Bank Raya Raih “Most Trusted” Company di CGPI Award 2024 Buktikan Tata Kelola Perusahaan yang Transparan dan Akuntabel - Koran Mandalika

Bank Raya Raih “Most Trusted” Company di CGPI Award 2024 Buktikan Tata Kelola Perusahaan yang Transparan dan Akuntabel

Rabu, 3 Desember 2025 - 18:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Raya menjadi satu-satunya Bank Digital Penerima CGPI Award 2024 dengan kategori “Most Trusted” Company

Bank Raya Indonesia kembali mencatat pencapaian penting dengan meraih penghargaan dalam ajang penghargaan Corporate Governance Perception Index (CGPI) Award 2024 untuk kategori “Sangat Terpercaya” atau “Most Trusted” Company Based on Corporate Governance Perception Index dengan score 85,07 meningkat dari tahun sebelumnya dengan kategori “Terpercaya” atau “Trusted” Company. Award tersebut diberikan oleh Indonesia Independen Cipta Governansi (IICG) bersama dengan Majalah SWA yang dilaksanakan pada tanggal 25 November 2025 bertempat di Hotel Shangri-la, Jakarta (Jakarta, 27 November 2025).

Bank Raya merupakan satu-satunya bank digital yang berada dalam peringkat “Most Trusted” Company, bersanding bersama 25 perusahaan penerima penghargaan lainnya di kategori yang sama. Penghargaan ini menjadi wujud konsistensi Bank Raya dalam menerapkan Good Corporate Governance (GCG) selama tahun 2024 dan semester I tahun 2025, secara berkelanjutan di seluruh lini organisasi, sekaligus menjadi bukti bahwa penerapan tata kelola yang ada di Bank Raya telah membawa perjalanan transformasi Bank Raya terus tumbuh dan menjadi bank digital utama yang memberikan akses terluas bagi masyarakat di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam tema CGPI yaitu “Membangun Kapabilitas Dinamis Perusahaan Dalam Kerangka Good Corporate Governance”, penekanan mengenai pentingnya tata kelola perusahaan sebagai pondasi kekuatan bisnis di tengah dinamika ekonomi dan transformasi digital dapat semakin tumbuh berkelanjutan. CGPI menetapkan tiga kategori penghargaan di tahun 2025 yaitu: The Most Trusted, Trusted, dan Fairly Trusted Company. Penilaian dilakukan melalui metode riset yang melibatkan tahapan analisis dan observasi. Adapun tahapan analisis dilakukan melalui metode pengisian kuesioner self assessment, dan penilaian sistem dokumentasi. Sedangkan tahapan observasi dilakukan klarifikasi atas hasil yang diperoleh dari tahapan analisis melalui metode diskusi tanya jawab oleh Tim Observer CGPI bersama organ perusahaan.

Baca Juga :  GrasiaCare Gandeng SJ Vibe, Tingkatkan Kemudahan Akses Layanan Medis ke Korea bagi Warga Indonesia

Danar Widyantoro, Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan dan SDM Bank Raya mengatakan, “Penghargaan CGPI Award 2024 ini merupakan pencapaian sekaligus pengingat bagi kami untuk terus menjaga tata kelola perusahaan  dalam setiap proses bisnis. Kami percaya tata kelola yang kuat adalah pilar utama pertumbuhan berkelanjutan Bank Raya. Semoga melalui penghargaan ini, Bank Raya dapat semakin meningkatkan kepercayaan stakeholders dengan mengedepankan tata kelola yang baik. Tentunya kesuksesan adalah berkat partisipasi aktif seluruh pekerja di Bank Raya yang telah berkomitmen dalam mengimplementasikan praktik-praktik GCG dalam perusahaan.”

Dalam mendukung penerapan good corporate governance (GCG) yang baik, Bank Raya melakukan perbaikan dengan melibatkan pemangku kepentingan. Hal ini untuk terus berpedoman terhadap pengelolaan perusahaan yang Transparan, Akuntabel, Responsible, Independent, dan Fairness sesuai dengan pedoman tata kelola di industri perbankan. Bank Raya juga terus menerus melakukan perbaikan dalam hal bisnis model, proses bisnis & operasional, penerapan kode etik perusahaan, komitmen anti fraud, serta melakukan berbagai sertifikasi seperti ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, ISO 9001:2015 Sistem Manajemen Mutu, ISO/IEC 27001:2013 Sistem Manajemen Keamanan Informasi (Information Security Management System/ISMS) dan ISO 20000-1:2018 IT Service Management System.

