Benarkah WA Coexistence Bisa Jadi Solusi Alternatif Pasca 1 Oktober? - Koran Mandalika

Benarkah WA Coexistence Bisa Jadi Solusi Alternatif Pasca 1 Oktober?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order.

Mulai 1 Oktober 2026, perubahan tarif WhatsApp Business Platform/API membuat bisnis perlu mengevaluasi biaya komunikasi pelanggan. Balasan pesan yang sebelumnya gratis dalam jendela layanan pelanggan 24 jam kini dapat dikenai biaya Rp367 per pesan.

Artinya, jika bisnis memiliki setidaknya 10.000 balasan per bulan, bisnis perlu mengeluarkan biaya tambahan sekitar Rp3.670.000 per bulan untuk biaya operasional balasan agent kepada pelanggan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini tentu membuat para pebisnis depresi dan mencari cara serta solusi yang bisa digunakan untuk menekan biaya operasional. Salah satu alternatifnya adalah dengan menggunakan WhatsApp Coexistence.

Apa Itu Coexistence? Apa Bedanya dengan WhatsApp API?

Penggunaan WhatsApp Cloud API dan Coexistence sama-sama bertujuan untuk mendapatkan fitur lanjutan seperti broadcast massal, chatbot, AI agent, integrasi CRM dan lainnya. Yang paling membedakan adalah metode integrasinya.

Untuk Cloud API, metode integrasinya membutuhkan nomor yang belum terdaftar di WhatsApp. Jadi, lebih dianjurkan langsung menggunakan nomor baru. Jika Anda ingin menggunakan nomor yang sudah Anda gunakan, Anda perlu menghapus nomor dari WhatsApp terlebih dahulu.

Baca Juga :  Lagi Cari Vendor CRM? Begini Cara Memilih CRM Yang Tepat Untuk Bisnis Anda

Sedangkan, WhatsApp Coexistence memungkinkan bisnis menggunakan WhatsApp Business App dan WhatsApp Cloud API pada nomor yang sama. Tanpa perlu menghapus nomor terlebih dahulu dan tetap bisa menggunakan nomor yang sudah digunakan.

Perbedaan lainnya, WhatsApp Coexistence memiliki kecepatan pengiriman pesan massal 20 pesan per detik, sedangkan Full API dapat mencapai 80 pesan per detik. Artinya, kapasitas pengiriman Coexistence bisa 4 kali lebih rendah, sehingga perlu dipertimbangkan oleh bisnis yang rutin mengirim pesan massal dalam volume besar.

Benarkah dengan Pakai WhatsApp Coexistence Jadi Gratis?

Menggunakan WhatsApp Coexistence tidak membuat seluruh komunikasi bisnis menjadi gratis. Balasan manual melalui WhatsApp Business App untuk saat ini tidak dikenakan biaya, sedangkan pesan yang dikirim melalui API tetap mengikuti ketentuan tarif yang berlaku.

Sebagai contoh, agen dapat membalas pertanyaan sederhana langsung melalui aplikasi. Sementara itu, chatbot dan AI Agent yang mengirim pesan melalui API tetap mengikuti skema penagihan terkait.

Baca Juga :  KAI Properti Ikut Wujudkan Kemudahan Transportasi Demi Tekan Emisi

Walaupun saat ini untuk balasan dari aplikasi dengan metode coexistence itu gratis, bisa saja kedepannya Meta juga akan mengenakan biaya dan tarif seperti pada metode cloud API.

Vendor Resmi WhatsApp yang Support Coexistence

Barantum merupakan penyedia solusi CRM, Omnichannel, Broadcast, AI Agent, dan sistem  Call Center di Indonesia. Sebagai salah satu penyedia WhatsApp Business API dan mitra resmi Meta, Barantum juga sudah mendukung metode Coexistence.

WhatsApp Coexistence Barantum memungkinkan Anda untuk menggunakan semua fitur WhatsApp API seperti broadcast, WhatsApp form, chatbot, AI agent, integrasi multi channel atau yang biasa disebut omnichannel.

Tidak hanya WhatsApp, Barantum Omnichannel memungkinkan Anda untuk mengelola saluran komunikasi lainnya seperti Facebook, Instagram, Telegram, Line, Livechat, Email, hingga telepon dalam satu platform.

Menurut Inne Rettiani, Sales Marketing Manager Rokue, penggunaan Barantum membantu meningkatkan layanan pelanggan dan mempercepat respons hingga 85%.

Barantum juga memiliki rating 4,9/5 berdasarkan lebih dari 1.300 ulasan Google Business, mencerminkan reputasi positifnya dalam menyediakan solusi komunikasi bisnis dan menjadikannya vendor CRM dan WhatsApp Business API dengan rating Google terbanyak di Indonesia.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026
SONO Hotels & Resorts Asia Menandatangani HMA untuk SONO Moon Bali Seminyak
ICANN87 Resmi Dibuka di Bali, Indonesia Jadi Tuan Rumah Rapat Publik ICANN untuk Pertama Kalinya
Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa
BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin dan Syukuran Gedung Kerja Baru, Perkuat Kebersamaan dan Rasa Syukur
SpaceX Catat Pendapatan US$14,58 Miliar, Lampaui Ekspektasi Wall Street
BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat 231,99% per September 2026
BRI Finance Jaga Momentum Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika Ekonomi

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:02

Benarkah WA Coexistence Bisa Jadi Solusi Alternatif Pasca 1 Oktober?

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:02

Strategi Integrated Auto Solutions Perkuat Pertumbuhan IPCC, Trafik Kargo Naik 19,57% hingga Kuartal III 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:02

SONO Hotels & Resorts Asia Menandatangani HMA untuk SONO Moon Bali Seminyak

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:26

ICANN87 Resmi Dibuka di Bali, Indonesia Jadi Tuan Rumah Rapat Publik ICANN untuk Pertama Kalinya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:02

BRI Region 6 Gelar Pengajian Jumat Rutin dan Syukuran Gedung Kerja Baru, Perkuat Kebersamaan dan Rasa Syukur

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:02

SpaceX Catat Pendapatan US$14,58 Miliar, Lampaui Ekspektasi Wall Street

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:02

BRI Finance Catat Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat 231,99% per September 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:02

BRI Finance Jaga Momentum Pertumbuhan Pembiayaan Alat Berat di Tengah Dinamika Ekonomi

Berita Terbaru