkan berdasarkan kebutuhan kas aktual dan kemampuan untuk menebus kembali aset.

Sebelum memutuskan, pemilik usaha perlu menghitung dana bersih yang diterima, seluruh biaya, tanggal jatuh tempo, serta kemungkinan pemasukan terlambat. Pembiayaan lain, percepatan penagihan piutang, dan negosiasi pembayaran pemasok juga layak dibandingkan.

Baca Juga :  OSL Indonesia Resmikan Kantor Baru, Perkuat Komitmen Kepatuhan Berstandar Global di Indonesia

Aset Koleksi Dinilai Berdasarkan Kondisi Saat Ini

Harga beli tas branded atau jam premium tidak otomatis menjadi nilai pinjaman. Proses penaksiran mempertimbangkan kondisi, keaslian, kelengkapan, karakteristik model, dan pasar sekunder. Karena itu, setiap pengajuan membutuhkan pemeriksaan sesuai kategori barang.

deGadai memiliki dasar izin usaha perusahaan pergadaian dari Otoritas Jasa Keuangan melalui KEP-31/D.05/2023 tanggal 10 Mei 2023. Calon nasabah dapat meninjau informasi layanan di https://degadai.com/luxurypawn sebelum mengajukan penilaian.

Pertanyaan utama: Apakah luxury pawn cocok untuk modal usaha?

Luxury pawn dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan kas sementara memiliki sumber pelunasan yang jelas. Namun, ini bukan pengganti perbaikan model bisnis atau pengelolaan arus kas.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

IPO Anthropic Soroti Peluang Investasi di Sektor AI, Bittime Perluas Akses ke Tokenisasi Saham Global
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Edukasi Industri Pelabuhan di SMA Negeri 52 Jakarta
Kisah Sukses Suli Supian, Kembangkan Warung Nasi Padang dengan Dukungan KUR BRI
Potret Semangat UMKM Kuliner yang Tumbuh Bersama BRI
Dari Cerita Menjadi Inspirasi, Marina Beauty Journey 2026 Menjadi Ajang Perempuan Muda Tumbuh dan Bersinar Bersama
Harga Emas Tembus Resistance US$4.075, Dupoin Futures Pantau Pullback ke US$4.020
BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Modal Kerja 23,3%, Permintaan Aset Produktif Tetap Aktif
Sambut Usia ke-43, BRI Finance Gandeng DLH DKI Jakarta Dorong Pengelolaan Sampah di Srengseng Sawah

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 16:02

Arus Kas Usaha Belum Lancar, Pemilik Barang Mewah Punya Alternatif lewat Luxury Pawn

Kamis, 5 November 2026 - 15:02

IPO Anthropic Soroti Peluang Investasi di Sektor AI, Bittime Perluas Akses ke Tokenisasi Saham Global

Kamis, 5 November 2026 - 15:02

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Edukasi Industri Pelabuhan di SMA Negeri 52 Jakarta

Kamis, 5 November 2026 - 15:02

Kisah Sukses Suli Supian, Kembangkan Warung Nasi Padang dengan Dukungan KUR BRI

Kamis, 5 November 2026 - 12:02

Potret Semangat UMKM Kuliner yang Tumbuh Bersama BRI

Kamis, 5 November 2026 - 12:02

Harga Emas Tembus Resistance US$4.075, Dupoin Futures Pantau Pullback ke US$4.020

Kamis, 5 November 2026 - 11:02

BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Modal Kerja 23,3%, Permintaan Aset Produktif Tetap Aktif

Kamis, 5 November 2026 - 11:02

Sambut Usia ke-43, BRI Finance Gandeng DLH DKI Jakarta Dorong Pengelolaan Sampah di Srengseng Sawah

Berita Terbaru

Potret Semangat UMKM Kuliner yang Tumbuh Bersama BRI

Teknologi

Potret Semangat UMKM Kuliner yang Tumbuh Bersama BRI

Kamis, 5 Nov 2026 - 12:02