Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF - Koran Mandalika

Bitcoin Menuju US$100.000? BlackRock Dorong Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk ETF

Kamis, 27 Agustus 2026 - 19:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bitcoin Menuju US0.000? BlackRock Dorong Lebih dari US Miliar BTC Masuk ETF

Bitcoin kembali menjadi sorotan setelah langkah BlackRock memperlihatkan semakin kuatnya integrasi aset kripto dengan sistem keuangan tradisional. Melalui iShares Bitcoin Trust (IBIT), BlackRock telah memproses lebih dari US$5 miliar konversi Bitcoin langsung menjadi saham ETF.

Langkah tersebut memungkinkan pemegang Bitcoin memindahkan asetnya ke dalam ETF tanpa harus menjual BTC terlebih dahulu menjadi uang tunai. Di tengah harga Bitcoin yang berada di sekitar US$79.000, perkembangan ini kembali memunculkan spekulasi apakah BTC memiliki peluang untuk kembali menembus level psikologis US$100.000.

BlackRock Perluas Akses Konversi Bitcoin ke ETF

Salah satu perubahan penting terjadi pada Juli 2026 ketika BlackRock menurunkan batas minimum transaksi in-kind untuk IBIT dari US$25 juta menjadi US$1 juta. Artinya, mekanisme yang sebelumnya lebih terbatas bagi pemegang Bitcoin dengan aset sangat besar kini dapat menjangkau lebih banyak investor kaya, family office, maupun institusi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam mekanisme in-kind, investor menyerahkan Bitcoin secara langsung kepada ETF melalui pihak yang berwenang dan menerima saham ETF dengan nilai yang sesuai. Investor tidak perlu menjalani proses menjual BTC menjadi uang tunai kemudian membeli ETF kembali.

Perubahan ini menjadi semakin menarik karena investor tetap memperoleh eksposur terhadap Bitcoin, tetapi penyimpanannya berpindah dari kepemilikan langsung ke struktur ETF yang dikelola oleh institusi keuangan.

Baca Juga :  Pacu Inklusi Keuangan Digital di Indonesia, Bank Raya Kembali Hadirkan Pesta Raya

Lebih dari US$5 Miliar BTC Masuk IBIT

Menurut data yang dikutip Yahoo Finance dari Bloomberg, nilai konversi Bitcoin langsung ke IBIT kini telah melampaui US$5 miliar, naik dari lebih dari US$3 miliar pada Oktober 2025. Kepala digital assets BlackRock, Robbie Mitchnick, menilai aktivitas tersebut masih berpotensi terus berkembang seiring semakin luasnya akses.

IBIT sendiri telah berkembang menjadi salah satu produk Bitcoin terbesar di pasar. Aset bersihnya tercatat lebih dari US$60 miliar per 25 Agustus 2026, menunjukkan besarnya minat investor terhadap produk investasi Bitcoin berbentuk ETF.

Bagi investor institusional, ETF menawarkan alternatif terhadap tantangan menyimpan Bitcoin secara langsung, termasuk kebutuhan mengelola private key, wallet, serta risiko keamanan dan kustodian.

Apakah Bitcoin Bisa Kembali ke US$100.000?

Pergerakan dana menuju ETF menjadi salah satu alasan munculnya kembali optimisme terhadap Bitcoin. Selain konversi langsung, arus dana ke spot Bitcoin ETF juga disebut memperkuat argumen bahwa permintaan institusional terhadap BTC masih cukup kuat.

Bitcoin sempat menembus level di atas US$81.000 sebelum kembali diperdagangkan di sekitar US$79.000. Dari level tersebut, BTC membutuhkan kenaikan sekitar 27% untuk kembali mencapai US$100.000.

Sejumlah analis juga melihat potensi katalis dari kinerja Bitcoin pada kuartal keempat. Data historis sejak 2013 menunjukkan Bitcoin memiliki rata-rata return sekitar 77% pada tiga bulan terakhir tahun tersebut. Namun, pola historis tidak menjamin kinerja yang sama akan kembali terjadi. Pada kuartal IV 2025, misalnya, Bitcoin justru turun sekitar 23%.

