Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional - Koran Mandalika

Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berkah Berbakti kepada Orang Tua, Ghazi Abdullah Muttaqien Sukses Mendunia dan Dirikan Pesantren Internasional

Kisah inspiratif Ghazi Abdullah Muttaqien, pemuda Garut hafiz 30 juz yang sukses mendunia dan mendirikan pesantren internasional berkat bakti kepada orang tuanya

Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda asal Garut, Ghazi Abdullah Muttaqien, yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Berbekal semangat berbakti kepada orang tua, khususnya sang ibu, ia kini dikenal sebagai hafiz 30 juz, intelektual muda, sekaligus pendiri pesantren internasional di Garut.

Di usianya yang masih muda, Ghazi tidak hanya dikenal karena pencapaian akademiknya, tetapi juga karena kontribusi pemikiran dan kiprahnya di berbagai forum dunia. Sosoknya menjadi representasi nyata pemuda Indonesia yang tidak sekadar mengejar popularitas, tetapi fokus pada karya, gagasan, dan kebermanfaatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bukan Sekadar Viral, Tapi Berprestasi Nyata

Berbeda dengan fenomena viral yang sering muncul di media sosial, Ghazi dikenal bukan karena sensasi. Ia membangun reputasinya melalui prestasi akademik, publikasi ilmiah, serta kontribusi intelektual yang bahkan disebut melampaui usianya.

Sejak usia remaja, ia sudah aktif dalam dunia riset dan penulisan ilmiah. Beberapa karya tulisnya telah dipublikasikan dalam jurnal nasional maupun internasional, membahas berbagai topik mulai dari filsafat Islam, pendidikan, hingga isu global.

Ia juga aktif dalam forum-forum ilmiah internasional, seperti konferensi di Turki hingga forum intelektual di tingkat global.

Akar Kehidupan: Berbakti kepada Orang Tua

Kesuksesan Ghazi tidak lepas dari nilai kehidupan yang ia pegang sejak kecil. Ia tumbuh dalam dua dunia: dunia pendidikan dan dunia usaha keluarga.

Sejak kecil, ia terbiasa membantu ibunya berdagang sembako. Pagi hari digunakan untuk belajar, sementara siang hingga sore membantu orang tua. Dari situlah ia belajar tentang tanggung jawab, kerja keras, dan makna berbakti.

Baginya, berbakti kepada orang tua bukan sekadar konsep, tetapi fondasi utama kehidupan.

“Berbakti kepada kedua orang tua adalah kunci kesuksesan dan kebahagiaan sejati,” ujar Ghazi ketika diwawancarai oleh tim Galura Creative.

Produktif Menulis dan Berkarya Sejak Remaja

Sejak usia muda, Ghazi telah menunjukkan produktivitas luar biasa dalam dunia literasi. Ia aktif menulis buku dan karya ilmiah yang tidak hanya banyak secara kuantitas, tetapi juga berkualitas dan dijadikan rujukan akademisi.

Baca Juga :  Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir Gelar Perayaan Diwali Pertama di Pulau Samosir

Beberapa karyanya membahas:

– Islamisasi ilmu
– Fiqih hubungan internasional
– Energi terbarukan dalam perspektif Islam
– Tafsir dan ilmu Al-Qur’an
– Kamus multibahasa

Hal ini menjadikannya salah satu intelektual muda yang diperhitungkan, baik di dalam maupun luar negeri.

Hafiz 30 Juz dan Menguasai Banyak Bahasa

Di tengah kesibukan membantu keluarga, Ghazi berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an di usia 14 tahun. Setahun kemudian, ia juga menyelesaikan hafalan kitab hadis Bulughul Maram.

Tak berhenti di situ, ia juga menunjukkan kemampuan luar biasa dalam penguasaan bahasa. Hingga usia 24 tahun, ia telah mempelajari lebih dari 10 bahasa asing, di antaranya:Arab, Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, hingga beberapa bahasa Afrika.

Kemampuan ini menjadi modal penting dalam kiprahnya di forum internasional.

Mewakili Indonesia di Panggung Dunia

Prestasi Ghazi semakin terlihat saat ia aktif mewakili Indonesia di berbagai forum global sejak usia 17 tahun.

Ia pernah terlibat dalam berbagai kegiatan internasional, di antaranya:

– World Muslim Conference (Malaysia)

– Future Leader Congress (Thailand)

– International Muslim Intellectual Forum (Turki)

– World Youth Summit di Jenewa, Swiss

Bahkan pada usia 19 tahun, ia menjadi pembicara termuda dalam forum internasional di Georgetown University, Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, pada tahun 2022, Ghazi juga terlibat sebagai inisiator dalam penyusunan World Youth Charter di United Nations (UN) Geneva.

Akademisi Sekaligus Pengusaha Muda

Selain aktif di dunia pendidikan dan akademik, Ghazi juga menunjukkan kiprah di dunia bisnis.

Ia tercatat sebagai:

– Direktur utama travel haji dan umrah

– Presiden direktur hotel di Garut

– Direktur klinik kesehatan

– Pengelola sekolah internasional

– Hingga pelaku usaha toko sembako

Kombinasi antara intelektualisme dan entrepreneurship menjadikannya sosok yang mampu memadukan ilmu dan praktik nyata di lapangan.

Inspirasi Pemuda Garut dan Indonesia

Kisah Ghazi Abdullah Muttaqien menjadi bukti bahwa latar belakang sederhana bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan global.