Bank Raya berkomitmen untuk terus memperkuat praktik GCG sebagai bagian integral dari perjalanan transformasi perusahaan. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi manajemen risiko, penguatan digital governance, serta pengembangan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi profesionalisme dan etika bisnis” Tutup Danar.

Baca Juga :  BRI Finance Perkuat Sinergi Lewat VIP Customer Gathering di Semarang

Tentang Bank Raya

Bank Raya adalah Bank Digital bagian dari BRI Group, yang dipercaya menjadi digital attacker BRI di industri perbankan Indonesia. Aplikasi mobile banking Bank Raya (Raya Apps) memiliki produk unggulan yaitu simpanan digital dengan fitur andalan seperti Saku Bujet, Saku Pintar, dan Saku Jaga yang membantu nasabah mengelola keuangan sesuai kebutuhan masing-masing nasabah secara lebih baik dan mudah. Disamping itu, nasabah juga dapat memanfaatkan Saku Bareng, yang dapat mendukung komunitas atau cluster usaha untuk mengelola keuangan bersama serta Saku Bisnis dimana nasabah, yang mempunyai usaha, dapat dengan mudah mengelola keuangan pribadi maupun keuangan bisnis secara terpisah namun masih dalam satu aplikasi/gadget.

Tidak hanya itu, Raya Apps juga menyediakan berbagai fitur untuk memenuhi kebutuhan transaksi seperti transfer, pulsa, top up e-wallet dan QRIS. Raya Apps tersedia untuk diunduh di Android dan IOS. Bank Raya juga merupakan Bank Digital yang memiliki produk pinjaman fully digital yaitu Pinang, dengan beberapa produk andalan seperti Pinang Dana Talangan yaitu pinjaman untuk mendukung transaksi keuangan Agen BRILink, Pinjaman multiguna untuk karyawan tetap yaitu Pinang Flexi, Pinang Maksima dan Pinang Performa yang menghadirkan pinjaman produktif untuk pelaku usaha, serta Pinang Connect yang menyalurkan pinjaman untuk pelaku usaha melalui fintech atau P2P lending.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?
Alita Gandeng Fujitsu Bawa Teknologi Analitik Gerak Berbasis AI ke Indonesia
Chat dari Iklan WhatsApp Bisa Gratis 72 Jam, Ini Cara Maksimalkannya
Tampil di Tech in Asia Conference 2026 Singapura, Sanct Besutan Founder Indonesia Temui 78 Pengunjung dan Buka Pembicaraan Kolaborasi dengan Komunitas Kesehatan Mental
Prodia Hadirkan ‘Advanced Lipid Profile’, Pemeriksaan Risiko Kardiovaskular yang Lebih Komprehensif dan Personal
5 Hal yang Membuat Kamu Sulit Membayar Cicilan
FLOQ Listing PONS dari Robinhood Chain, Kenali Fungsi dan Ekosistemnya
Penyebab Dokumen Bertanda Tangan Elektronik Ditolak Mitra atau Bank

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 18:54

PPPK Paruh Waktu Menanti Kepastian Jadi ASN, BKN: Masih Tahap Pematangan

Senin, 21 September 2026 - 17:47

Gemilang di Semarang, NTB Naik ke Peringkat 9 MTQ Nasional

Jumat, 18 September 2026 - 13:16

Alasan Dana Bansos NTB Naik, Kadinsos P3A: Rp36,11 Miliar untuk Desa Berdaya

Kamis, 17 September 2026 - 18:59

Gubernur NTB: Konektivitas Jadi Urat Nadi Pembangunan

Kamis, 17 September 2026 - 17:07

Inspektorat Review Pokir DPRD NTB, Muzihir: Kita Terima, Daripada Berurusan dengan KPK

Kamis, 17 September 2026 - 10:50

DPRD NTB Soroti Rebutan Penumpang di Kuta Mandalika, Pemkab Diminta Cari Solusi

Kamis, 17 September 2026 - 08:54

Pemprov NTB Optimistis Capai Target Pendapatan dan Perbaiki Tata Kelola APBD Perubahan 2026

Rabu, 16 September 2026 - 22:43

Betabeq Jadi Pembuka, ITDC Minta Doa Restu Sambut MotoGP Mandalika

Berita Terbaru

Teknologi

Bitcoin Tembus US$87.000, Seberapa Tinggi BTC Bisa Melaju?

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:02