Bitcoin Berpeluang Menuju US$100.000, Jika Konflik AS-Iran Mereda? - Koran Mandalika

Bitcoin Berpeluang Menuju US$100.000, Jika Konflik AS-Iran Mereda?

Kamis, 3 September 2026 - 17:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 3 September 2026 – Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di area krusial setelah diperdagangkan di kisaran US$77.000–US$78.000. Di tengah pergerakan harga yang relatif terbatas, perkembangan konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran kini menjadi salah satu faktor eksternal yang mendapat perhatian pasar karena berpotensi memengaruhi harga energi, ekspektasi suku bunga, hingga minat investor terhadap aset berisiko.

Pada perdagangan Kamis (3/9), Bitcoin berada di sekitar US$77.759 dan masih bergerak di bawah level US$78.000. Pasar kripto juga masih menghadapi sentimen hati-hati akibat konflik AS-Iran dan perubahan ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Sejumlah analis teknikal melihat area US$78.000 sebagai salah satu level penting yang perlu ditembus Bitcoin untuk membuka ruang penguatan lebih lanjut. Apabila momentum positif mampu berlanjut, target psikologis US$100.000 kembali menjadi salah satu skenario yang diperhatikan pasar. Sebaliknya, pelemahan signifikan dan penutupan mingguan di bawah area US$70.000 berpotensi meningkatkan tekanan jual.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, mengatakan pergerakan Bitcoin dalam kondisi saat ini tidak dapat hanya dilihat melalui indikator teknikal. Perkembangan geopolitik dan dampaknya terhadap pasar energi menjadi faktor penting yang dapat menentukan perubahan sentimen investor secara lebih luas.

“Bitcoin saat ini berada di persimpangan antara faktor teknikal dan makro. Level resistance memang penting, tetapi katalis yang lebih besar bisa datang dari perubahan persepsi risiko global. Jika tensi geopolitik mereda, tekanan terhadap harga energi ikut berkurang dan sentimen risk-on kembali, Bitcoin berpotensi menjadi salah satu aset yang menerima aliran modal lebih cepat,” ujar Yudho.

Meredanya Konflik Bisa Mengubah Sentimen Pasar

Spekulasi mengenai potensi meredanya konflik meningkat setelah Presiden AS, Donald Trump memberi sinyal bahwa gelombang serangan terbaru terhadap Iran kemungkinan tidak berlangsung lama. Pada saat bersamaan, laporan media menyebut Trump telah mendiskusikan dengan penasihat senior kemungkinan untuk secara resmi menyatakan konflik dengan Iran berakhir, meskipun belum ada keputusan final.

Baca Juga :  Pasar Kripto Berdarah: BTC Anjlok Dipicu Faktor Makro & Serangan Siber

Namun, situasi di lapangan masih belum sepenuhnya mereda. AS dan Iran kembali bertukar serangan pada awal September setelah periode yang relatif lebih tenang. AS menyerang sejumlah fasilitas radar dan kemampuan penempatan ranjau Iran di sekitar wilayah pesisir selatan, sementara Iran membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap posisi AS di kawasan Timur Tengah.

Ketidakpastian tersebut membuat pasar tetap sensitif terhadap setiap perkembangan baru. Bagi aset berisiko seperti saham dan kripto, meredanya konflik dapat mengurangi kebutuhan investor terhadap aset defensif dan membuka ruang bagi kembalinya risk appetite.

“Perlu diperhatikan bukan semata-mata apakah perang dinyatakan berakhir, tetapi efek berantainya. Jika eskalasi mereda, risiko gangguan pasokan energi dapat berkurang, harga minyak berpotensi terkoreksi, tekanan inflasi bisa lebih terkendali, dan ruang kebijakan bank sentral menjadi lebih fleksibel. Kombinasi faktor tersebut secara historis lebih kondusif bagi aset berisiko, termasuk kripto,” kata Yudho.

Harga Minyak Jadi Indikator Penting

Pasar minyak menjadi salah satu indikator utama dalam membaca dampak konflik tersebut. Harga Brent sempat turun ke sekitar US$95,20 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar US$90,77 per barel pada perdagangan Kamis pagi. Pergerakan itu terjadi setelah sesi yang sangat volatil akibat kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Timur Tengah.