Baca Juga :  Pesta Gebyar Gila, GokoMart Bagi-Bagi Motor, Emas, dan Jutaan Voucher Belanja di Kalimantan Barat

Wall Street Makin Dekat dengan Bitcoin

Perkembangan IBIT menunjukkan perubahan besar dalam hubungan antara Bitcoin dan Wall Street. Aset yang awalnya dirancang sebagai alternatif terhadap sistem keuangan tradisional kini semakin banyak masuk melalui produk investasi yang dikelola institusi besar.

Tren tersebut bahkan mulai meluas ke aset kripto lainnya. Grayscale mencatat porsi in-kind Bitcoin dalam gross creations meningkat dari 28% pada Maret menjadi 62% pada Juni. Bitwise juga telah mendukung mekanisme serupa untuk Bitcoin, Ethereum, dan Solana.

Jika tren ini terus berkembang, meningkatnya akses institusional dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung permintaan Bitcoin. Namun, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas, kondisi likuiditas global, serta sentimen pasar sebelum menganggap US$100.000 sebagai target yang pasti.

Ikuti pergerakan Bitcoin (BTC) dan saham teknologi Amerika lainnya melalui aplikasi Nanovest. Dapatkan juga update terbaru mengenai AI, saham AS, earnings, dan sentimen Wall Street lewat News serta Artikel Tips Nanovest.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Berita Terkait

Sanct Social Mampir ke ARCHIWEEK 4.0 UMN, Kampus Pertama Setelah Singapura dan Jakarta dalam Tujuh Minggu
Resmi Buka Kampus Baru, BINUS ASO Siapkan Talenta Engineering untuk Industri Masa Depan
Jasa Buzzer Adalah Promosi dengan Ketentuan dan Risiko Menurut JasaViral
MEDIA ALERT: RECAP OF HIGHLIGHTS – PURANA AT SOLO BATIK FASHION X SOLO FASHION WEEK 2026
TOMOHON JAZZ FESTIVAL 2026 SUKSES DIGELAR DUA HARI DAN CATAT SEJARAH FESTIVAL BARU DI SULAWESI UTARA
Jaga Kesehatan Pekerja, LRT Jabodebek Perkuat Fondasi Pelayanan Transportasi Publik
Echoes from the Land of the Dragon: Karya Film Roxx memenangkan Award di ART & TUR 2026
BRI Finance Optimalkan Jaringan Cabang, Siapkan Ekspansi Selektif pada 2027

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:53

​Jembatani Kebutuhan Warga Beraim, Haji Supli PKS Cari Celah Perjuangkan Air Bersih dan Alsintan

Senin, 2 November 2026 - 16:43

Reses Di Tengah Kebijakan Buntu: Haji Supli Dituntut Perjuangkan Usulan Yang Terlarang Dianggarkan

Senin, 2 November 2026 - 07:33

Awas! Nyamuk dan Air Kencing Tikus Mengintai Lombok Tengah, Dinkes: Jangan Tunggu Sakit Baru Bergerak

Minggu, 1 November 2026 - 20:23

Bukan Janji Manis, Abdusahid Pilih Realistis Tanggapi Tuntutan Warga Kelebuh

Minggu, 1 November 2026 - 16:36

Jaga Wajah Wisata Indonesia: Gerindra & Duta Lingkungan Sulap Kuta Lombok Jadi Pelopor ASRI

Minggu, 1 November 2026 - 13:04

Gaya Koboi Maulidi Serap Aspirasi: Disapa Guyonan, Pulang Bawa Segepok PR Warga

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:52

Olah Kelapa Jadi VCO CocoSam, Samsudin Asal Sukadana Lombok Tengah Raih Juara I Pemuda Pelopor NTB

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:25

Dari Sapi Hingga Seragam Posyandu: Peta Kebutuhan Warga Jontlak yang Masuk Catatan Haji Supli

Berita Terbaru