Dari seorang anak yang membantu ibunya berdagang, ia tumbuh menjadi intelektual muda yang diakui dunia.

Lebih dari sekadar prestasi, nilai yang ia bawa—yakni berbakti kepada orang tua, konsistensi belajar, dan kontribusi nyata—menjadi inspirasi penting bagi generasi muda Indonesia.

Baca Juga :  Tren Hybrid Training Makin Populer, Bohopanna Hadirkan Sportswear Dry-fit Lokal Pertama untuk Anak Indonesia

Mendirikan Pondok Modern Internasional Madinah Al-Zahra di Garut

Sebagai bagian dari pengembangan pendidikan berbasis global, Pondok Modern Internasional Madinah Al-Zahra Garut menghadirkan sistem pembelajaran yang terintegrasi antara nilai-nilai keislaman dan standar internasional.

Pondok Modern Madinah Al-Zahra Garut membuka Penerimaan Siswa Baru (PSB) Gelombang III untuk tingkat SMP & SMA. Program ini menjadi bagian dari komitmen pesantren dalam mencetak generasi muslim unggul yang berdaya saing global dengan tetap berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Pendaftaran dibuka mulai 1 April hingga 30 Juni 2026, dengan kuota terbatas. Antusiasme masyarakat yang tinggi menjadi indikasi meningkatnya kebutuhan terhadap pendidikan berbasis Islam yang terintegrasi dengan kurikulum internasional.

Biaya Lebih Terjangkau dengan Program Beasiswa

Untuk Gelombang III ini, Pondok Modern Madinah Al-Zahra memberikan kemudahan biaya pendidikan, di antaranya:

Biaya Masuk: Rp 25,5 juta (normal Rp 64 juta)

Biaya Bulanan: Rp 2,2 juta (normal Rp 5,2 juta)

Selain itu, tersedia program beasiswa hingga 85% bagi santri berprestasi, sebagai bentuk dukungan terhadap akses pendidikan berkualitas bagi seluruh kalangan.

Membangun Peradaban Islam Modern

Pondok Modern Madinah Al-Zahra memiliki visi besar:

“Menuju Kebangkitan Peradaban Islam dan Kejayaan Bangsa Indonesia dengan Al-Qur’an dan Al-Sunnah.”

Dengan pendekatan pendidikan yang mengintegrasikan ilmu agama, bahasa asing, serta wawasan global, pesantren ini berupaya mencetak generasi ulama, intelektual, dan pemimpin masa depan.

Fasilitas Modern Berstandar Internasional

Santri akan mendapatkan fasilitas lengkap dan representatif, antara lain:

– Asrama nyaman dan eksklusif

– Ruang belajar modern

– Area olahraga dan lingkungan asri

– Kolam renang dan fasilitas penunjang lainnya

– Lingkungan pesantren yang bersih, sehat, dan kondusif

Selain itu, tersedia juga fasilitas penunjang seperti area pembelajaran terbuka dan suasana pegunungan Garut yang sejuk, mendukung proses belajar yang optimal.

Lokasi Strategis di Garut

Pondok Modern Madinah Al-Zahra berlokasi di Sindangpalay, Karangpawitan, Garut, Jawa Barat

Lokasi ini dikenal memiliki lingkungan yang tenang dan nyaman, sangat cocok untuk pembentukan karakter dan fokus belajar santri.

Informasi & Pendaftaran

Bagi orang tua dan calon santri yang berminat, dapat menghubungi:
📞 0882-9389-3376
🌐 www.madinahalzahra.com
📷 Instagram: @madinahalzahra_official | @ghazimuttaqien19

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Kuansing Siap Kirim 24 Atlet Pacu Jalur ke Ajang Internasional Mahanadi Boita Race 2026 di India
Siswa Bimbel Patriot Muda Bandar Lampung Tembus Akmil dan Bintara TNI AD 2026
Tips Tidur Nyenyak Selama Mengalami Gejala PMS (Menstruasi)
Peluang Belajar Global Sejak Dini : 609 siswa SMP dari Indonesia dan Jepang belajar bersama dengan Coding First Purwokerto
Bank Mandiri Taspen Jalin Kerja Sama dengan KSPPS Sena Putra Mandiri, Perkuat Sinergi Layanan Perbankan
Pertamina Patra Niaga Hijaukan Lahan Bekas Tambang Kapur di Tuban melalui Program Biodiversity Action Plan
Wisma 46 Rayakan 30 Tahun Perjalanan melalui FunWalk & Bazaar, Tegaskan Semangat “Jakarta’s Icon, 30 Years Strong”
Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 14:17

Warga Diminta Berani Laporkan Pernikahan Anak, DP3AP2KB Loteng Siap Turun Tangan

Rabu, 4 November 2026 - 14:12

GOW Loteng Ajarkan Kader Olah Jajanan Sehat untuk Cegah Stunting

Selasa, 3 November 2026 - 19:28

Bawa 4 PR Besar dari Desa Penujak, Lalu Akhyar Siap Dobrak Alokasi Anggaran OPD

Selasa, 3 November 2026 - 19:06

Polisi Kantongi CCTV Pengeroyokan di Puyung, Identitas Pelaku Mulai Diburu

Selasa, 3 November 2026 - 17:15

Pulang Kerja dari Mataram, Pria Asal Jago Jadi Korban Pengeroyokan di Puyung

Senin, 2 November 2026 - 18:05

Akses Jalan Dirusak Usai Pilkades, Warga Desa Pengadang Minta Bupati Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Berita Terbaru