Harga minyak yang tetap tinggi menjadi perhatian karena dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi global. Kondisi tersebut berpotensi membatasi kemampuan bank sentral, terutama The Fed, untuk melonggarkan kebijakan moneter.

Baca Juga :  Neraca Dagang Surplus, Arus Logistik Nasional Terus Bergerak

Sebaliknya, penurunan harga minyak yang konsisten akibat deeskalasi konflik dapat membantu meredakan kekhawatiran inflasi. Pada Kamis (3/9), harga minyak dan imbal hasil obligasi mulai turun setelah komentar Trump mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran berlangsung singkat, sementara sebagian pasar saham Asia menguat.

Menurut Yudho, hubungan inilah yang membuat perkembangan konflik menjadi relevan bagi investor kripto.

“Pasar kripto semakin terhubung dengan dinamika likuiditas global. Karena itu, investor perlu melihat Bitcoin bukan sebagai aset yang bergerak sendiri, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pasar global yang juga merespons minyak, inflasi, yield obligasi, dolar AS, dan ekspektasi suku bunga,” jelasnya.

US$100.000 Masih Skenario, Bukan Kepastian

Meski peluang Bitcoin kembali menuju US$100.000 dapat terbuka apabila kondisi makro membaik dan resistance teknikal berhasil ditembus, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan tingginya ketidakpastian.

Konflik AS-Iran masih berlangsung, harga minyak tetap berada pada level tinggi, sementara arah kebijakan moneter AS terus menjadi perhatian investor. Kondisi tersebut membuat pergerakan Bitcoin berpotensi tetap volatil dalam jangka pendek.

Yudho menilai investor sebaiknya tidak menjadikan satu peristiwa geopolitik sebagai satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan.

“Target US$100.000 sebaiknya dipandang sebagai sebuah skenario, bukan kepastian. Deeskalasi geopolitik bisa menjadi katalis positif, tetapi pasar tetap membutuhkan konfirmasi dari pergerakan harga, likuiditas, kondisi makro, serta sentimen investor. Dalam situasi volatil seperti sekarang, manajemen risiko tetap menjadi hal yang utama,” tutup CEO FLOQ.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan
10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah
FAQ dan WA Form Bisa Pangkas Biaya WhatsApp, Begini Caranya!
PV Resmi Dirilis! Kisah Bersama Meru Berkembang Seiring Anda Bekerja di Muv-Luv Girls Garden Mellow Days, Rilis 2026
Percepat Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor
VRIGroup Luncurkan “Tōnan Ajia Keizai Shimbun”, Media Berbahasa Jepang yang Menyajikan Berita Bisnis Asia Tenggara bagi Pelaku Bisnis Jepang
Asuransi Perjalanan Chubb Travel Insurance Kini Hadir di neobank dari Bank Neo Commerce
Bank Mandiri Taspen dan Basarnas Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:02

Antisipasi Karhutla, Holding perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Perkuat Deteksi Dini dan Patroli di Sumatera-Kalimantan

Kamis, 24 September 2026 - 09:02

10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah

Kamis, 24 September 2026 - 08:02

PV Resmi Dirilis! Kisah Bersama Meru Berkembang Seiring Anda Bekerja di Muv-Luv Girls Garden Mellow Days, Rilis 2026

Kamis, 24 September 2026 - 08:02

Percepat Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T, BSKDN Kemendagri Gelar Forum Diskusi Aktual Lintas Sektor

Kamis, 24 September 2026 - 08:02

VRIGroup Luncurkan “Tōnan Ajia Keizai Shimbun”, Media Berbahasa Jepang yang Menyajikan Berita Bisnis Asia Tenggara bagi Pelaku Bisnis Jepang

Rabu, 23 September 2026 - 23:02

Asuransi Perjalanan Chubb Travel Insurance Kini Hadir di neobank dari Bank Neo Commerce

Rabu, 23 September 2026 - 21:02

Bank Mandiri Taspen dan Basarnas Perkuat Sinergi melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman

Rabu, 23 September 2026 - 21:02

Dukung Percepatan Program Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T, VRITIMES Dorong Strategi Komunikasi Digital Bersama BSKDN Kemendagri

Berita Terbaru

Teknologi

10 Jenis Kucing Besar yang Bisa Dipelihara di Rumah

Kamis, 24 Sep 2026 - 09:02